Pesona Atraksi Dhol Bengkulu di Festival Bumi Rafflesia 2019

Dhol Bengkulu, ramahtraveler.com – Sebelum datang ke Bengkulu untuk menyaksikan gelaran Festival Bumi Rafflesia 2019, saya sempat bertanya ke kawan-kawan yang ada di Bengkulu. Rangkaian acara yang mana yang jangan sampai kami lewatkan. Beberapa kawan menjawab ‘Atraksi Dhol”, sebuah karya pertunjukan dengan membentuk pola ‘Bunga Raffflesia’.

Dhol adalah sebuah alat musik khas Bengkulu yang dimainkan dengan cara ditabuh. Terbuat dari bongkol kelapa dan kulit sapi. Bagian bawah alat musik Dol Bengkulu ini tidak memiliki lubang, sehingga suara yang dihasilkan unik/khas.

Menurut seoarang kawan dari Bengkulu, Kuma, kayu yang digunakan pun bukan sembarangan. Melainkan menggunakan bonggol kelapa pilihan yang sudah berusia tua.

Baca juga:
* Rafflesia Arnoldii, Bunga Terbesar di Dunia yang Ada di Bengkulu

Alat Musik Bengkulu yang Unik

atraksi dhol Bengkulu - Bencoolen Dhol Attraction - Aries Pratama - 1
Atraksi dhol Bengkulu – Bencoolen Dhol Attraction(Foto: Aries Pratama)

Sebenarnya, saya sudah pernah menyaksikan dan mendengarkan alat musik Dhol dimainkan sebelumnya. Yaitu pada saat Festival Tabut 2018.

Karena memang, setiap tahunnya pada tanggal 1-10 Muharram, salah satu alat musik etnik Indonesia ini digunakan dan dimainkan.

Menurut berbagai sumber bacaan, Dol memiliki pola pukul/tabuh yang berbeda dengan alan musik Fu dari Papua dan Udu alat musik perkusi dari Afrika. Dhol Bengkulu menggunakan pola pemukulan ganjil dengan menggunakan 2 buah tongkat/stik.

Pola pukul ganjil ini adalah satu-satunya di dunia, menjadikannya pola pukul yang unik dan langka.

Jadi sayang banget kan kalau tidak sempat atau kelewatan menyaksikan atraksi Dol di acara Festival Bumi Rafflesia (FBR) 2019 ini.

3 Jenis Pukulan Dhol

pola pemukulan ganjil dengan menggunakan 2 buah tongkat/stik
pola pemukulan ganjil dengan menggunakan 2 buah tongkat/stik. (Foto: Aries Pratama)

Cari-cari lagi informasi terkait alat musik khas Bengkulu ini, saya mendapatkan bahwa ada 3 jenis pukulan saat memainkan perkusi ini.

Ada pukulan tempo satu-satu yang disebut dengan suwari atau pukul beruji lego. Kemudian tamatam yaitu pukulan dengan tempo yang lebih cepat.

Dan pukulan ketiga adalah pukulan dengan tempo lambat yang disebut suwena atau meradai.

Terus terang saja, saya tidak mengerti kapan ketiga pukulan itu harus digunakan. Saat menyaksikan kali ini di acara Festival Bumi Rafflesia, sepertinya ketiga jenis pukulan itu ada ditampilkan.

Dhol di Festival Bumi Rafflesia

Salah satu yang membuat acara Festival Bumi Rafflesia 2019 (FBR) 2019 semakin meriah adalah adanya sajian 500 atraksi Dhol Bengkulu/Bencoolen Dhol Attraction. IKut dalam atraksi ini drummer terkenal Gilang Ramadhan.

Lebih serunya lagi, pada Bencoolen Dhol Attraction ini, ada kolaborasi dengan tarian etnik asal Korea dan Malaysia. Dikreasikan dengan membentuk formasi Bunga Rafflesia Raksasa. Sehingga penampilan semakin memukau ribuan pengunjung yang hadir yang rela hadir dan menunggu dari siang hari.

Gilang Ramadhan atraksi dhol Bengkulu - Aries Pratama - 2.jpg
Gilang Ramadhan beraksi. (Foto: Aries Pratama)
Penampilan dhol yang memikat
Penampilan dhol yang memikat. (Foto: Aries Pratama)

Penampilan Dhol yang Memikat

Para penabuh dhol sore itu benar-benar mengeluarkan energi mereka dalam menyajikan memainkan alat musik khas tersebut. Bukan hanya saat tempo cepat, di saat tempo lambat pun energi mereka tetap terpancar. Membuat kami yang melihatnya benar-benar terpukau.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang juga hadir turut senang melihat atraksi Dhol Bengkulu/Bencoolen Dhol Attraction tersebut. Dikatakannya, Bencoolen Dhol Attraction ini menjadi momentum “Dhol Bengkulu mengguncang dunia”. Keunggulannya memang luar biasa, bisa mewakili kesenian Indonesia dalam konteks dunia.

“Saatnya Dhol Bengkulu dikenal dunia internasional. Yakinkan dalam diri masyarakat Bengkulu bahwa kita punya potensi alat kesenian yang luar biasa. Kita harus bisa melestarikan dan mengembangkan Dhol yang kita cintai ini,” ungkap Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Pelataran Icon Pantai Panjang Bengkulu, Sabtu (20/7).

tarian etnik Korea - Aries Pratama
Kolaborasi dengan tarian etnik negara tetangga. (Foto: Aries Pratama)

Rohidin Mersyah menambahkan, melihat atraksi Dhol yang berkolaborasi dengan budaya beberapa negara tersebut semakin meyakinkan bahwa Dhol ini betul-betul mencerminkan Indonesia.

Saat dikolaborasikan dengan musik apapun, Dhol akan menyuguhkan harmoni yang sangat bagus dan menghibur.

Dalam rilis resmi Kementerian Pariwisata RI, Sabtu (20/7), Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management CoE Esthy Reko Astuty mengatakan, FBR memang layak masuk Top 100 CoE Wonderful Event.

Festival Dhol 2019 yang menjadi salah satu rangkaian event wisata Festival Bumi Rafflesia 2019 yang yang baru pertama kali masuk Top 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata RI, disajikan secara kolosal dan diaransemen musisi kelas nasional.

Dhol Bengkulu yang Memesona

Sungguh sebuah kesempatan luar biasa bisa menyaksikan atraksi Dhol sore itu. Tidak sia-sia kami datang dari jauh untuk menyempatkan diri menyaksikan sebuah performa yang menunjukkan semangat yang kuat.

Dari bandara Fatmawati Soekarno, siang itu kami buru-buru datang ke Pantai Panjang. Saat tiba ribuan masyarakat sudah menyemuti area Pantai Panjang menanti atraksi dhol dimulai.

Informasi penyedia jasa sewa mobil Bengkulu bisa kamu baca di:
* 10 Rental Mobil Bengkulu, Murah dan Bisa Lepas Kunci

Penampilan dhol diawali oleh Gilang Ramadhan yang solo perform menabuh dhol di tengah lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan masuknya penabuh dhol lain dan kolaborasi penampilan tarian etnik negara tetangga.

Walaupun atraksi Dhol Bengkulu ini hanya 20 menit, namun kesannya masih membekas hingga saya menulis artikel ini di rumah.