Khas dan Enak! Cobain 10 Kuliner Wonosobo Ini

Kuliner Wonosobo – Wonosobo yang sejuk selalu menjadi tujuan wisata favorit bagi banyak traveler. Bukan hanya menikmati berbagai obyek wisata yang seru, di Wonosobo kamu bisa menyantap ragam sajian makanan khas Wonosobo Jawa Tengah dan tiada duanya.

Beragam kuliner Wonosobo yang nikmat siap memanjakan lidah para traveler. Apalagi banyak juga kuliner Wonosobo yang legendaris. Tidak susah menemukan tempat makan di Wonosobo yang enak karena jumlahnya banyak.

Wonosobo memiliki banyak ragam kuliner tradisional yang wajib kau coba. Mulai dari mie ongklok, Tempe Kemul, geblek, carica (pepaya gunung), teh tambi, dan sebagainya.

Daftar Isi:

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, pada hari Sabtu (1/6), mengatakan bahwa; Kuliner Wonosobo juga sangat nikmat, selain alamnya yang indah. Banyak kuliner otentik di Wonosobo. Namanya juga unik dan sangat khas. Wonosobo ini memang destinasi wisata top. Di sini ada dataran tinggi Dieng yang sangat terkenal.

“Selalu ada rasa yang berbeda dari kuliner Wonosobo. Cita rasanya selalu memberikan experience yang berbeda. Hal ini yang selalu membuat wisatawan penasan dan ingin menikmatinya lagi. Pokoknya saat berada di Wonosobo harus menikmati beragam kuliner top khas daerah ini,” lanjutnya.

Menpar pun menambahkan, sentuhan khas selalu diberikan di kuliner Wonosobo.

Baca juga:
* 10 Kuliner Banjarnegara, Soto Krandegan dan Dawet Ayu Menantimu
* Kunjungi 12 Tempat Wisata di Banjarnegara Ini, Liburan Jadi Seru!

Daftar Tempat Makan dan Kuliner Wonosobo

Berikut ini daftar tempat makan dan kuliner Wonosobo yang bisa kalian kunjungi.

1. Mie Ongklok

Mie Ongklok - makanan khas wonosobo - @gitoeste
Mie Ongklok – makanan khas Wonosobo. (Foto: IG @gitoeste)

Mie ongklok adalah makanan khas Wonosobo dan sekitarnya. Mudah sekali kita temukan di banyak rumah makan, warung. Juga dijajakan pedagang mie ongklok keliling dengan gerobak.

Mi ongklok dibuat dengan menggunakan kol, potongan daun kucai, dan kuah kental berkanji yang disebut loh. Kol dan daun kucai adalah sayuran khas Wonosobo. Pendampingnya biasanya adalah tempe kemul, sate sapi, dan keripik tahu.

Disajikan khas, Mie Ongklok direbus menggunakan racikan bumbu rempah khusus. Lalu, dikombinasi dengan kubis, potongan daun kucai.

Kuah mie ongklok terbuat dari pati yang dicampur ebi, gula jawa, dan rempah. Kuah kental berkanji ini disebut ‘loh’.

Setelah sayuran yang sudah direbus disiram dengan kuah dan bumbu kacang, ditambahkan juga dengan merica dan bawang goreng agar lebih gurin dan nikmat.

Sedangkan nama Ongklok diambil dari nama semacam keranjang kecil dari anyaman bambu yang dipakai untuk membantu dalam perebusan mi. Khas daerah sekitar Wonosobo menggunakan ongklok, sehingga mi rebus ini dinamakan mie ongklok.

Kehangatan dan rasa juara siap disajikan Mie Ongklok. Di antaranya Mie Ongklok Longkrang di Jalan Pasukan Ronggolawe, Nomor 14, Wonosobo dan Mie Ongklok Muhadi di Jalan Jenderal A Yani, No. 1, Wonosobo.

Satu porsi mie ongklok: Rp. 8.000.
Sate daging: Rp. 20.000/10tusuk.

2. Carica

Carica Wonosobo - pepaya gunung - caricakucom
Carica Wonosobo – pepaya gunung di Dieng. (Foto: caricaku.com)

Kalau kamu traveling ke Dieng di Wonosobo, di sepanjang perjalanan akan melihat jajaran buah mirip pepaya namun ukurannya lebih kecil. Ya, Anda pasti sudah mengenalnya. Itulah Carica Dieng / Carica Wonosobo, atau dikenal dengan nama pepaya gunung.

Pepaya gunung memiliki nama latin Vasconcellea Cundinamarcencis, tumbuh subur di dataran tinggi seperti di Dieng. Idealnya tumbuh di ketinggian sekitar 1500-3000 meter dpl. Di Bali, pepaya gunung dikenal dengan nama gedang memedi.

Asal pepaya gunung/carica wonosobo, adalah dari dataran tinggi Andes, Amerika Selatan. Dibawa masuk ke Indonesia oleh pemerintahan Kolonial HIndia Belanda pada masa Perang Dunia II.

Dan akhirnya buah carica ini bisa tumbuh subur di dataran Dieng, sehingga menjadi buah khas Dieng Wonosobo.

Carica - buah khas dieng wonosobo - caricakucom
Carica. (Foto: caricaku.com)

Rasa buah carica ini sedikit asam dan berbau harum. Daging buahnya agak keras dan banyak biji di sekeliling rongganya. Buah carica mengandung banyak getah saat masih muda. Getahnya semakin berkurang ketika matang.

Produk olahan buah carica Dieng / Carica Wonosobo, antara lain; sirup, keripik, dodol, dan lainnya. Di negara asalnya, Amerika Selatan, buah carica diproduksi menjadi selai dan minuman ringan non alkohol.

3. Tempe Kemul

Tempe Kemul - kuliner wonosobo - @foodhunterwonosobo
Tempe Kemul – kuliner tradisional Wonosobo. (Foto: IG @foodhunterwonosobo)

Masyarakat Wonosobo memiliki cara sendiri untuk memberi label bagi kulinernya. Sebagai contohnya tempe kemul. Kuliner ini di daerah lain familiar sebagai gorengan tempe. Namun demikian, cita rasa tempe kemul sangat khas. Pas dan nikmat untuk dinikmati di udara sejuk Wonosobo.

Di beberapa daerah, tempe kemul dikenal dengan nama tempe mendoan. Bedanya kalau mendoan dimasak setengah matang, sedangkan tempe kemul ada tambahan kunyit untuk pewarna kuning. Makanan ini umumnya disuguhkan dalam keadaan panas.

Dinamakan tempe kemul karena memiliki lebar tepung yang luas sehingga terlihat seperti berselimut. Kemul dalam bahasa Jawa berarti selimut.

Tempe Kemul berbahan dasar tempe yang digoreng dengan dibalut gandum, pati / tepung singkong juga tepung beras. Biasanya ditambah dengan daun kucai untuk pelengkap.

Mudah menemukan tempe kemul di Wonosobo karena banyak dijual di kaki lima. uga bisa ditemukan di warung bakso dan mi ongklok.

4. Geblek

Geblek - kuliner khas wonosobo - @eat.foodlover
Geblek, cirengnya Wonosobo. (Foto: IG @eat.foodlover)

Geblek adalah makanan tradisional yang banyak ditemui di Wonosobo, khususnya di sentra-sentra oleh-oleh. Makanan ini dibuat dari bahan tepung tapioka dengan bumbu bawang yang digoreng gurih. Bentuknya bulat berwarna putih bersih dan diolah dengan cara digoreng.

Selain di Wonosobo, makanan ini juga populer sebagai jajanan khas dari daerah di Kabupaten Kulonprogo dan Purworejo. Masing-masing daerah memiliki citarasa unik. Gebleg dapat dinikmati dengan dimakan langsung atau dengan campuran saus kacang.[1]

Makanan geblek ini sering kali disamakan dengan cireng, karena bahan baku yang digunakan sama. Yang membedakan keduanya adalah bentuk dan ukuran. Geblek warnanya putih, berbentuk seperti angka delapan, dan memiliki tekstur yang kenyal saat dikunyah.

5. Soto EDS

Soto EDS - tempat makan di Wonosobo - @adipru
Soto EDS – tempat makan di Wonosobo dengan soto yang enak. (Foto: IG @adipru)

Kalau kamu mencari tempat makan di Wonosobo yang legend, bisa mampir ke Soto Sapi Khas Wonosobo EDS. Menempati 2 bangunan ruko di Jalan Jl. Ahmad Yani No.118, Wonosobo.

Penggemar Soto EDS ini dari berbagai kalangan dan dari lintas generasi. Rasa Soto Sapinya tak berubah sampai sekarang. Selain diramu oleh chef handal, soto sapi EDS hanya menggunakan bahan dan bumbu pilihan, sehingga menghasilkan cita rasa khas dan berbeda dengan soto yang lain.

Kuah Soto EDS bening dan segar, daging sapinya empuk dibentuk dalam potongan besar. Tambahan sambalnya yang khas dan jeruk nipis akan lebih memantapkan selera makan, dengan mengunci rasa soto yang nikmat.

Ada beberapa varian soto yang ditawarkan Soto EDS. Diantaranya soto ayam dan soto sapi. Rasanya jelas juara dengan komposisi racikan bumbu pas dan sempurna. Tekstur dangingnya juga halus. Rasanya semakin luar biasa karena kuahnya sangat gurih.

Selain soto, di sini juga disajikan bakso daging sapi dan bakso ikan. Bagaimana soal harga? Harganya sangat ramah.

6. White House Cafe

White House Cafe - cafe di wonosobo - @idafarida_69
White House Cafe – Cafe di Wonosobo yang asik jadi tempat nongkrong. (Foto: IG @idafarida_69

Traveling ke Wonosobo, rasanya belum lengkap kalau tidak menikmati suasana malam. Karena Wonosobo yang dikenal sejuk ini menawarkan pesona malam yang apik.

Saat cerah, gugusan gunung Sindoro dan Sumbing tampak elok. Kebayangkan kalau menikmati suasana Wonosobo sambil menikmati segelas kopi dan singkong goreng?

Kamu bisa mendapatkan suasana nyaman dan pemandangan elok Wonosobo di White House Café. Posisi kafe ini cukup strategis. karena dari cafe ini, kita bisa memandang kemegahan Gunung Sindoro dan Sumbing tanpa terhalang bangunan lain.

Juga menjadi tempat nongkrong di Wonosobo yang asik di malam hari. Bisa menikmati pemandangan elok deretan lampu kota Wonosobo.

Menu yang disuguhkan lebih banyak makanan lokal. tersedia berbagai jenis kopi dari berbagai daerah. Mulai dari kopi asli Wonosobo dan dari daerah lain.

White House Cafe (WH Café) menyuguhkan berbagai cemilan atau makanan ringan, baik makanan tradisional hingga internasional.

Coba lihat blognya: WH Café

Alamat
Jalan Sabak Alu, Nomor 121B, Alun-Alun Wonosobo.

7. Rumah Makan Dieng

Bukan hanya panoramanya yang sangat eksotis, kawasan Dataran Tinggi Dieng juga memiliki koleksi kuliner luar biasa. Tempatnya adalah Rumah Makan Dieng. Lokasinya berada di Jalan Raya Dieng Kulon, Wonosobo. Karena eksotis.

Berada di destinasi terbaik Dataran Tinggi Dieng, rumah makan ini menyajikan beragam kuliner dengan cita rasa juara. Ada ayam goreng yang sangat empuk dan gurih. Di sini juga tersedia beragam olahan lele dan daging sapi.

Bagi pecinta nasi goreng, maka Rumah Makan Dieng memang menjadi venuenya.

8. Sagon

Sagon - @foodhunterwonosobo
Sagon. (Foto: IG @foodhunterwonosobo)

Kamu pasti sudah tahu penganan yang satu ini. Sagon, makanan tradisional yang berbahan dasar tepung ketan dan parutan kelapa. Bentuknya bulat dengan cekungan di tengahnya, diolah dengan cara dibakar di atas bara arang.

Di Wonosobo, kamu bisa mendapatkan Sagon hanya di pasar induk Wonosobo. Langsung saja menuju lantai dua pasar tradisional terbesar di Wonosobo.

Di pasar ini ada 5 orang penjual Sagon yang membuka lapaknya dari pagi sampai sore, pukul 09.00 WIB – 16.00 WIB.

9. Teh Tambi

Teh Tambi - @vico.kuliner
Teh Tambi. (Foto: IG @vico.kuliner)

Wonosobo juga dikenal dengan perkebunan teh tambi yang berada di lereng Gunung Sindoro, Desa Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah.

Kebun teh Tambi yang di lahan seluas 270 hektar, sudah ada sejak tahun 1865. Desa Tambi yang sejuk ini berada di ketinggian lebih dari 1400 meter dpl. Merupakan daerah penghasil teh dan tehnya merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Dari zaman pendudukan Belanda sampai saat ini, kebun teh Tambi terus berproduksi. Selain menikmai tehnya, asik juga jalan-jalan di perkebunan teh yang sejuk. Sangat menarik melihat langsung bagaimana daun teh diolah, mulai dari proses pemetikan sampai menjadi secangkir teh yang siap diminum.

Kalau kamu berminat ada paket wisata kebun teh Tambi, disediakan oleh pengelola kebun teh.

10. Dendeng Gepuk

Dendeng Gepuk - @kjwonosobo
Dendeng Gepuk. (Foto: IG @kjwonosobo)

Ada lagi makanan khas Wonosobo yang bisa bikin kamu ketagihan saat memakannya selain mi ongklok dan tempe kemul. Namanya dendeng gepuk. Dinamakan demikian karena dalam proses pembuatannya, daging sapi digepuk sampai pipih.

Di daerah lain juga sebenarnya ada dendeng gepuk, tapi dendeng gepuk Wonosobo ini memiliki rasa yang berbeda. Penggunaan rempah-rempah dan bumbu yang khaslah jawabannya. Rasa dendeng gepuk Wonosobo jadi gurih tapi ada manis-manisnya.

Warga Wonosobo biasanya makan dendeng gepuk ini bersama dengan nasi putih dan sambal bajak.

Dendeng Gepuk bisa juga kamu beli untuk oleh-oleh orang tercinta di rumah. Karena dendeng gepuk Wonosobo disajikan kering dan bisa lebih tahan lama.

Kamu bisa mampir di toko oleh-oleh untuk membelinya dalam bentuk kemasan.

Baca juga tempat wisata dan kuliner Banjarnegara, tetangganya Wonosobo:
* 10 Kuliner Banjarnegara, Soto Krandegan dan Dawet Ayu Menantimu
* Kunjungi 12 Tempat Wisata di Banjarnegara Ini, Liburan Jadi Seru!

Kuliner Wonosobo yang Memesona

Bagaimana menurutmu makanan khas Wonosobo dan beberapa tempat makan di Wonosobo di artikel ini? Sudah ada yang pernah kamu cicip rasanya? Kalau melihat dari foto-fotonya, sudah terbayang sih rasa lezatnya ya.

Sebenarnya masih ada beberapa makanan khas Wonosobo lain yang belum masuk di daftar ini. Kalau sudah dapat bahannya akan kami update lagi.

Tapi yang terpenting, semoga sudah cukup mewakili kalau ada yang bertanya-tanya tentang wisata kuliner Wonosobo ya.

Rekomendasi banget untuk mencoba mie ongklok, dendeng gepuk, carica/pepaya gunung, geblek, dan tempe kemul. Dan jangan lupa mampir ngopi di WH Cafe.

Menikmai kuliner Wonosobo ini bisa menambah serunya traveling kamu ke berbagai tempat wisata di Wonosobo. Liburan jadi semakin berkesan dan ingin kembali.

Selamat berlibur dan menikmati kuliner Wonosobo yang khas.

Mari berbagi