Apa keunikan rumah adat dki jakarta?

apa keunikan rumah adat dki jakarta
Rumah Adat Betawi – Melansir dari laman Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rumah Kebaya adalah nama rumah adat Betawi, Nama Rumah Kebaya berasal dari bentuk atap rumahnya yang dari samping terlihat seperti lipatan kebaya. Selain dikenal sebagai Rumah Kebaya, bangunan tradisional ini juga dikenal sebagai Rumah Bapang.

Apa keunikan rumah DKI Jakarta?

JAKARTA, celebrities.id – Keunikan rumah kebaya adat Betawi mempunyai banyak ragam, seperti Rumah Gudang, Rumah Joglo, Rumah Panggung dan tidak terkecuali Rumah Kebaya. Keunikan Rumah Kebaya adat Betawi bermacam-macam. Rumah Kebaya merupakan salah satu nama rumah adat suku Betawi,

Rumah Betawi terbuat dari apa?

Rumah panggung Betawi di Kampung Marunda Pulo Jakarta Utara, salah satu rumah di Betawi Pesisir yang masih tersisa. Bangunannya tidak terawat karena sudah ditinggalkan penghuninya. Rumah panggung adalah salah satu jenis rumah tradisional suku Betawi yang lantainya ditinggikan dari tanah dengan menggunakan tiang-tiang kayu.

Rumah ini berbeda dengan rumah darat yang menempel ke tanah. Rumah panggung Betawi dibangun di kawasan pesisir dengan tujuan untuk menanggulangi banjir atau air pasang. Sementara itu, rumah panggung yang terletak di tepi sungai seperti di Bekasi tidak hanya dibangun untuk menghindari banjir, tetapi juga untuk keamanan dari binatang-binatang buas.

Rumah Betawi pada umumnya tidak memiliki bentuk bangunan yang khas. Selain itu, rumah Betawi juga tidak memiliki peraturan baku dalam menentukan arah. Walaupun begitu, rumah panggung Betawi masih memiliki ciri khas dalam hal detail dan peristilahan. Salah satunya adalah tangga di depan rumah panggung Betawi disebut balaksuji,

  1. Balaksuji diyakini dapat menolak bala; sebelum memasuki rumah melalui balaksuji, seseorang harus membasuh kakinya terlebih dahulu sebagai lambang penyucian diri.
  2. Bahan untuk membangun rumah panggung Betawi diambil dari daerah sekitar, seperti kayu sawo, kayu nangka, bambu, kayu kecapi, kayu cempaka, juk, dan rumbia.
See also:  Bagaimana rumusan dasar negara dalam naskah piagam jakarta?

Kayu-kayu lain juga dapat digunakan, seperti kayu jati untuk membuat tiang. Dalam membangun rumah, orang Betawi percaya bahwa terdapat berbagai pantangan dan aturan yang perlu diikuti untuk menghindari musibah. Sebagai contoh, rumah yang dibangun sepatutnya berada di sebelah kiri rumah orang tua atau mertua.

Rumah Kebaya ada dimana?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Rumah kebaya merupakan sebuah nama rumah adat suku Betawi, Disebut dengan rumah kebaya dikarenakan bentuk atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya, Selain Rumah Kebaya, suku Betawi juga memiliki rumah adat lainnya, seperti Rumah Gudang, Rumah Joglo, dan Rumah Panggung, Ciri khas dari rumah ini adalah rumah ini memiliki teras yang luas yang berguna untuk menjamu tamu dan menjadi tempat bersantai keluarga.

  • Pada zaman dahulu, masyarakat betawi membuat sumur di depan rumahnya dan pemakaman yang berada disamping rumah,
  • Dan, dinding rumahnya terbuat dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser-geser ke tepinya.
  • Hal ini dimaksudkan agar rumah terasa lebih luas.
  • Rumah ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian dari segi sifatnya, yakni bagian depan bersifat semi publik, sehingga setiap orang dapat melihat betapa asri dan sejuknya rumah tersebut.

Dan yang kedua adalah bagian belakang yang bersifat pribadi, Bagian ini hanya boleh dilihat oleh orang-orang dekat dari pihak pemilik rumah,

Apa keunikan rumah adat Blandongan?

Rumah adat Betawi biasanya terdiri dari tiga bagian utama. Pertama adalah dapur yang terletak di bagian belakang rumah. kedua adalah bangunan inti yang terletak di bagian tengah. Pada bagian ini biasanya dibangun kamar tempat beristirahat. Selain itu bangunan inti ini juga digunakan untuk kegiatan keluarga seperti ngobrol.

Ketiga adalah bagian Blandongan. Blandongan merupanakan salah satu bagian dari rumah adat Betawi Ora Kota Tangerang Selatan. Blandongan terletak di bagian depan dari rumah induk, biasanya terdapat bale (tempat duduk/bersantai) di dalamnya. Pada umumnya blandongan merupakan zona publik di dalam rumah Betawi Ora, biasanya digunakan sebagai ruang kumpul sehari-hari.

Mulai dari tempat bermain bagi anak-anak hingga tempat belajar, tempat bersantai dan beristirahat bagi kaum dewasa selepas lelah bekerja, tempat untuk mengumpulkan hasil panen, hingga tempat untuk menyelenggarakan hajat bagi pemilik rumah. Blandongan biasanya digunakan untuk tempat berlatih silat dan kesenian lainnya, tempat ngaji, dan juga tempat ibu-ibu menyiapkan bahan masakan.

Salah satu yang membedakan Betawi Ora dengan Betawi pada umumnya adalah arsitektur bangunannya. Secara keseluruhan rumah-rumah Betawi berasal dari rangka kayu, beralas tanah yang diberi lantai tegel atau semen. Namun arsitektur bangunan rumah adat Betawi Ora terdapat bangunan yang disebut sebagai blandongan di depan bangunan rumahnya,

Blandongan adalah bangunan terbuka tanpa dinding beratap pelana dengan tambahan teritis yang menjorok jauh keluar bangunan. Rumah Blandongan juga dijadikan sebagai salah satu lambang dalam logo Kota Tangerang Selatan yang merupakan hasil kompilasi tiga pemenang sayembara yang bermoto cerdas, modern, religius.

  • Dari hasil kompilasi yang mencerminkan akar budaya dan adat istiadat masyarakat Kota Tangerang Selatan, dalam lambang daerah tersebut di bagian tengah terdapat gambar blandongan (tempat berkumpul masyarakat untuk bermusyawarah).
  • Rumah khas daerah dengan beranda tempat orang berkumpul ( Blandongan ) melambangkan tempat atau wadah yang akan melahirkan satu tekad ataupun tujuan dalam menyelesaikan suatu permasalahan agar membawa kemajuan bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan.
See also:  Sman di jakarta barat yang bagus?

Selama ini kita mengenal kebudayaan Betawi – terutama arsitekturnya – dari apa yang kita saksikan melalui media dan apa yang ditampilkan oleh pemerintah Kota Jakarta. Hal tersebut memperkuat perspektif masyarakat bahwa yang dimaksud rumah adat Betawi adalah rumah-rumah dan bangunan-bangunan adat Betawi yang terdapat di Kota Jakarta pada umumnya.

  1. Namun pada kenyataannya, masyarakat Betawi Jakarta dengan masyarakat Betawi Tangerang Selatan memiliki perbedaan.
  2. Perbedaan tersebut yang membuat masyarakat Betawi Kota Tangerang Selatan disebut sebagai Betawi Ora atau Betawi Udik.
  3. Pada dasarnya, mereka (Betawi Udik) yang tinggal di daerah utara Jakarta, bagian barat Jakarta, dan juga Tangerang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Cina.

Sumber: Sirojudin dan Ade Wahyu Hidayat, Buku Putih Sejarah Berdirinya Kota Tangerang Selatan, (Tangerang Selatan: FORMATS bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Blandongan Tangsel, 2016) Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan.