Berkunjung ke Gedung Perjanjian Linggarjati di Kuningan

Foto Gambar Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 9
latar belakangnya Gunung Ciremai. (Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Ramah Traveler – Setahun lalu saya berkunjung ke Kuningan untuk melihat Festival Agklung Internasional. Diadakan di pekarangan Gedung Perjanjian Linggarjati yang luas. Perjalanan kali ini menjadi menarik. Bisa mengunjungi dan melihat langsung gedung museum yang memiliki sejarah ini.

Gedung Perjanjian Linggarjati adalah sebuah rumah yang menjadi lokasi perundingan antara Indonesia dan Belanda dengan mediasi Inggris. Perundingan berlangsung 2 hari, tanggal 11-12 November 1946, menghasilkan Perjanjian Linggarjati.

Baca juga:
* Suasana Asri dan Sejuk di Curug Putri Palutungan Kuningan

Rumah ini kemudian kita kenal sebagai Gedung Perundingan Linggarjati atau Gedung Naskah Linggarjati.

Pemandangan alam di sekitar gedung masih asri. Banyak pepohonan dengan latar belakang Gunung Ciremai di sebelah barat gedung. Udaranya juga sejuk, asyik buat dikunjungi bersama keluarga atau kawan-kawan.

Lokasi

Museum Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 10
(Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Gedung/rumah yang saat ini sudah menjadi museum ini berjarak sekitar 13 kilometer dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Kuningan. Dengan waktu tempuh sekitar 3o menit.

Secara administratif, masuk wilayah Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.

Peta

Bisa lihat lokasi tepatnya di Google Map di bawah ini.

Kalau bepergian dengan kendaraan sendiri, bisa cari rute terdekat melalui aplikasi peta di HP.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Museum Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 5
(Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Saat acara Festival Angklung, dilangsungkan di halaman bagian bawah. Kami tidak dikenakan biaya saat memasuki area halaman. Kurang faham juga ya kalau di hari lain. Kalaupun tetap harus bayar, tidak mahal kok guys.

Saat hendak masuk ke bagian dalam museum, baru ada petugas penjaga yang melayani retribusi/pembelian tiket masuk.

Harga tiket masuk Gedung Perjanjian Linggarjati: Rp. 2.000/orang

Berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Sejarah Gedung Perundingan Linggarjati

Museum Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 3
Diorama sidang. (Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Dulu waktu masih belajar di masa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sering deh membahas sejarah Perundingan Lingarjati. Baca lengkapnya mengenai isi perundingan di link Wikipedia ini,

Sekarang sudah banyak lupa 🙂

Bertandang ke Museum ini, saya jadi mengingat kembali ada sejarah yang perlu kita ingat dari tempat ini.

Awalnya gedung ini (1918) adalah sebuah rumah milik Ibu Jasitem. Dibeli oleh Tersana, seorang berkebangsaan Belanda di tahun 1921, yang lalu dirombaknya menjadi semi permanen.

Menjadi bangunan permanen di tahun 1930, yang kemudian menjadi tempat tinggal Van Oot Dome. Heiker mengontrak bangunan ini di tahun 1935, yang lalu dijadikannya sebuah hotel bernama Rustoord.

Hotel ini berganti nama menjadi Hokay Rokan saat pemerintahan Jepang. Setelah Proklamasi Kemerdekaan di Tahun 1945, berganti nama lagi menjadi Hotel Merdeka.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda menggunakan Hotel Merdeka ini sebagai tempat perundingan di tahun 1946. Tepatnya di tanggal 11 dan 12 November 1946.

Karena peristiwa inilah, gedung ini juga diberi nama ‘Gedung Naskah Linggarjati’.

Foto Gambar Museum Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 7
(Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Perundingan tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan pada tanggal 15 November 1946 di Istana Merdeka Jakarta. Lalu dilanjutkan dengan penandatanganan oleh kedua negara di tanggal 25 Maret 1947.

Di saat aksi militer tentara II tahun 1948-1950, sempat menjadi markas tentara Belanda.

Kemudian ditempati oleh Sekolah dasar Negeri Linggajati di tahun 1950 hingga 1975.

Dan saat ini kalau kamu berkunjung kemari, gedung ini sudah berfungsi sebagai museum.

Begitu kira-kira sejarah singkatnya dari Gedung Perjanjian Linggarjati ini.

Koleksi

Namanya juga museum, pasti ada dong koleksinya yang bisa dilihat oleh pengunjung. Apa saja yang bisa kita lihat disini?

Bagian Luar Gedung

Foto Gambar Gedung Perundingan Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 11
(Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Yang pertama, yang pasti adalah gedungnya. Karena gedung lokasi Perjanjian Linggarjati ini. Saya berkeliling gedung sebelum masuk dan setelah berkeliling di dalam.

Suasana dan penampakannya bikin betah. Adem dan asyik buat foto-foto. Dindingnya khas banget bergaya lama. Dengan susunan batu di bagian bawah sekitar sepertiga tinggi dinding. Lalu dinding semen polos di sisanya keatas.

Ada banyak pintu dengan jendela kaca. Jendela kaca tertutup berada di samping kiri kanan pintu.

Ruang Sidang

Ruang Sidang Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 6
Ruang Sidang Linggarjati. (Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Didalam gedung, kita bisa melihat sebuah kotak kaca berisikan diorama Perundingan Linggarjati. Ada beberapa patung kecil yang lengkap dengan nama-nama yang hadir dalam perundingan saat itu.

Sedangkan setting ruangannya, sama seperti yang ada di diorama tersebut. Susunan meja dan kursi, ada nama-nama di setiap kursi atau meja. Menandakan siapa saja yang duduk di situ.

Ada rak lemari kayu berukuran besar di dekat meja notulen. Sebuah piano berada di sisi salah satu lemari tersebut.

Dan Berbagai foto hitam putih di dinding yang merekam suasana perundingan.

Kamar

Kamar di Gedung Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 4
(Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Setelah dari ruang ini kita bisa melihat-lihat 4 kamar tidur yang berada di sebelah utara ruang sidang. Salah satu kamar tersebut ditempati oleh Prof. Schemerhon.

Untuk melihat 4 kamar tersebut, kita harus melalui sebuah lorong dengan lebar sekitar 1,5 meter. Pintu masuk kamar memiliki kisi-kisi dengan motif belah ketupat.

Beberapa kamar lain berada di dekat dapur di sebelah selatan ruang sidang. Untuk menuju dapur dan kamar-kamar tersebut kita juga akan melewati lorong serupa.

Benda-benda Antik

Foto Gambar Koleksi Museum Perundingan Linggarjati Kuningan Jawa Barat - ramahtraveler.com - Yopie Pangkey - 1
Ada sebuah piano di samping lemari rak besar di ruang sidang. (Gambar: dok. ramahtraveler.com)

Selain beberapa benda antik yang sudah disebut diatas, disini kita bisa melihat berbagai item lain.

Seperti lemari kaca, kaca rias, juga ada bendera Indonesia, Belanda, dan Inggris. Serta berbagai keramik berbentuk piring, teko, botol, dan lainnya.

Recommended

Begitulah cerita perjalanan saya saat mengunjungi lokasi Perjanjian Linggarjati. Terlepas dari pro kontra isi perjanjian saat itu, gedung ini tetap memiliki sejarah unik yang layak kita ketahui.

Baca juga:
* Liburan Asyik, Jelajahi 10 Tempat Wisata di Kuningan

Gedung Perjanjian Linggarjati, yang sekarang sudah menjadi museum, layak juga kamu datangi. Ajak keluarga ajak anak-anak. Belajar sejarah bersama dengan datang dan melihat langsung suasananya. Pemandangan alam disekitar juga bagus. Kita bisa berkeliling dan foto-foto di dalam atau di halamannya yang luas.