Apa itu kartu anak jakarta?

apa itu kartu anak jakarta
www.kompas.com, Kamis, 02 Desember 2021 Kartu Anak Jakarta (KAJ) merupakan salah satu program Pemprov DKI Jakarta berbentuk bantuan sosial untuk kebutuhan dasar anak di jakarta. Bantuan yang diberikan berupa uang sebesar Rp 300.000 per bulan selama satu tahun dan bisa dicairkan melalui ATM Bank DKI.

Dilansir dari lama Pemprov DKI Jakarta, penerima KAJ juga bisa mendapatkan akses gratis naik Transjakarta, kemudahan membeli pangan bersubsidi dan terdaftar sebagai anggota JakGrosir. KAJ tidak didaftarkan langsung melalui perorangan, tetapi ditetapkan dari musyawarahdi kelurahan masing-masing wilayah.

Setelah ditentukan melalui musyawarah, Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta akan melakukan verifikasi dan validasi data. Adapun kriteria penerima KAJ tertulis dalam Peraturan Gubernur Nomor 96 Tahun 2019, yaitu:

Anak Usia Dini berusia 0 (nol) sampai dengan 6 (enam) tahun Memiliki NIK daerah serta bertempat tinggal atau berdomisili di Jakarta Terdaftar dan ditetapkan dalam Data Terpadu Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu Berada di luar Panti Sosial Pemerintah dan Pemerintah Daerah

Namun, status penerima KAJ bisa diberhentikan dengan kondisi tertentu sebagai berikut:

Meninggal dunia Pindah tempat tinggal ke luar daerah Menggunakan bantuan bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar Tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan

Syarat pengambilan KAJ Penyaliran KAJ dilakukan dengan cara mentransfer dana bantuan rekening orang tua atau wali anak. Pencairan dana KAJ akan diinformasikan lewat Dinas Sosial DKI Jakarta dan bisa diambil dengan menyiapkan berkas berikut:

Membawa kartu tanda penduduk (KTP) orangtua (fotokopi dan asli) Membawa kartu keluarga (KK) (fotokopi dan asli) Membawa akta kelahiran anak (fotokopi dan asli)

Kartu Anak Jakarta untuk Siapa?

PR DEPOK – Dana bantuan Kartu Anak Jakarta ( KAJ ) Rp300.000 sudah cair sejak 15 Desember 2021, Kartu Anak Jakarta atau KAJ Rp300.000 merupakan dana bantuan dari Pemprov DKI, diperuntukkan bagi anak dari keluarga prasejahtera. Dana KAJ diberikan sebesar Rp300.000, untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Kriteria Penerima Kartu Anak Jakarta KAJ Rp300 Ribu yang Cair Bulan Desember 2021 Bagi Anda yang ingin mendapatkan dana bantuan Kartu Anak Jakarta atau KAJ Rp300.000, dapat mencairkannya dengan membawa persyaratan dokumen yang dibutuhkan. Pencairan dana bantuan KAJ Rp300.000 dapat dilakukan melalui lembaga penyalur Bank DKI atau ATM Bank DKI, melalui nomor rekening orang tua anak.

Orang tua yang akan mencairkan dana bantuan Kartu Anak Jakarta atau KAJ Rp300.000, bisa segera mengunjungi bank DKI atau ATM Bank DKI. Baca Juga: Spoiler ‘Bad and Crazy’, Drama Aksi Korea Penuh Konflik yang Menegangkan! Berikut cara dapat dana bantuan Kartu Anak Jakarta KAJ Rp300.000, dengan hanya membawa dokumen berikut ini:

KAJ itu bantuan apa?

Melansir laman instagram @dinsosdkijakarta, pencairan dana Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dilakukan secara bertahap mulai hari Selasa, 16 Agustus 2022 pukul 17.00 WIB. Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 16 Agustus 2022 menyampaikan, “dana yang cair bagi penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ) adalah sebesar Rp2.400.000,- kepada 59.759 penerima baru, kemudian bagi penerima Kartu Anak Jakarta (KAJ) bervariatif sesuai dengan rentang usia penerima mulai dari Rp300.000,- sampai dengan Rp1.200.000,- kepada 7.118 penerima baru dan penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) sebesar Rp1.200.000,- kepada 7.461 penerima baru.

  1. Adapun dana yang ditransfer merupakan rapelan dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2022.
  2. Sementara itu, bagi penerima lama akan berlanjut di salurkan mulai hari Kamis dan Jumat, 18-19 Agustus 2022 ini”.
  3. Sebagaimana diketahui, Kartu Lansia Jakarta (KLJ) adalah program pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia berusia 60 tahun keatas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya, Kartu Anak Jakarta adalah program pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak seperti pemenuhan kebutuhan nutrisi susu anak, makanan bergizi, dan keperluan penunjang lainnya yang mendukung perkembangan anak usia 0 sampai 6 tahun. Terakhir, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) merupakan salah satu program bantuan yang bertujuan untuk mencegah kerentanan sosial bagi para penyandang disabilitas di DKI Jakarta, serta memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Masing-masing dari penerima bantuan tersebut akan mendapatkan dana bantuan per bulan sebesar Rp600.000,- untuk Kartu Lansia Jakarta (KLJ) dan Rp300.000 untuk Kartu Anak Jakarta (KAJ) dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). KLJ, KAJ dan KPDJ sendiri berbentuk kartu ATM yang diterbitkan oleh Bank DKI yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan transaksi oleh pemegang kartu.

juga memiliki manfaat lain berupa gratis naik Transjakarta, kemudahan membeli pangan bersubsidi, hingga terdaftar secara otomatis sebagai anggota JakGrosir. Lebih lanjut, Herry menghimbau kepada nasabah penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ tersebut agar senantiasa berhati-hati dan waspada, serta tidak memberikan PIN kepada orang lain yang tidak berkepentingan.

Ia juga mengingatkan kepada nasabah penerima KLJ, KAJ, KPDJ dan bantuan sosial lainnya untuk waspada dan berhati-hati terhadap informasi tidak resmi yang mengatasnamakan Bank DKI, “untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center Bank DKI di nomor telp 1500-351 atau mengunjungi website resmi Bank DKI di www.bankdki.co.id”, tambah Herry.

Agar lebih mudah dalam melakukan monitoring transaksi, Herry juga mengajak kepada penerima KLJ, KAJ dan KPDJ untuk dapat mendownload aplikasi JakOne Mobile. “melalui JakOne Mobile, pemegang kartu bantuan sosial dapat melakukan monitoring transaksi dana bantuan sosial yang masuk dan keluar hingga melakukan berbagai transaksi perbankan secara non tunai melalui fitur Scan to Pay”, tutup Herry

Apa kegunaan kartu Anak Jakarta?

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 96 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi Anak, setiap anak berhak atas kehidupan yang sejahtera dan mendapatkan perlindungan dari lingkungan tempat ia tumbuh. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan sosial untuk anak melalui Kartu Anak Jakarta (KAJ).

Kartu Anak Jakarta untuk usia berapa?

Cara Daftar Kartu Anak Jakarta : Kriteria Penerima – Kartu Anak Jakarta ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi anak dari keluarga prasejahtera berusia 0 sampai 6 tahun. Selain itu, penerima KAJ ditetapkan melalui musyawarah kelurahan di wilayah masing-masing dan kemudian akan diverifikasi dan divalidasi oleh Pusdatin Jamsos Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.

  1. Anak Usia Dini berusia 0 sampai 6 tahun.
  2. Memiliki NIK daerah serta bertempat tinggal atau berdomisili di Jakarta.
  3. Terdaftar dan ditetapkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
  4. Berada di luar Panti Sosial Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, Penerima KAJ dapat diberhentikan jika anak tersebut:

  1. Meninggal dunia.
  2. Pindah tempat tinggal ke luar Jakarta.
  3. Graduasi mandiri
  4. Sudah tidak sesuai dengan kriteria penerima bansos PKD Anak.

Berapa jumlah uang kartu Anak Jakarta?

JAKARTA, KOMPAS.com – Kartu Anak Jakarta ( KAJ ) merupakan salah satu program Pemprov DKI Jakarta berbentuk pemberian bantuan sosial untuk kebutuhan dasar anak di Jakarta. Bantuan yang diberikan berupa uang sebesar Rp 300.000 per bulan selama satu tahun dan bisa dicairkan melalui ATM Bank DKI.

  • Dilansir dari laman Pemprov DKI Jakarta, penerima KAJ juga bisa mendapatkan akses gratis naik Transjakarta, kemudahan membeli pangan bersubsidi dan terdaftar sebagai anggota JakGrosir.
  • AJ tidak didaftarkan langsung melalui perorangan, tetapi ditetapkan dari musyawarah di kelurahan masing-masing wilayah.
See also:  Mengapa tanaman khas jakarta semakin langka?

Setelah ditentukan melalui musyawarah, Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta akan melakukan verifikasi dan validasi data. Adapun kriteria penerima KAJ tertulis dalam Peraturan Gubernur Nomor 96 Tahun 2019, yaitu: 1. Anak Usia Dini berusia 0 (nol) sampai dengan 6 (enam) tahun 2.

Memiliki NIK daerah serta bertempat tinggal atau berdomisili di Jakarta 3. Terdaftar dan ditetapkan dalam Data Terpadu Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu 4. Berada di luar Panti Sosial Pemerintah dan Pemerintah Daerah Namun, status penerima KAJ bisa diberhentikan dengan kondisi tertentu sebagai berikut: 1.

Meninggal dunia 2. Pindah tempat tinggal ke luar daerah 3. Menggunakan bantuan bukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar 4. Tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan Syarat pengambilan KAJ Penyaluran KAJ dilakukan dengan cara mentransfer dana bantuan rekening orangtua atau wali anak.

  • Pencairan dana KAJ akan diinformasikan lewat Dinas Sosial DKI Jakarta dan bisa diambil dengan menyiapkan berkas berikut: 1.
  • Membawa kartu tanda penduduk (KTP) orangtua (fotokopi dan asli) 2.
  • Membawa kartu keluarga (KK) (fotokopi dan asli) 3.
  • Membawa akta kelahiran anak (fotokopi dan asli) Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.

Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

KAJ untuk anak usia berapa?

Syarat Pengambilan Kartu Anak Jakarta – Bantuan Kartu Anak Jakarta akan disalurkan dengan cara transfer ke rekening orang tua atau wali anak. Berdasarkan informasi yang disampaikan Dinas Sosial Jakarta, berikut ini syarat pencairan dana bantuan Kartu Anak Jakarta: Baca juga: Syarat dan Cara Daftar NPWP Online dan Offline – Membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua (fotokopi dan asli) – Membawa Kartu Keluarga (KK) (fotokopi dan asli) – Membawa akta kelahiran anak (fotokopi dan asli) Pendaftaran dan pemberian dana KAJ dilakukan tanpa pungutan biaya.

Jika menemukan kasus pungli, silakan melapor via Call Center di nomor 021-4265225 atau melalui WhatsApp di nomor 0821-11420717. (Penulis: Akhdi Martin Pratama) Sumber: KOMPAS.com Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Bansos KAJ kapan cair 2022?

HARIANTERBIT.com – Melansir laman instagram @dinsosdkijakarta, pencairan dana Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dilakukan secara bertahap mulai Selasa, 16 Agustus 2022 pukul 17.00 WIB.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, dana yang cair bagi penerima Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) adalah sebesar Rp2.400.000 kepada 59.759 penerima baru. “Kemudian bagi penerima Kartu Anak Jakarta (KAJ) bervariatif sesuai dengan rentang usia penerima mulai dari Rp300.000 sampai dengan Rp1.200.000 kepada 7.118 penerima baru,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga: Kebakaran di Tambora Tewaskan Enam Orang, Ariza: Pembangunan Rumah Susun jadi Solusi yang Tepat Sementara, lanjut dia, penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) sebesar Rp1.200.000 diberikan kepada 7.461 penerima baru. Ia mengungkapkan, dana yang ditransfer tersebut, merupakan rapelan dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2022.

Bagi penerima lama akan berlanjut di salurkan mulai hari Kamis dan Jumat, 18-19 Agustus 2022 ini,” ucapnya. Sebagaimana diketahui, Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) adalah program pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia berusia 60 tahun keatas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Selanjutnya, Kartu Anak Jakarta adalah program pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak seperti pemenuhan kebutuhan nutrisi susu anak, makanan bergizi, dan keperluan penunjang lainnya yang mendukung perkembangan anak usia 0 sampai 6 tahun.

Baca Juga: Rakornas Inflasi 2022, Jokowi Minta Pusat dan Daerah Komunikasi Untuk Tekan Kenaikan Harga Komoditas Terakhir, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) merupakan salah satu program bantuan yang bertujuan untuk mencegah kerentanan sosial bagi para penyandang disabilitas di DKI Jakarta, serta memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Masing-masing dari penerima bantuan tersebut akan mendapatkan dana bantuan per bulan sebesar Rp600.000 untuk Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) dan Rp300.000 untuk Kartu Anak Jakarta (KAJ) dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). KLJ, KAJ dan KPDJ sendiri berbentuk kartu ATM yang diterbitkan oleh Bank DKI yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan transaksi oleh pemegang kartu.

Juga, memiliki manfaat lain berupa gratis naik Transjakarta, kemudahan membeli pangan bersubsidi, hingga terdaftar secara otomatis sebagai anggota JakGrosir. Baca Juga: KLHK Galang Komitmen Stop Wariskan Sampah dengan Galakkan Daur Ulang Lebih lanjut, Herry mengimbau kepada nasabah penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ tersebut agar senantiasa berhati-hati dan waspada.

KAJ cair setiap tanggal berapa?

access_time Jumat, 08 April 2022 20:57 WIB remove_red_eye 4748 person Reporter : Aldi Geri Lumban Tobing person Editor : Andry Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi setiap warga. Untuk itu, program bantuan sosial (bansos) terus diupayakan.

Dilakukan secara bertahap, dimulai hari ini Melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dan Kartu Anak Jakarta (KAJ), awal tahun ini dicairkan mulai hari ini, Jumat (8/4/2022). Pencairan ini merupakan akumulasi dari Januari hingga April 2022. Para penerima bansos KLJ akan menerima bantuan sebesar Rp 2.400.000,-, yang merupakan akumulasi dengan besaran Rp600.000- setiap bulannya.

Dinsos Siagakan 439 Personel di 44 Titik Rawan PPKS Sedangkan penerima bansos KPDJ dan KAJ akan menerima Rp 1.200.000, dengan besaran Rp300.000,- setiap bulannya. “Penyaluran bansos KLJ, KPDJ dan KAJ dilakukan secara bertahap, dimulai hari ini. Untuk sisanya, akan ada pendistribusian rekening dan kartu ATM bagi penerima bansos baru, yang jadwalnya akan diinformasikan lebih lanjut,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Jumat (8/4).

  • Adapun jumlah penerima bansos KLJ sebanyak 104.448 orang, jumlah penerima KPDJ sebanyak 14.230 orang dan jumlah penerima KAJ sebanyak 10.553 anak.
  • Premi juga menjelaskan, karena dilakukan penyempurnaan data, maka penerima lama yang sudah meninggal dunia, pindah alamat ke luar DKI Jakarta, tidak ditemukan keberadaannya, usianya lebih dari 6 tahun (bagi penerima KAJ ) tidak akan mendapat bansos lagi.

Untuk diketahui, penerima bansos PKD (Pemenuhan Kebutuhan Dasar) merupakan masyarakat miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penetapan Agustus 2021, yang kemudian ditentukan melalui musyawarah kelurahan. Sedangkan bagi masyarakat yang merasa berhak mendapatkan bantuan ini tapi belum pernah dapat bantuan, dapat mendaftarkan diri melalui mekanisme pendaftaran DTKS.

  1. Informasi jadwal dan persyaratan DTKS dapat diperoleh melalui Petugas Pendata dan Pendamping Sosial di Kantor Kelurahan setempat dan/atau Kepala Satuan Pelaksana Sosial di Kantor Kecamatan setempat.
  2. Penarikan dana bansos dapat dilakukan melalui mesin ATM Bank DKI.
  3. Apabila Kartu ATM hilang, dapat melakukan pemblokiran terlebih dahulu dan menghubungi Call Center Bank DKI di nomor telpon (021) 1500351.
See also:  Mengapa di dki jakarta memerlukan penghijauan kota?

Jika terdapat pertanyaan dan keluhan dalam pendistribusian bantuan pada program bansos, masyarakat dapat menyampaikan melalui Call Center Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta pada nomor telepon: (021) 2268424 atau melalui Kepala Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan di masing-masing wilayah.

Apakah kartu KIA itu penting?

‘ KIA memang wajib diurus sebagai identitas anak usia 1-17 tahun sebagai pengganti KTP.

Kenapa anak harus memiliki KIA?

JAKARTA, KOMPAS.com – Anak-anak Indonesia kini telah memiliki kartu identitas anak yang berfungsi layaknya kartu tanda penduduk bagi orang dewasa. Adapun kartu identitas anak merupakan tanda pengenal bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berusia di bawah 17 tahun.

Baca juga: Cara Merevisi Data pada Kartu Identitas Anak Ketentuan mengenai kartu identitas anak diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak, Dalam Pasal 2 Permendagri itu disebutkan tujuan adanya kartu identitas anak yakni untuk meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 juga disebutkan ada dua jenis kartu identitas anak yang diterbitkan yakni untuk anak usia 0-5 tahun dan 5-17 tahun. Dengan demikian, masyarakat yang memiliki balita sudah bisa melakukan proses pembuatan kartu identitas anak.

Karti identitas anak digunakan untuk persyaratan mendaftar sekolah. Kartu identitas anak digunakan sebagai syarat mengurus perbankan, yaitu ketika anak ingin memiliki tabungan sendiri. KIA digunakan sebagai syarat mendaftar BPJS. Kartu identitas anak digunakan untuk mengurus klaim asuransi. Hal ini dalam kasus jika si anak mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, KIA adalah alat untuk mengidentifikasi dan juga mengurus klaim kesehatan. Kartu identitas anak digunakan dalam pengurusan imigrasi. KIA juga berfungsi untuk mencegah perdagangan anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Pentingkah KIA untuk anak?

Fungsi Kartu Identitas Anak (KIA) – Terakhir, ada baiknya, Toppers juga memahami manfaat pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) ini. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 2 Tahun 2016, berikut adalah beberapa fungsi yang didapatkan oleh anak apabila sudah memiliki KIA:

  1. Melindungi pemenuhan HAK anak.
  2. Menjamin akses sarana umum.
  3. Mencegah terjadinya perdagangan anak.
  4. Menjadi bukti identifikasi diri saat anak sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk.
  5. Memudahkan anak untuk mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi.

Baca Juga:

  • Masa Pubertas pada Remaja dan Perubahan Tubuh yang Terjadi
  • Tips Memilih SD yang Mendukung Perkembangan Belajar Anak

Nah, itu dia informasi seputar Kartu Identitas Anak (KIA), mulai dari syarat, cara membuat, hingga fungsinya. Apabila Toppers belum mengurus KIA untuk anak, segera buat KIA agar anak bisa menikmati berbagai manfaatnya. Terlebih lagi, KIA juga menjadi salah satu persyaratan untuk pendaftaran sekolah anak, pembukaan tabungan, dan pendaftaran jaminan kesehatan BPJS, lho. Penulis: Oeren Lee

Bantuan dari DTKS apa saja?

KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan untuk warga terdampak pandemi Covid-19 yang kurang mampu. Adapun masyarakat yang dimaksud masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Melansir dari situs resmi Kementerian Sosial RI, DTKS meliputi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Penerima Bantuan dan Pemberdaan Sosial serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

  1. DTKS memuat 40 persen penduduk yang mempunyai status kesejahteraan sosial terendah.
  2. Ada banyak jenis bantuan DTKS yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
  3. Sedangkan, jenis bantuan DTKS yang bersumber dari APBD DKI Jakarta, yakni Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Kartu Lansia Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).

Untuk masuk dalam DTKS, peserta harus mendaftarkan diri. Bisa secara langsung dengan mendatangi kepala desa atau lurah atau bisa melalui online. Pendaftaran tahap II sendiri sudah dibuka mulai tanggal 9-28 Mei 2022. Baca juga: Siswa Ingin Dapat KJP Plus dan KJMU? Segera Daftar DTKS 2022

KJP plus bantuan apa?

5. PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) – Total dana yang bisa dipakai: Rp 300 ribu Adapun menurut unggahan akun Instagram P4OP Disdik DKI Jakarta, dana KJP Plus tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan rutin, pembiayaan masuk perguruan tinggi, dan pembiayaan berkala.

Berikut rinciannya.1. Biaya Rutin Uang saku Transport 2. Biaya Persiapan Masuk Perguruan Tinggi Pembelian formulir pendaftaran perguruan tinggi Pembelian buku persiapan masuk perguruan tinggi Mengikuti ujian seleksi masuk perguruan tinggi 3. Biaya Berkala Alat tulis dan perlengkapan sekolah Buku dan penunjang pelajaran Alat dan/atau bahan praktik Seragam sekolah dan kelengkapannya Pangan bersubsidi Kacamata Alat bantu pendengaran Kalkulator scientific Alat simpan data elektronik Obat-obatan yang tidak tergolong dalam zat adiktif Sepeda Komputer/laptop Alat bantu disabilitas untuk peserta didik berkebutuhan khusus Sementara, dana KJP Plus dalam status keadaan darurat dapat digunakan sebagai pembiayaan kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Kemudian, dana bantuan juga dapat digunakan secara tunai ataupun nontunai. Untuk diketahui, KJP Plus merupakan program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.

  1. Siswa yang berhak menerima KJP Plus harus terdaftar dan masih aktif di salah satu satuan pendidikan di Provinsi DKI Jakarta dan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), DTKS Daerah dan/ atau data lain yang ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.
  2. Berkaca pada tahap sebelumnya, total penerima bantuan pada KJP Plus Agustus 2022 tersebut sebanyak 849.170 peserta didik.

Dengan rincian ada 409.959 siswa SD/MI, 226.669 siswa SMP/MTs, 70.763 siswa SMA/MA, 139.263 siswa SMK, dan 2.516 peserta didik PKBM di DKI Jakarta. Simak Video ” Nasabah Geruduk Kantor KSP Sejahtera Bersama, Tagih Pencairan Rp 90 M ” (rah/pal)

Apa itu kepanjangan dari KAJ?

PORTAL PURWOKERTO – Apa itu KAJ ?Kepanjangan KAJ adalah Kartu Anak Jakarta. Berapa besaran dana bantuan tersebut? Bantuan KAJ diberikan pemerintah senilai Rp300 ribu per bulan selama satu tahun yang diberikan bagi anak dari keluarga prasejahtera yang berusia 0-6 tahun.

Program KAJ merupakan upaya pemerintah untuk mendukung perkembangan anak usia dini. Sebelumnya, KAJ diresmikan pada 26 Maret 2021 sebagai bentuk kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Bank DKI. Baca Juga: Apa Itu KLJ? Kepanjangan KLJ, KJMU, PBI, dan KPDJ dan Begini Cara Dapat Bansos KLJ 2022 Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 96 Tahun 2019 tentang Pemberian Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi Anak, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dari lingkungan tempat ia tumbuh.

Oleh arena itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan sosial untuk anak melalui Kartu Anak Jakarta ( KAJ ). Dengan begitu, adanya KAJ diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar anak seperti susu, makanan bergizi, penunjang lain dan keperluan yang mendukung tumbuh kembang anak.

See also:  Jurusan yang ada di uin jakarta?

Bantuan dari DTKS apa saja?

KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan bantuan untuk warga terdampak pandemi Covid-19 yang kurang mampu. Adapun masyarakat yang dimaksud masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Melansir dari situs resmi Kementerian Sosial RI, DTKS meliputi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Penerima Bantuan dan Pemberdaan Sosial serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

  1. DTKS memuat 40 persen penduduk yang mempunyai status kesejahteraan sosial terendah.
  2. Ada banyak jenis bantuan DTKS yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
  3. Sedangkan, jenis bantuan DTKS yang bersumber dari APBD DKI Jakarta, yakni Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Kartu Lansia Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).

Untuk masuk dalam DTKS, peserta harus mendaftarkan diri. Bisa secara langsung dengan mendatangi kepala desa atau lurah atau bisa melalui online. Pendaftaran tahap II sendiri sudah dibuka mulai tanggal 9-28 Mei 2022. Baca juga: Siswa Ingin Dapat KJP Plus dan KJMU? Segera Daftar DTKS 2022

Kapan pendaftaran KAJ 2022 dibuka?

TRIBUNNEWS.COM – Simak cara mendaftar DTKS DKI Jakarta tahun 2022 secara online. Menurut Ingub No.2 tahun 2022, pendaftaran DTKS ini dilaksanakan selama 4 kali dalam setahun. DTKS DKI Jakarta telah memasuki pendaftaran tahap ke-3 pada tahun ini. Pendaftaran DTKS DKI Jakarta tahap 3 dibuka mulai hari ini, 22 Agustus 2022 hingga 10 September 2022.

  1. Jadwal pendaftaran DTKS DKI Jakarta sempat diundur, karena adanya pengolahan data pada pendaftaran DTKS tahap 1 dan 2.
  2. DTKS sendiri merupakan data terpadu kesejahteraan sosial, atau data induk yang berisi tentang data pelayanan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial.

Baca juga: Bansos BPNT Rp 200 Ribu Cair Juni 2022, Cek Penerima Bantuan Sosial di Laman DTKS DTKS DKI Jakarta ini menjadi acuan dalam pemberian bantuan sosial di wilayah DKI Jakarta. Mengutip dari Instagram @dkijakarta, bantuan sosial yang diberikan ini berguna untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Bansos KAJ kapan cair 2022?

HARIANTERBIT.com – Melansir laman instagram @dinsosdkijakarta, pencairan dana Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dilakukan secara bertahap mulai Selasa, 16 Agustus 2022 pukul 17.00 WIB.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, dana yang cair bagi penerima Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) adalah sebesar Rp2.400.000 kepada 59.759 penerima baru. “Kemudian bagi penerima Kartu Anak Jakarta (KAJ) bervariatif sesuai dengan rentang usia penerima mulai dari Rp300.000 sampai dengan Rp1.200.000 kepada 7.118 penerima baru,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga: Kebakaran di Tambora Tewaskan Enam Orang, Ariza: Pembangunan Rumah Susun jadi Solusi yang Tepat Sementara, lanjut dia, penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) sebesar Rp1.200.000 diberikan kepada 7.461 penerima baru. Ia mengungkapkan, dana yang ditransfer tersebut, merupakan rapelan dari bulan Mei sampai dengan Agustus 2022.

“Bagi penerima lama akan berlanjut di salurkan mulai hari Kamis dan Jumat, 18-19 Agustus 2022 ini,” ucapnya. Sebagaimana diketahui, Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) adalah program pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia berusia 60 tahun keatas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Selanjutnya, Kartu Anak Jakarta adalah program pemenuhan kebutuhan dasar bagi anak seperti pemenuhan kebutuhan nutrisi susu anak, makanan bergizi, dan keperluan penunjang lainnya yang mendukung perkembangan anak usia 0 sampai 6 tahun.

Baca Juga: Rakornas Inflasi 2022, Jokowi Minta Pusat dan Daerah Komunikasi Untuk Tekan Kenaikan Harga Komoditas Terakhir, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) merupakan salah satu program bantuan yang bertujuan untuk mencegah kerentanan sosial bagi para penyandang disabilitas di DKI Jakarta, serta memenuhi kebutuhan dasar mereka.

  • Masing-masing dari penerima bantuan tersebut akan mendapatkan dana bantuan per bulan sebesar Rp600.000 untuk Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) dan Rp300.000 untuk Kartu Anak Jakarta (KAJ) dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ).
  • LJ, KAJ dan KPDJ sendiri berbentuk kartu ATM yang diterbitkan oleh Bank DKI yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan transaksi oleh pemegang kartu.

Juga, memiliki manfaat lain berupa gratis naik Transjakarta, kemudahan membeli pangan bersubsidi, hingga terdaftar secara otomatis sebagai anggota JakGrosir. Baca Juga: KLHK Galang Komitmen Stop Wariskan Sampah dengan Galakkan Daur Ulang Lebih lanjut, Herry mengimbau kepada nasabah penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ tersebut agar senantiasa berhati-hati dan waspada.

KAJ singkatan apa?

PEMPROV DKI Jakarta berkomitmen mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi setiap warga. Untuk itu, program bantuan sosial (bansos) terus diupayakan. Melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dan Kartu Anak Jakarta (KAJ), awal tahun ini dicairkan mulai Jumat (8/4).

Pencairan ini merupakan akumulasi dari Januari hingga April 2022. Para penerima bansos KLJ akan menerima bantuan sebesar Rp2,4 juta yang merupakan akumulasi dengan besaran Rp600 ribu per bulannya. Sedangkan penerima bansos KPDJ dan KAJ akan menerima Rp1,2 juta, dengan besaran Rp300 ribu per bulannya. Baca juga: Satpol PP Jaktim Jaring 93 PMKS Selama Ramadan “Penyaluran bansos KLJ, KPDJ dan KAJ dilakukan secara bertahap, dimulai hari ini.

Untuk sisanya, akan ada pendistribusian rekening dan kartu ATM bagi penerima bansos baru, yang jadwalnya akan diinformasikan lebih lanjut,” ujar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lasari, dalam keterangan resmi. Adapun jumlah penerima bansos KLJ sebanyak 104.448 orang, jumlah penerima KPDJ sebanyak 14.230 orang dan jumlah penerima KAJ sebanyak 10.553 anak.

  1. Premi juga menjelaskan, karena dilakukan penyempurnaan data, maka penerima lama yang sudah meninggal dunia, pindah alamat ke luar DKI Jakarta, tidak ditemukan keberadaannya, usianya lebih dari 6 tahun (bagi penerima KAJ ) tidak akan mendapat bansos lagi.
  2. Untuk diketahui, penerima bansos PKD (Pemenuhan Kebutuhan Dasar) merupakan masyarakat miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penetapan Agustus 2021, yang kemudian ditentukan melalui musyawarah kelurahan.

Sedangkan bagi masyarakat yang merasa berhak mendapatkan bantuan ini tapi belum pernah dapat bantuan, dapat mendaftarkan diri melalui mekanisme pendaftaran DTKS. Informasi jadwal dan persyaratan DTKS dapat diperoleh melalui Petugas Pendata dan Pendamping Sosial di Kantor Kelurahan setempat dan/atau Kepala Satuan Pelaksana Sosial di Kantor Kecamatan setempat.

  • Penarikan dana bansos dapat dilakukan melalui mesin ATM Bank DKI.
  • Apabila Kartu ATM hilang, dapat melakukan pemblokiran terlebih dahulu dan menghubungi Call Center Bank DKI di nomor telpon (021) 1500351.
  • Jika terdapat pertanyaan dan keluhan dalam pendistribusian bantuan pada program bansos, masyarakat dapat menyampaikan melalui Call Center Dinas Sosial DKI Jakarta pada nomor telepon: (021) 2268424 atau melalui Kepala Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan di masing-masing wilayah.

(OL-6)

Adblock
detector