Bagaimana kondisi alam wilayah dki jakarta?

bagaimana kondisi alam wilayah dki jakarta
Polusi udara Jakarta tahun 2018 dengan kualitas udara tidak sehat dan sangat tidak sehat meningkat dibandingkan tahun 2017 Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sumber utama terjadinya pencemaran udara di kota-kota besar termasuk DKI Jakarta yaitu penggunaan kendaraan bermotor yang terlalu banyak.

Oleh karena itu, masyarakat Jakarta harus mengubah moda transportasi dengan aktif menggunakan transportasi massal agar kualitas udara menjadi lebih baik. Selain itu, kebijakan plat nomor kendaraan ganjil genap juga dapat mengurangi polusi udara di DKI Jakarta. Hal ini diungkapkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dimana semenjak kebijakan tersebut diberlakukan gas CO 2 bisa ditekan hingga 28%.

Untuk memantau kualitas udara setiap harinya, Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoperasikan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU). Alat tersebut ditempatkan di lima titik yang dinamakan dengan DKI1, DKI2, DKI3, DKI4 dan DKI5. Lima lokasi ini mewakili lima wilayah DKI Jakarta yaitu Bundaran HI, Jakarta Pusat (DKI1), Kelapa Gading, Jakarta Utara (DKI2), Jagakarsa, Jakarta Selatan (DKI3), Lubang Buaya, Jakarta Timur (DKI4), Kebon Jeruk, Jakarta Barat (DKI5).

Alat pemantau ini akan menghasilkan data untuk parameter senyawa pencemar seperti Partikel Debu (PM10), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO 2 ), Nitrogen Dioksida (NO 2 ), dan Ozon Permukaan (O 3 ). Data tersebut selanjutnya diolah server yang berada di UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (LLHD) dan diinformasikan sebagai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Berikut ini tabel ISPU berdasarkan tingkat pencemaran udara dan dampak kesehatan bagi manusia.

ISPU Tingkat Pencemaran Udara Dampak Kesehatan
0–50 Baik Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika
51–100 Sedang Kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitive dan nilai estetika
101–199 Tidak Sehat Tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitive atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika
200–299 Sangat Tidak Sehat Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar
300–500 Berbahaya Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi

Sumber: kualitasudara.menlhk.go.id bagaimana kondisi alam wilayah dki jakarta Sumber: Dinas lingkungan Hidup Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup yang diambil dari data.jakarta.go.id, sepanjang tahun 2017 kualitas udara di wilayah DKI Jakarta cukup baik dengan rata-rata 225 hari dalam kategori sedang dan rata-rata 97 hari dalam kategori baik.

Bagaimana kondisi geografis DKI Jakarta?

Sekilas Tentang Provinsi DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas daratan 661,52 km2 dan lautan seluas 6.977,5 km2 serta tercatat ±110 pulau yang tersebar di Kepulauan Seribu. Secara administrasi, Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kotamadya dan 1 Kabupaten Administrasi yaitu Jakarta Pusat dengan luas daratan 47,90 km2; Jakarta Utara dengan luas daratan 154,01 km2, Jakarta Barat dengan luas daratan 126,15 km2; Jakarta Selatan dengan luas daratan 145,73 km2; Jakarta Timur dengan luas daratan 187,73 km2 dan Kabupaten Adm.

Kepulauan Seribu. Jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta 9,041 juta jiwa dengan kepadatan penduduk 13.667,01 jiwa per km2. Jakarta beriklim tropis, dengan suhu tahunan rata-rata 27°C dengan kelembaban 80-90%. Karena terletak di dekat garis khatulistiwa, arah angin dipengaruhi oleh angin musim. Angin musim barat bertiup antara November dan April, sedang angin musim timur antara Mei dan Oktober.

Curah hujan rata-rata 2.000 mm, curah hujan paling besar sekitar bulan Januari dan paling kecil pada bulan September. Provinsi DKI Jakarta terletak disebelah Selatan Laut Jawa; sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten/Kota Bekasi; sebelah Selatan dengan Kabupaten/Kota Bogor dan Depok serta sebelah Barat dengan Kabupaten/Kota Tangerang.

  • Lokasi Provinsi DKI Jakarta yang strategis di Kepulauan Indonesia menjadikan Jakarta pintu gerbang utama dalam perdagangan antar pulau dan hubungan Internasional dengan pelabuhan utamanya Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta.
  • Nama kota JAKARTA dapat kita telusuri mulai abad ke-14.
  • Ota ini pada masa itu masih bernama Sunda Kelapa, yakni sebagai pelabuhan kerajaan Pajajaran.
See also:  Alat musik khas ibu kota jakarta yang digesek adalah?

Kemudian, pada tanggal 22 Juni 1527, oleh Fatahillah, nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta. Dalam perjalanannya dari masa ke masa, nama Jayakarta pun mengalami perubahan. Menurut catatan, pada 4 Maret 1621, Belanda untuk pertama kalinya membentuk pemerintahan kota di tempat ini, yang diberi nama Stad Batavia; Sampai dengan menjelang pemerintahan Jepang, sebelum tanggal 8 Januari 1935 (masa awal dimulainya pemerintahan Jepang), nama Batavia tetap dipertahankan.

Pada masa pemerintahan Jepang diubah menjadi Jakarta (Jakarta Toko Betshu Shi) dan setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada September 1945, pemerintah kota Jakarta diberi nama “Pemerintah Nasional Kota Jakarta.” Sejak itu nama Jakarta tidak mengalami perubahan lagi sampai sekarang. Melengkapi keabsahan keberadaan kota Jakarta, tanggal 22 Juni – tanggal digantinya nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta — melalui Keputusan DPR Kota Sementara No.6/D/K/1956, ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta.

Kondisi Umum Kota Jakarta:

    Jakarta, dengan luas kota: 661,52 Km2, terletak di antara 60 8′ Lintang Selatan dan 106 0 48′ Bujur Timur. Sebelah barat berbatasan dengan Propinsi Banten dan sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Propinsi Jawa Barat.

    Bagaimana kondisi alam di wilayah Jakarta Selatan?

    Jakarta Selatan merupakan dataranrendah dengan ketinggian rata- rata26,2 meter diatas permukaan laut. Topografi Wilayah Jakarta Selatan pada umumnya dapat dikategorikan sebagai daerah perbukitan rendah dengan tingkat kemiringan 0,25%. Ketinggian tanah rata-rata mencapai Page 4 68 5-50 meter di atas permukaan laut.

    Apakah sumber daya alam yang ada di DKI Jakarta?

    Sebagai kota pelabuhan, Jakarta pada mulanya bernama Sunda Kelapa. Kemudian, pada 22 Juni 1527, Pangeran Fatahillah datang dan mendirikan kota Jayakarta untuk mengganti Sunda Kelapa. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai saat berdiri kota Jakarta.

    Kota Jayakarta berkembang sebagai kota pelabuhan yang sibuk, di mana para pedagang dari Cina, India, Arab, Eropa, serta negara-negara lain saling bertukar komoditas. Pada 1619, VOC Belanda yang dipimpin Jan PieterszoonCoen menghancurkan Jayakarta, lalu membangun kota baru di bagian barat sungai Ciliwung yang dinamakan Batavia, diambil dari Batavieren, nenek moyang bangsa Belanda Batavia direncanakan dan dibangun nyaris mirip dengan kota-kota di Belanda, yaitu dalam bentuk blok yang masing-masing dipisahkan oleh kanal, dilindungi oleh dinding sebagai benteng, serta parit.

    Selesai dibangun pada 1650, Batavia adalah tempat tinggal bangsa Eropa. Sementara bangsa Cina, Jawa, dan penduduk pribumi lainnya disingkirkan ke tempat lain. Batavia digunakan untuk menyebut nama kota ini selama tiga abad lebih. Setidaknya bermula pada 1619, atau sumber lain mengatakan tahun 1621, hingga 1942.

    Sejalan dengan kebijakan de-Nederlandisasi oleh Pemerintah Jepang, nama kota sengaja diganti dengan bahasa Indonesia atau Jepang. Walhasil, pada 1942, nama Batavia berubah menjadi Djakarta sebagai akronim Djajakarta. Menurut Lasmijah Hardi dalam Jakartaku, Jakartamu, Jakarta Kita (1987), pergantian nama itu bertepatan dengan perayaan Hari Perang Asia Timur Raya, pada 8 Desember 1942.

    Nama lengkap kota itu ialah Jakarta Tokubetsu Shi, Setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II dan Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, nama Jakarta tetap dipakai dengan meninggalkan nama Jepang-nya. Memasuki zaman Indonesia merdeka, Menteri Penerangan Republik Indonesia Serikat (RIS) saat itu, Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu, menegaskan, sejak 30 Desember 1949 tak ada lagi sebutan Batavia bagi kota ini.

    Sejak saat itu, nama Ibu Kota Republik Indonesia adalah Jakarta. Pemberian nama Jakarta ini kembali dikukuhkan pada 22 Juni 1956 oleh Wali Kota Jakarta Sudiro (1953-1960). Saat itu, sebelum 1959, posisi Jakarta masih merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pada 1959, status Jakarta diubah, dari sebuah kotapraja di bawah wali kota ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat Satu yang dipimpin gubernur.

    Gubernur pertama ialah Soemarno Sosroatmodjo. Pada 1961, status Jakarta diubah kembali, dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI). Sedangkan penetapan tanggal lahir Jakarta didasarkan pada momen peristiwa kemenangan Fatahillah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527.

    Seperti diketahui, untuk memperingati momen itu, nama Sunda Kelapa kemudian diubah menjadi Jayakarta. Hingga kini, setiap 22 Juni diperingati sebagai HUT Ibu Kota Republik Indonesia. Jakarta dengan kondisi geografis lautan yang lebih luas daripada daratan memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar, yakni berupa sumber daya mineral dan hasil laut.

    Sumber daya mineral yang dihasilkan, tepatnya di Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, berupa minyak bumi dan gas mulai dieksploitasi sejak 2000, dengan rata-rata kapasitas produksi sekitar 4 juta barel per tahun.

    Bagaimanakah keadaan alam Indonesia jelaskan *?

    bagaimana kondisi alam wilayah dki jakarta Foto oleh Tom Fisk dari Pexels Kunci Jawaban materi kelas 6 SD tema 8, keadaan alam Indonesia. Bobo.id – Pada pelajaran tematik kelas 6 SD tema 8, subtema 1, tepatnya halaman 50, teman-teman akan mempelajari keadaan alam Indonesia, Negara Indonesia yang mempunyai ribuan pulau baik besar dan kecil serta mempunyai wilayah laut yang luas.

    Selain itu, letaknya yang berada di garis khatulistiwa membuat Indonesia sebagai negara tropis yang hangat dan curah hujan tinggi. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang keadaan alam Indonesia, teman-teman bisa membaca teks berikut ini. Yuk, langsung saja membaca teks nonfiksi berikut ini dengan saksama dan temukan kunci jawabannya.

    Baca Juga: Cari Jawaban Materi Kelas 6 SD Tema 8, Peta Pikiran dari Informasi Negara Thailand Keadaan Alam Indonesia Indonesia memiliki lebih dari ribuan pulau. Pulau terpadat penduduknya adalah Pulau Jawa. Lebih dari setengah (65%) penduduk Indonesia hidup di Pulau Jawa.

    • Indonesia memiliki 5 pulau besar, yaitu Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
    • Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung api.
    • Sekitar 130 di antaranya termasuk gunung api aktif.
    • Sebagian dari gunung api terletak di dasar laut dan tidak terlihat di permukaan laut.
    • Indonesia merupakan tempat pertemuan dua rangkaian gunung api aktif.

    Selain itu, terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia. Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin muson barat dan muson timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah barat laut. Angin ini membawa banyak uap air sehingga pada bulan-bulan tersebut Indonesia mengalami musim hujan.

    1. Bulan Juni hingga Oktober, angin bertiup dari tenggara.
    2. Angin ini bersifat kering sehingga pada bulan-bulan tersebut, Indonesia mengalami musim kemarau.
    3. Suhu udara di dataran rendah Indonesia berkisar antara 23° Celsius sampai 28° Celsius sepanjang tahun.
    4. Namun, suhu juga sangat bervariasi.
    5. Rata-rata mendekati 40° Celsius pada musim kemarau di lembah Palu, Sulawesi dan di Pulau Timor.

    Suhu di bawah 0° Celsius di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Terdapat salju abadi di puncak-puncak pegunungan di Papua,seperti puncak Trikora (G.Wilhelmina, 4.730 m) dan Puncak Jaya (G. Carstenz, 5.030 m). Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun.

    Daerah dengan curah hujan rata-rata tinggi sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Delta Memberamo di Papua. Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Materi Keragaman Sumber Daya Alam Dari Teks nonfiksi berjudul “Keadaan Alam Indonesia”, sajikan informasi penting yang kamu temukan 1.

    Kondisi umum alam Indonesia Jawaban: Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung api.

    Kondisi alam meliputi apa saja?

    A. Kondisi Alam Negara-negara di Dunia – Persebaran Negara-negara di muka bumi meliputi, benua Asia ada 50 negara, benua Eropa ada 50 negara, benua Amerika 35 negara, benua Afrika 53 negara, dan benua Australia 1 negara, dan beberapa Negara di daerah Oseania.

    Mengapa di DKI Jakarta memerlukan penghijauan di kota?

    Jawaban: Karena di DKI Jakarta lebih banyak gedung bertingkat, rumah-rumah padat, banyak kendaraan, banyak penduduknya. Sehingga udaranya tercemar, penuh dengan polusi. Dengan adanya penghijauan kota atau hutan kota, maka udara akan menjadi bersih. Karena karbon dioksida diserap oleh daun dan diubah menjadi oksigen. Penjelasan: