Apa yang menyebabkan jakarta sering kebanjiran?

apa yang menyebabkan jakarta sering kebanjiran
Penyebab Banjir di Jakarta Barat – Puri Botanical mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan banjir sering melanda kawasan Jakarta Barat yang dilansir dari laman IDN Times, yaitu:

Lokasi pemukiman penduduk yang berada di dekat aliran sungai.Pembangunan pemukiman, tempat rekreasi, pelabuhan, dan lain-lain di daerah resapan air.Membuang sampah sembarangan.Curah hujan yang tinggi.Konsumsi air tanah yang tinggi.Bermukim di lereng gunung, sehingga membuat hutan menjadi gundul.Penebangan pohon secara ilegal di hutan.Kurangnya kawasan drainase untuk menyimpan luapan air.Meningkatnya lapisan ozon akibat kebiasaan membakar sampah, asap industri, dan polusi kendaraan.Perawatan bendungan yang buruk, sehingga membuatnya jebol.Sistem kelola tata ruang perkotaan yang buruk.Sistem sanitasi yang buruk.

Mengapa di Jakarta sering terjadi kebanjiran?

Jumat, 25 Februari 2022 06:42 WIB – apa yang menyebabkan jakarta sering kebanjiran Petugas PPSU membersihkan sampah yang menyumbat saluran air saat banjir di Jalan Gunung Sahari, Mangga Dua, Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. Banjir tersebut terjadi karena buruknya drainase di kawasan itu serta tingginya instensitas hujan pada Selasa (18/1) siang.

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar TEMPO.CO, Jakarta – Masalah banjir Jakarta masuk dalam pembahasan di forum konsultasi publik penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) DKI Jakarta 2023-2026 pada Rabu lalu. Gubernur DKI Anies Baswedan menyatakan pemerintah perlu menyusun perencanaan dan pengelolaan masa depan Ibu Kota.

“Saat ini Jakarta sedang menyusun langkah hingga tahun 2026,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 23 Februari 2022. Dalam rancangan RPD DKI 2023-2026 yang diterima Tempo, salah satu isu yang dibahas adalah wilayah rawan bencana. Dalam dokumen itu tertulis banjir dan kebakaran adalah dua bencana utama bagi Ibu Kota yang frekuensinya tinggi serta berulang.

“Bencana banjir menjadi perhatian khusus bagi Jakarta karena memiliki implikasi yang kompleks,” demikian bunyi rancangan tersebut. Pemerintah DKI menjabarkan sejumlah penyebab banjir. Penyebab utama adalah curah hujan lokal tinggi, curah hujan tinggi di daerah hulu sungai dan berpotensi menjadi banjir kiriman, rob atau air laut pasang tinggi di daerah pesisir dan kepulauan, serta tingginya sedimentasi akibat erosi.

Penyebab kedua adalah sampah yang menyumbat sungai dan saluran air. Kemudian wilayah resapan air juga berkurang. Hal ini karena didirikannya hunian di lahan basah atau daerah resapan air. “Selain itu, terjadinya banjir di Jakarta juga disebabkan oleh sistem drainase yang tidak berfungsi dengan optimal.” Sarana dan prasarana pengendalian banjir pun masih bermasalah.

See also:  Mengapa masyarakat jakarta sebaiknya menggunakan alat transportasi umum?

1 2 Selanjutnya

Mengapa bencana banjir sering terjadi di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta Faktor penyebab banjir sangat beragam mulai dari faktor alam hingga faktor manusia. Banjir sendiri merupakan sebuah gejala alam yang terjadi karena adanya luapan air yang berlebihan hingga akhirnya mengakibatkan terendamnya suatu wilayah atau area tertentu.

Faktor penyebab banjir bisa disebabkan karena curah hujan yang sangat tinggi karena faktor iklim atau juga karena penenbangan hutan secara liar yang membuat tanah di sekitar suatu daerah tidak dapat menyerap air dengan baik dan menyebabkan terjadinya banjir. Banyaknya faktor penyebab banjir membuat penting bagi kita untuk memahaminya terlebih karena dampak dari banjir yang terjadi dapat merugikan banyak orang dari segi material maupun nonmaterial.

Manfaat mengetahui faktor penyebab banjir ini juga diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran untuk mencegahnya. Terutama karena Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap kali mengalami banjir di beberapa wilayahnya. Berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber faktor penyebab banjir, Senin (8/8/2022).

Kenapa di suatu daerah sering terkena banjir?

1. Hujan – Hujan menjadi faktor utama dari penyebab terjadinya bencana alam banjir, terutama hujan deras. Curah hujan tinggi yang mempunyai debit air sekitar 20-100 mm/jam atau hujan lebat yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, jelas dapat menyebabkan genangan air yang meninggi dan akhirnya banjir.

  • Bulan Januari biasanya banyak terjadi hujan deras sehingga menyebabkan banjir di wilayah mana pun.
  • Maka dari itu, bulan Januari sering disebut mempunyai kepanjangan yakni “hujan sehari-hari”.
  • Apabila terjadi hujan, umumnya air hujan akan mengalir di sungai karena sungai merupakan tempat pembuangan akhir dan air hujan.

Namun, tidak semua sungai dapat menampung banyaknya air hujan tersebut karena endapan lumpur hingga tumpukan sampah. Jika sudah begitu, tentu saja air hujan akan meluap ke daratan dan terjadilah banjir.

See also:  Apa yang dimaksud jakarta sebagai daerah otonom?

Apa saja akibat dari bencana banjir?

1. Menimbulkan Kerugian Ekonomi – Banjir bisa mengakibatkan kerusakan rumah dan isi barang dalam rumah ataupun sarana prasarana umum lainnya. Selain itu, masyarakat terdampak banjir juga akan sulit untuk bekerja selama banjir terjadi. Hal ini tentu membuat masyarakat rugi dari sisi ekonomi.

Mengapa kawasan pemukiman dan perkantoran yang di bangun pada daerah resapan air menjadi salah satu penyebab banjir?

Daerah resapan air tidak diperbolehkan membangun apapun karena jika daerah tsb dibangun bangunan. maka bumi akan kehilangan daerah resapan dan itu akan menyebabkan banjir. karena air tidak bia terserap kedalam tanah.

Apakah banjir yang melanda wilayah Jakarta merupakan dampak dari kesalahan penerapan tata ruang wilayah?

JAKARTA, KOMPAS.com Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengatakan bahwa penyebab utama terjadinya banjir di Jakarta adalah kesalahan tata ruang Ibu Kota. Kondisi ini bisa ditanggulangi dengan memperbaiki tata ruang sesuai kondisi alam Jakarta. Anggota Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta itu mengatakan, kondisi alam Jakarta menghendaki agar Jakarta memiliki dua area, yakni ruang hijau untuk resapan air di daerah selatan dan ruang biru untuk menampung air di kawasan utara Jakarta.

Namun, kondisi itu kini telah rusak akibat banyaknya bangunan di hampir seluruh wilayah Ibu Kota. Menurut Jan, perlu ada rekayasa tata ruang agar kota ini kembali pada kondisi ideal tersebut. “Inti dari bencana banjir di Jakarta adalah pada pengelolaan kepadatan tata ruang, ” kata Jan Sopaheluwakan, peneliti senior dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (21/1/2014).

Selain masalah tata ruang, kata Jan, ada hal lain yang tidak disadari warga Jakarta sebagai faktor penyebab banjir, yakni penurunan tanah. Penurunan tanah yang lambat ini terjadi akibat penyedotan air tanah. Kondisi itu memicu terjadinya pendangkalan sungai di wilayah tengah Jakarta.

  • Sementara itu, daerah selatan dan utara memiliki permukaan tanah lebih tinggi.
  • Penurunan ini membuat sungai-sungainya dangkal sehingga endapan kasar di tengah dan berpengaruh pada drainase kita yang kecil dan dipenuhi sampah, ” kata Jan.
  • Untuk mengendalikan banjir itu, peneliti Limnologi LIPI Fakhrudin memandang perlunya penerapan konsep zero run-off pada area terbangun.
See also:  Universitas negeri di jakarta yang ada fakultas kedokteran?

Skema penyerapan air ini dapat dilakukan dengan membuat sumur resapan dan penampungan air seperti kolam maupun danau buatan. “Intinya adalah bagaimana air di daerah terbangun seperti perumahan dan perkantoran bisa tertahan sebelum dilimpahkan ke selokan dan sungai, ” kata Fakhrudin.

Ia mendorong agar daerah selatan Jakarta menjadi kawasan penyerapan air dan kawasan utara menjadi tempat penampungan air. Pengamat tata kota, Edward Sihombing, juga menilai bahwa banjir yang mengancam Jakarta setiap tahun terjadi akibat kesalahan penataan ruang dan bangunan selama bertahun-tahun. Ia mengatakan, meskipun berat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo harus membenahi tata ruang kota agar memudahkan penanganan banjir pada masa mendatang.

“Ya, kesalahan masa lalu. Akar persoalannya pelanggaran tata ruang dan tata bangunan yang menyebabkan banjir Jakarta, kata Edward Sihombing sebagaimana dikutip Warta Kota, Rabu. Edward menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah menunjukkan upaya serius untuk melakukan perbaikan tata ruang.

Adblock
detector