Apa pakaian adat jakarta?

apa pakaian adat jakarta
3. Pangsi Betawi – apa pakaian adat jakarta Pakaian adat Betawi yang satu ini sering dipakai oleh para jawara Betawi yang notabene para pendekar. Satu setel pakaian ini terdiri dari Baju Tikim dan Celana Pangsi. Hanya saja, belakangan ini pakaian ini lebih dikenal dengan Baju Pangsi. Berdasarkan catatan sejarah, Baju Tikim dan Celana Pangsi mendapatkan pengaruh dari budaya China.

Baju Tikim berasal dari Bahasa Hokkian, yakni Tui Kim. Dan Celana Pangsi berasal dari Phang Si. Keduanya diadaptasi dari pakaian orang-orang China yang tinggal di Batavia. Baju Pangsi ini memiliki bentuk leher bulat seperti huruf O atau Bahasa kekiniannya O-neck. Disertai dengan lengan panjang, Baju Pangsi dibuat dengan ukuran yang longgar dibanding ukuran tubuh pemakainya.

Dulunya, baju ini dibuat tanpa kancing namun sekarang umumnya menggunakan kancing. Para pria Betawi mengenakan kaos putih polos sebagai lapisan dalam Baju Pangsi sehingga terkadang baju tersebut bisa dilepas kancingnya. Sedangkan Celana Pangsi merupakan celana panjang yang agak longgar sehingga tampak kebesaran.

Warna celana disesuaikan dengan warna baju yang digunakan. Dulunya, pakaian adat Pangsi ini digunakan oleh laki-laki Betawi dalam kegiatan sehari-hari. Namun seiring perkembangan jaman, pakaian ini lebih banyak dikenakan oleh para jawara, pendekar, jagoan, main pukulan, dan petani Betawi. Di pinggang laki-laki Betawi, tersemat ikat pinggang yang ukurannya lebih lebar daripada ikat pinggang biasa.

Dan di lehernya, terdapat kain sarung yang dilipat rapi. Fungsi sarung ini bermacam-macam karena bisa untuk sajadah dan sarung saat sholat serta senjata saat duel. Warna Baju Pangsi Betawi ini tidak hanya hitam, namun ada juga warna merah, hijau, dan putih.

Masing-masing warna memiliki arti tersendiri. Baju Pangsi berwarna putih atau krem biasanya digunakan oleh jago silat yang juga merupakan pemuka agama. Ilmu agama yang didpatakan oleh pesilat tersebut didapatkan dari berguru kepada Engkong Haji. Baju Pangsi hitam biasanya digunakan oleh para centeng. Dan Baju Pangsi warna merah digunakan oleh seseorang yang memiliki kemampuan silat dan ilmu agama yang tinggi sehingga tidak dapat diragukan lagi kemampuannya.

See also:  When did you move to jakarta?

Warna baju tersebut tentunya berpengaruh pada warna atribut lainnya, misalnya peci. Warna atribut tersebut menandakan siapa orang yang memakai baju tersebut. Pada jaman dulu, siapapun yang memakai peci merah adalah orang yang diakui oleh masyarakat sebagai orang yang ilmunya sudah tinggi, tukang jalan, dan telah banyak makan asam garam alias punya banyak pengalaman.

Apa nama kebaya Betawi?

1. Kebaya encim – Yang pertama kebaya encim yang merupakan baju adat Betawi, Baju kebaya Betawi ini biasanya menggunakan bahan yang tipis seperti sifon dengan warna-warna mencolok. Baju ini biasa digunakan oleh para wanita dalam keseharian mereka.

Baju nikah adat Betawi?

Dandanan Care None Pengantin Cine – Dandanan Care None Pengantin Cine terdiri atas blus cerah dari bahan satin, bawahan rok berwarna gelap ( Kun ), serta sebagai pelengkap, di bagian kepala mereka menggunakan kembang goyang bermotif burung hong dengan sanggul palsu dilengkapi cadar di wajah.

  1. Tuaki, baju bagian atas (blus) yang dikenal memiliki 2 (dua) model, yaitu model shianghai (Cina), dan model baju kurung (Melayu). Baju ini berbahan polos dengan motif hiasan emas, mote atau manik-manik diujung lengan, sekitar dada dan bagian bawah baju.
  2. Padanan tuaki (kun), yaitu rok yang melebar ke bawah dengan panjang sampai ke mata kaki. Berhias benang tebar dengan kombinasi dan warna yang sesuai dengan tatahan motif pada tuaki.
  3. Teratai, yaitu perhiasan penutup dada dan bahu. Terbuat dari bahan beludru bertatahkan hiasan logam pada permukaannya dengan motif bunga tanjung. Teratai ini berjumlah 8 lembar kecil, yang dirangkai menjadi susunan delapan daun teratai yang simetris.
  4. Sanggul rambut Buatun atau Konde Cepol tanpa sasakan dengan membentuk 3 tingkat lingkaran yang dipadatkan dengan tusuk konde.
  5. Siangko bercadar, hiasan kepala yang melambangkan kesucian seorang gadis. Berwarna emas dengan panjang 30cm dan biasanya dihiasi batu-batu permata. Selain yang bercadar, siangko lainnya berjumlah 3 (tiga) buah. Dipakai di belakang sanggul sebagai penutup ikatan siangko bercadar. Di atas Siangko bercadar ini, diletakkan sigar atau mahkota dengan motif bunga-bunga yang dipenuhi permata.
  6. Kembang goyang yang berjumlah 20 buah, hiasan rambut bersama dengan 2-4 buah kembang kelapa yang dipasang di kiri dan kanan sanggul.
  7. Hiasan burung hong (Phoenix) atau dikenal dengan sebutan kembang besar atau kembang gede yang berjumlah 4 buah.
  8. Sunting atau sumping telinga. Apabila sunting ini dipakai oleh seorang pengantin yang tidak perawan atau tidak gadis lagi, maka si pemakai akan pusing-pusing dan bahkan pingsan. Selain sunting, sebagai pelengkap yang menunjang keserasian, biasanya telinga pengantin dihias dengan sepasang kerabu. Kerabu ini merupakan perpaduan anting dan giwang yang dijadikan satu.
  9. Tusuk konde, berupa pasak berbentuk huruf leam (huruf Arab) merupakan simbol pengakuan akan keesaan Allah ditusukkan di atas siangko kecil penutup simpul tali cadar.
  10. Kalung tebar, perhiasan yang dipakai melingkar leher di atas teratai Betawi. Gelang listring dan gelang selendang mayang, serta cincin emas yang berhiaskan permata menjadi hiasan lengan, pergelangan tangan dan jari pengantin wanita.
  11. Mengenakan sepatu selop berbentuk perahu kolek, dengan ujung melengkung ke atas dan dihias dengan tatahan emas dan manik-manik atau mute
See also:  Sebutkan dasar negara yang terdapat dalam piagam jakarta?

Apa nama baju khas jawa?

Surjan merupakan busana adat Jawa atau disebut busana Kejawen penuh dengan Piwulang Sinandhi. Ini merupakan suatu ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa (Kejawen). Pakaian adat Jawa ini bermakna garis-garis melambangkan kesederhanaan.

Adblock
detector