Apakah yang menjadi inti dari isi piagam jakarta?

apakah yang menjadi inti dari isi piagam jakarta
Piagam Jakarta sebagai kompromi – Di paragraf keempat dan terakhir Piagam Jakarta, terkandung lima butir sila yang kini dianggap sebagai bagian dari Pancasila:

  1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dalam Piagam Jakarta, asas “ketuhanan” dijadikan sila pertama, sementara dalam rumusan Pancasila yang dikemukakan oleh Soekarno dalam pidatonya pada 1 Juni 1945, “ketuhanan” merupakan sila kelima. Perbedaan terbesar antara Piagam Jakarta dengan rumusan Pancasila Soekarno adalah keberadaan frasa “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Frasa yang dikenal dengan sebutan “tujuh kata” ini mengakui syariat untuk Muslim. Anggota Panitia Sembilan Abdoel Kahar Moezakir kelak mengklaim dalam sebuah wawancara pada Desember 1957 bahwa anggota lain yang beragama Kristen, Alexander Andries Maramis, setuju “200%” dengan rumusan ini. Rumusan tujuh kata sendiri dianggap rancu dan tidak diketahui apakah rumusan tersebut membebankan kewajiban menjalankan syariat Islam kepada perseorangan atau pemerintah.

Walaupun begitu, Piagam Jakarta merupakan hasil kompromi dan sila pertamanya dapat ditafsirkan berbeda sesuai dengan kepentingan kelompok Islam ataupun kebangsaan.

Bagaimana kedudukan Piagam Jakarta?

Berdasarkan seluruh uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa Piagam Jakarta memiliki kedudukan konstitusional yang kuat karena telah ditetapkan oleh Kepres No.150 tahun 1959 tentang Dekrit Presiden tertanggal 5 Juli 1959 dan dimuat dalam Lembaran Negara RI No.75 Tahun 1959 serta diperkuat lagi dengan penetapan MPR-RI

Tuliskan naskah isi Piagam Jakarta?

Piagam Jakarta merupakan hasil dari rumusan Panitia Sembilan Badan Penyelidikan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) di Jakarta pada 22 Juni 1945. Adapun isi yang ada dalam naskah Piagam Jakarta yaitu:

See also:  Pulo gadung jakarta apa?

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.Kemanusiaan yang adil dan beradab.Persatuan Indonesia.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pembahasan Naskah Piagam Jakarta isinya adalah rumusan dasar negara yang sudah direvisi oleh PPKI dan kemudian disahkan dengan tujuan untuk menjadi bagian dari pendahuluan UUD 1945 dan sampai saat ini masih dikenal dengan pembukaan. Sehabis disahkannya Piagam Jakarta sebagai bagian dari Pembukaan Undang-Undang Dasar atau UUD 1945 yaitu saat tanggal 18 Agustus 1945, sejak itu Pancasila sudah menjadi ideologi dari negara republik Indonesia.

Anggota BPUPKI memiliki tugas dalam menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia dengan cara mengeluarkan berbagai pendapat mengenai seluruh nilai yang bisa dijadikan dasar negara Indonesia yang suatu saat dibentuk dan disebut sebagai Pancasila. Ada tiga tokoh dibalik usulan rancangan dasar negara, yaitu: Soekarno, Muhammad Yamin, dan Soepomo.

Dalam menyempurnakan seluruh usulan yang dikemukakan oleh ketiga tokoh tersebut, maka dibuatlah suatu Panitia Sembilan yang tugasnya untuk merumuskan suatu rancangan pembukaan hukum dasar. Adapun Panitia Sembilan memiliki tugas dalam menyusun sebuah naskah rancangan yang nantinya digunakan untuk pembukaan hukum dasar dan diberi nama Piagam Jakarta oleh Muhammad Yamin.

Materi tentang isi piagam jakarta brainly.co.id/tugas/3903708 Materi tentang isi piagam jakarta brainly.co.id/tugas/2251303 Materi tentang isi piagam jakarta yg telah di sepakati dalam sidang bpupki brainly.co.id/tugas/25988214

Detail jawaban Kelas : 5 SD Mata pelajaran : Ilmu Sosial Bab : 7 – Perjuangan Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia Kode : 5.10.7 #AyoBelajar #SPJ2