Apa penyebab terjadinya peristiwa di lapangan ikada jakarta?

apa penyebab terjadinya peristiwa di lapangan ikada jakarta
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan ” Menteng 31 ” terhadap Soekarno dan Hatta, Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr.

  1. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik,
  2. Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian.
  3. Sementara itu di Jakarta, Chaerul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan.

Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945,

  • Ada dua lokasi pilihan untuk pembacaan teks proklamasi, yaitu Lapangan IKADA (yang sekarang telah menjadi Lapangan Monas) atau rumah Bung Karno di Jl.
  • Pegangsaan Timur No.56.
  • Rumah Bung Karno akhirnya dipilih untuk menghindari kericuhan antara penduduk dan tentara Jepang karena tentara-tentara Jepang sudah berjaga-jaga di Lapangan IKADA setelah mendapat informasi ada sebuah acara yang akan diselenggarakan di lokasi tersebut.

Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah Djiaw Kie Siong, Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia. Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta.

Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur, Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No.56, rumah Bung Karno.

Pada tanggal 16 Agustus tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta. Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang ” dipinjam ” (sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Kriegsmarine, Mayor (Laut) Dr.

Kenapa terjadi peristiwa rapat raksasa di Lapangan Ikada?

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati 1 bulan proklamasi kemerdekaan.

Apakah latar belakang dan tujuan rapat raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945?

apa penyebab terjadinya peristiwa di lapangan ikada jakarta historia.id Rapat raksasa di Ikada Rapat raksasa Ikada – Inggris kemudian datang bersama beberapa orang Belanda. Merasa sangat geram, pemuda mencetuskan gagasan mengenai rapat raksasa di Ikada, Tujuan rapat raksasa itu untuk memperkenalkan Pemerintah Republik Indonesia di muka umum dan menunjukkan kepada penjajah bahwa Indonesia sudah betul-betul merdeka.

  1. Sukarno awalnya tidak setuju dengan rapat raksasa tersebut.
  2. Namun, melihat banyaknya rakyat yang datang ke Ikada, Sukarno memutuskan untuk datang.
  3. Sukarno dan Hatta diiringi oleh berbagai mobil dan motor untuk berjaga-jaga dari serangan Jepang.
  4. Bahkan Sukarno dan Hatta menggunakan mobil Kempeitaicho, mobil Kepala Polisi Militer Jepang agar dapat masuk ke lapangan Ikada,

Baca juga: Janji Koiso, Janji Kemerdekaan Jepang kepada Indonesia Dalam lautan manusia tersebut, Sukarno hanya berkata kepada rakyat yang hadir untuk terus percaya kepada pemerintah dan segera pulang meninggalkan lapangan dengan menunggu perintah dalam keadaan siap sedia.

Apakah yang terjadi dalam peristiwa rapat raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 * jawaban Anda?

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Rapat Raksasa Lapangan Ikada adalah peristiwa pemberian pidato singkat dari Presiden Soekarno di hadapan ribuan rakyat indonesia di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta). Rapat raksasa yang terjadi pada 19 September 1945 ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 1 bulan proklamasi kemerdekaan.

  • Dalam rapat raksasa ini juga dilaksanakan rapat umum yang dipelopori oleh Komite Van Aksi.
  • Di berbagai tempat, masyarakat dengan dipelopori para pemuda mengadakan rapat dan demonstrasi untuk membulatkan tekad menyambut kemerdekaan.
  • Lokasi Lapangan Ikada saat ini berada di sebelah selatan Lapangan Monas.

(1) Baca: Suishintai (Barisan Pelopor) Baca: Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) apa penyebab terjadinya peristiwa di lapangan ikada jakarta Ir Soekarno-Mohammad Hatta. (Arsip Nasional RI) (Arsip Nasional RI) Situasi setelah Kemerdekaan Tidak ada yang berubah pada kehidupan masyarakat pascaproklamasi. Hal itu terlihat dari masih adanya penayangan film-film buatan Jepang atau yang berbau tentara Jepang di bioskop.

  • Pertunjukan tinju juga masih terus diadakan serta kegiatan lotre saat itu juga masih tetap berjalan.
  • Masyarakat pun masih menggunakan penanggalan tahun Jepang lantaran tertulis 2605 untuk penyebutan tahun 1945.
  • Selain itu, suasana dalam masyarakat melempem lantaran pimpinan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia dianggap kurang tegas.
See also:  Brand kopi jepang yang ada di jakarta?

Pemuda menilai Soekarno -Hatta masih ragu dalam memimpin karena masih memperhitungkan sikap pembesar-pembesar Jepang yang sudah kalah perang. Soekarno sendiri memilih untuk menunggu kedatangan Sekutu, sehingga tidak ada pergerakan dari dirinya. Aksi dan Gagasan Pemuda Merasa resah melihat hal tersebut, para pemuda kemudian mulai melancarkan berbagai kegiatan untuk mengubah situasi.

  1. Lalu muncullah beberapa kelompok dan pusat gerakan pemuda yang kemudian melahirkan Angkatan Pemuda Indoensia (API).
  2. Mereka melancarkan aksinya dengan mencoret-coret dan menuliskan semboyan perjuangan di tembok, kereta api, trem, hingga merebut senjara dan kendaraan dari Jepang.
  3. Tak lama setelahnya, Inggris bersama beberapa orang Belanda datang.

Merasa sangat geram, pemuda mencetuskan ide untuk menyelenggarakan rapat raksasa di Ikada untuk memperkenalkan Pemerintah Republik Indonesia di muka umum serta menunjukkan kepada penjajah bahwa Indonesia sudah benar-benar merdeka. Awalnya, Soekarno tidak menyetujui gagasan tersebut, namun, melihat banyaknya rakyat yang datang ke Ikada, Soekarno akhirnya memutuskan datang.

Apa tujuan diadakan rapat raksasa di Lapangan Ikada brainly?

Rapat raksasa di Lapangan Ikada(Ikatan Atletik Djakarta) adalah rapat yang dipelopori oleh para pemuda yang tergabung dalam Komite van Aksi di Jalan Menteng 31. Rapat ini bertujuan agar para pemimpin Republik Indonesia dapat berbicara di hadapan rakyat untuk menegaskan bahwa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya.

Rapat tersebut hanya berlangsung sekitar 5 menit, tetapi berhasil mempertemukan Pemerintah Republik Indonesia yang baru berusia satu bulan dengan rakyatnya. – Rapat raksasa di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) adalah rapat yang dipelopori oleh para pemuda yang tergabung dalam Komite van Aksi di Jalan Menteng 31.

Rapat ini bertujuan agar para pemimpin Republik Indonesia dapat berbicara di hadapan rakyat untuk menegaskan bahwa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya. Rapat tersebut hanya berlangsung sekitar 5 menit, tetapi berhasil mempertemukan Pemerintah Republik Indonesia yang baru berusia satu bulan dengan rakyatnya.

Apa yang dimaksud dengan Ikada?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Upacara pembukaan PON II di Stadion Ikada Lapangan Ikada, lapangan gambir, stadium ikada, atau stadion ikada merupakan lapangan di bagian pojok timur Lapangan Merdeka (atau pada saat itu disebut Medan Merdeka). Jauh sebelum Senayan dibangun, Lapangan Ikada yang sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Gambir, sudah menjadi pusat kegiatan olahraga.

Nama Lapangan Ikada baru muncul pada masa pendudukan Jepang tahun 1942. Stadium Ikada dulunya berdiri di lapangan ini, yang didesain oleh pionir arsitek modern Indonesia Liem Bwan Tjie, Diresmikan pada tahun 1951, Stadium Ikada ditutup pada tahun 1962 dan kemudian dirobohkan pada tahun 1963 untuk ditempati Monumen Nasional,

Ikada sendiri merupakan singkatan dari Ikatan Atletik Djakarta. Di sekitar kawasan tersebut terdapat sejumlah lapangan sepak bola milik klub sepak bola era 1940-an dan 1950-an seperti Hercules, VIOS ( Voetbalbond Indische Omstreken Sport ) dan BVC, yang merupakan kesebelasan papan atas kompetisi BVO ( Batavia Voetbal Organisatie ).

Setelah kemerdekaan, kesebelasan tersebut digantikan oleh Persija Jakarta, Selain lapangan sepak bola, di sekitarnya terdapat pula lapangan hoki dan lapangan pacuan kuda untuk militer kavaleri, Sebelum Stadion Gelora Bung Karno selesai dibangun untuk menyambut Asian Games IV tahun 1962, Ikada merupakan tempat latihan dan pertandingan PSSI,

Pada acara Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-2 tahun 1952, dibangun Stadion Ikada di sebelah selatan lapangan ini. Lapangan ini oleh Gubernur-Jenderal Herman Williem Daendels (1818) mula-mula dinamakan Champ de Mars karena bertepatan penaklukan Belanda oleh Napoleon Bonaparte,

Siapakah yang mempelopori terjadinya rapat raksasa di Lapangan Ikada?

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati 1 bulan proklamasi kemerdekaan. Di berbagai tempat, masyarakat dengan dipelopori para pemuda menyelenggarakan rapat dan demonstrasi untuk membulatkan tekad menyambut kemerdekaan.

Mengapa Soekarno Hatta tetap menghadiri rapat di lapangan?

Jawaban. karena tidak mau menyia’kan ataupun mengabaikan hasil perjuangan kaum muda yang menginginkan indonesia segera merdeka

Apa tujuan Komite van Aksi Menteng 31 menggerakkan massa dalam rapat raksasa di Lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945?

Hotel Schomper itu digunakan khusus untuk para pedagang asing, pejabat tinggi Belanda dan pribumi yang singgah di Batavia. Hotel itulah yang kemudian akan menjadi gedung Menteng 31. Wildan Ibnu Walid, Jakarta BANGUNAN bersejarah yang berlokasi di Jalan Menteng No.31, RT 01/RW 10 Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, menyimpan begitu banyak catatan perjalanan sejarah bangsa. Ilustrasi Gedung Joang 45 (Istimewa) Sebelum berkembang menjadi kawasan metropolitan dengan gemerlap warna-warni pemandangan ibu kota, daerah Menteng merupakan hutan belantara yang banyak tumbuh Pohon Menteng. Di daerah itu, berkembang pula pemukiman warga keturunan Arab yang sudah lama menetap di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta).

See also:  Bus angkutan kota yang beroperasi di kota jakarta yaitu?

Tak terkecuali tanah yang berdiri bangunan bersejarah Gedung Menteng 31 (Museum Joang ’45). Tanah di kawasan tersebut merupakan milik warga keturunan Arab. Sekitar tahun 1930, lokasi tersebut dibeli oleh pemerintah Hindia Belanda, yang kemudian menjadi pemukiman warga keturunan Belanda. Gedung Menteng 31 Pada Masa Pendudukan Kolonial Belanda Seiring perkembangan Kota Batavia (sekarang Jakarta), aktivitas perdagangan hasil bumi ke mancanegara semakin meningkat.

Melihat geliat pertumbuhan kota semakin meningkat, rupanya seorang pengusaha hotel dan restoran keturunan Belanda, L.C. Schomper pada 1938 membangun hotel. Untung Supardi, pemandu Museum Joang 45 menceritakan, hotel yang dinamakan Hotel Schomper itu digunakan khusus untuk para pedagang asing, pejabat tinggi Belanda dan pribumi yang singgah di Batavia.

Hotel itulah yang kemudian akan menjadi gedung Menteng 31. Hotel Schomper I merupakan hotel termegah saat itu. Arsitekturnya khas bergaya kolonial kuno. Di bagian depannya, terdapat pilar-pilar marmer yang membatasi serambi depan dan pintu masuk dengan borders marmer. Di bagian tengah, terdapat ruang tamu sangat luas.

Sementara ruang makan ditempatkan di belakang dekat dengan dapur, gudang, dan tiga kamar untuk juru masak. Di samping kiri dan kanan, bangunan serambi utama membentuk dua sayap dengan 5 kamar di sayap kiri ada 8 kamar besar yang dilengkapi kamar mandi di sayap kanan.

Siapa saja yg menghadiri rapat raksasa?

Rapat Raksasa Ikada diawali dengan kegeraman pemuda dengan kedatangan bersama beberapa orang Belanda pada September 1945. Tujuan rapat raksasa itu untuk memperkenalkan Pemerintah Republik Indonesia di muka umum (masyarakat) dan menunjukkan kepada penjajah bahwa Indonesia sudah betul-betul merdeka.

Aksi lapangan Ikada merupakan inisiatif para pemuda yang terkumpul dalam Komite van aksi. Komite van aksi yang memobilisasi massa dan mendesak pemerintah untuk bersedia hadir dalam rapat raksasa di lapangan Ikada tersebut. Sukarni dan Adam Malik merupakan tokoh yang membentuk wadah Komite van aksi. Dalam rapat ini, hadir Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Hatta.

Jadi, yang menghadiri rapat raksasa adalah masyarakat setempat, pemuda dalam Komite van aksi, dan Sukarno-Hatta.

Analisislah apakah hubungan peristiwa Rapat Raksasa Ikada dengan kedaulatan negara Indonesia?

Rapat raksasa yang dilaksanakan di lapangan Ikada merupakan mengumpulan tekad rakyat Indonesia guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari kedatangan pasukan sekutu yang ingin menguasai kembali wilayah Indonesia setelah merdeka dari penjajahan jepang.

Membulatkan tekad rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia Membakar semangat bangsa Indonesia untuk berperang melawan kedatangan pasukan sekutu Mengabarkan kepada dunia kemerdekaan Indonesia

Awalnya rapat direncakan akan diadakan pada tanggal 17 September 1945 namun karena adanya ancamand ari pihak jepang dan sekutu, rapat diundur menjadi 19 September 1945. Rapat raksasa Ikada sempat tidak disetujui oleh prseiden Soekarno dan jajaranya guna menghidari adanya pertumpahan darah.

Apa yang disampaikan Presiden Soekarno kepada massa dalam rapat raksasa di Lapangan Ikada?

Pidato yang disampaikan Soekarno “Percayalah rakyat kepada Pemerintah Republik Indonesia. Kalau saudara-saudara memang percaya kepada Pemerintah Republik yang akan mempertahankan Proklamasi kemerdekaan itu, walaupun dada kami dirobek-robek, kami tetap akan mempertahankan Negara Republik Indonesia.

Maka berilah kepercayaan itu kepada kami dengan cara tunduk kepada perintah-perintah dan tunduk kepada disiplin.” Tak lama setelah menyampaikan beberapa patah kata untuk meyakinkan rakyatnya, Soekarno sama sekali tidak menyampaikan hal lain yang lebih panjang. Ia hanya berucap, “Pulanglah dengan tenang.

Tinggalkan rapat ini sekarang juga dengan tertib dan teratur. Tunggulah berita dari pada pemimpin di tempatmu masing-masing. Sekarang bubarlah. Pulanglah saudara-saudara dengan tenang.” Menjadi hal yang di luar dugaan banyak pihak, perintah Soekarno dipatuhi oleh rakyat yang membludak di Ikada.

Mengapa Soekarno Hatta tetap menghadiri rapat di lapangan?

Pernyataan benar. Pada 19 September 1945 Soekarno dan Hatta didesak oleh kelompok bawah tanah untuk mengadakan rapat raksasa yang dihadiri oleh rakyat Indonesia di Lapangan Ikada. Rapat tersebut dijaga ketat oleh tank-tank dan mobil bersenjata dari militer Jepang.

  1. Presiden Soekarno berpidato yang menekankan pada mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menghimbau puluhan ribu orang yang hadir untuk meninggalkan tempat secara damai.
  2. Alasan benar.
  3. Rapat raksasa di Lapangan Ikada menunjukkan bahwa rakyat Indonesia memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan dari rapat tersebut menumbuhkan asas kepercayaan rakyat kepada pemerintah yang berkuasa.
See also:  Alat transportasi yang sudah tidak beroperasi di jakarta adalah?

Berdasarkan pembahasan di atas, pernyataan benar, alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab-akibat maka jawabannya adalah A – Pernyataan benar. Pada 19 September 1945 Soekarno dan Hatta didesak oleh kelompok bawah tanah untuk mengadakan rapat raksasa yang dihadiri oleh rakyat Indonesia di Lapangan Ikada.

Rapat tersebut dijaga ketat oleh tank-tank dan mobil bersenjata dari militer Jepang. Presiden Soekarno berpidato yang menekankan pada mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menghimbau puluhan ribu orang yang hadir untuk meninggalkan tempat secara damai. Alasan benar. Rapat raksasa di Lapangan Ikada menunjukkan bahwa rakyat Indonesia memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan dari rapat tersebut menumbuhkan asas kepercayaan rakyat kepada pemerintah yang berkuasa.

Berdasarkan pembahasan di atas, pernyataan benar, alasan benar dan keduanya memiliki hubungan sebab-akibat maka jawabannya adalah A

Apa tujuan Komite van Aksi Menteng 31 menggerakkan massa dalam rapat raksasa di Lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945?

Hotel Schomper itu digunakan khusus untuk para pedagang asing, pejabat tinggi Belanda dan pribumi yang singgah di Batavia. Hotel itulah yang kemudian akan menjadi gedung Menteng 31. Wildan Ibnu Walid, Jakarta BANGUNAN bersejarah yang berlokasi di Jalan Menteng No.31, RT 01/RW 10 Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, menyimpan begitu banyak catatan perjalanan sejarah bangsa. Ilustrasi Gedung Joang 45 (Istimewa) Sebelum berkembang menjadi kawasan metropolitan dengan gemerlap warna-warni pemandangan ibu kota, daerah Menteng merupakan hutan belantara yang banyak tumbuh Pohon Menteng. Di daerah itu, berkembang pula pemukiman warga keturunan Arab yang sudah lama menetap di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta).

Tak terkecuali tanah yang berdiri bangunan bersejarah Gedung Menteng 31 (Museum Joang ’45). Tanah di kawasan tersebut merupakan milik warga keturunan Arab. Sekitar tahun 1930, lokasi tersebut dibeli oleh pemerintah Hindia Belanda, yang kemudian menjadi pemukiman warga keturunan Belanda. Gedung Menteng 31 Pada Masa Pendudukan Kolonial Belanda Seiring perkembangan Kota Batavia (sekarang Jakarta), aktivitas perdagangan hasil bumi ke mancanegara semakin meningkat.

Melihat geliat pertumbuhan kota semakin meningkat, rupanya seorang pengusaha hotel dan restoran keturunan Belanda, L.C. Schomper pada 1938 membangun hotel. Untung Supardi, pemandu Museum Joang 45 menceritakan, hotel yang dinamakan Hotel Schomper itu digunakan khusus untuk para pedagang asing, pejabat tinggi Belanda dan pribumi yang singgah di Batavia.

Hotel itulah yang kemudian akan menjadi gedung Menteng 31. Hotel Schomper I merupakan hotel termegah saat itu. Arsitekturnya khas bergaya kolonial kuno. Di bagian depannya, terdapat pilar-pilar marmer yang membatasi serambi depan dan pintu masuk dengan borders marmer. Di bagian tengah, terdapat ruang tamu sangat luas.

Sementara ruang makan ditempatkan di belakang dekat dengan dapur, gudang, dan tiga kamar untuk juru masak. Di samping kiri dan kanan, bangunan serambi utama membentuk dua sayap dengan 5 kamar di sayap kiri ada 8 kamar besar yang dilengkapi kamar mandi di sayap kanan.

Analisislah apakah hubungan peristiwa Rapat Raksasa Ikada dengan kedaulatan negara Indonesia?

Rapat raksasa yang dilaksanakan di lapangan Ikada merupakan mengumpulan tekad rakyat Indonesia guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari kedatangan pasukan sekutu yang ingin menguasai kembali wilayah Indonesia setelah merdeka dari penjajahan jepang.

Membulatkan tekad rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia Membakar semangat bangsa Indonesia untuk berperang melawan kedatangan pasukan sekutu Mengabarkan kepada dunia kemerdekaan Indonesia

Awalnya rapat direncakan akan diadakan pada tanggal 17 September 1945 namun karena adanya ancamand ari pihak jepang dan sekutu, rapat diundur menjadi 19 September 1945. Rapat raksasa Ikada sempat tidak disetujui oleh prseiden Soekarno dan jajaranya guna menghidari adanya pertumpahan darah.

Apa isi pidato Ir Soekarno pada rapat raksasa di lapangan?

Rapat Raksasa di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) pada tanggal 19 September 1945 merupakan bentuk protes dan perlawanan terhadap rencana Jepang menyerahkan kekuasaan kepada Sekutu pada tanggal 10 September 1945. Rapat ini kemudian dihadiri Presiden Soekarno yang menyampaikan pidato singkatnya sekitar pukul 15.00. Inti pidato Presiden Soekarno antara lain :

Menegaskan bahwa bangsa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya serta bertekad mempertahankannya. Meminta dukungan dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah Republik Indonesia. Menuntut rakyat untuk mematuhi kebijakan-kebijakan pemerintah dengan disiplin. Menuntut rakyat untuk bubar meninggalkan lapangan dengan tenang untuk menghindari pertumpahan darah.