Budaya jakarta yang hampir punah?

budaya jakarta yang hampir punah
Tradisi Potong Jari dari Papua – Tradisi berikutnya yang juga hampir punah adalah tradisi Potong Jari dari Papua. Tradisi yang terbilang ekstrem ini paling sering dilakukan oleh Suku Dani Papua. Tradisi ini dilakukan sebagai lambing dari kesedihan akibat sanak saudaranya ada yang meninggal. Aka tetapi sama seperti tradisi lainnya yang juga hampir punah.

Tradisi Mungguhan

Tradisi Mungguhan merupakan tradisi yang hampir punah. Tradisi Mungguhan dilakukan saat akan menyambut Bulan Suci Ramadhan. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh suku Sunda di Jawa Barat. Tradisi ini dilakukan dengan menyantap sajian bersama-sama dengan keluarga.

Tradisi Nyorog

Adat istiadat budaya Indonesia yang juga hampir punah adalah tradisi Nyorog. Tradisi Nyorog ini sama seperti Mungguhan yang dilakukan ketika akan menyambut Bulan Ramadhan. Tradisi ini sering dilakukan oleh Suku Betawi. Nyorog adalah tradisi yang dirayakan dengan membagikan makanan kepada keluarga.

Biasanya makanan diberikan kepada orang yang lebih tua seperti paman, ibu mertua, tante, bapak dan ibu. Makanan yang diberikan biasanya berupa makanan khas Betawi seperti sayur gubus pucung. Sayur gubus pucung terbuat dari ikan gabus dipadu dengan kemiri. Ada banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan hampir punah.

Sebagai penerus, tentu kita harus melestarikan tradisi tersebut. Melestarikan tradisi bisa dengan terus merayakannya saat waktunya tiba misalnya menjelang Bulan Ramadhan. Adat istiadat budaya Indonesia tentu harus dilestarikan.

Nyorog itu apa?

Merdeka.com – Menjelang bulan suci Ramadan sejumlah daerah di Indonesia turut menyambutnya dengan tradisi lokal, tak terkecuali di Betawi. Di sana tradisi Nyorog menjadi rutinitas yang tak bisa ditinggalkan. Nyorog merupakan cara orang Betawi untuk menghormati orang tua, maupun sanak keluarga yang memiliki usia jauh di atasnya. Mengutip laman Dinas Kebudayaan Jakarta, Selasa (29/3), beberapa bingkisan yang umum dibawa ke sanak saudara dan keluarga tua yakni kue-kue, bahan makanan mentah berupa gula, susu, kopi, sirup, beras, ikan bandeng dan daging kerbau, termasuk kuliner tradisional Betawi yang dimasukkan ke dalam rantang, misalnya saja sayur gabus pucung.2 dari 5 halaman

See also:  Tempat makan lesehan yang enak di jakarta 2020?

Apa yang kamu ketahui tentang tradisi palang pintu?

KOMPAS.com – Tradisi Palang Pintu merupakan bagian dari prosesi adat pernikahan masyarakat Betawi. Palang Pintu adalah tradisi unik dari Betawi yang berisi laga pencak silat, adu pantun, hingga pembacaan Al Quran dan salawat sebagai simbol ujian yang harus dilalui mempelai laki-laki untuk membuka pintu restu dari keluarga perempuan, melalui peristiwa jawara dari mempelai laki-laki harus bisa mengalahkan jawara dari tempat tinggal perempuan.

orang Betawi memakai bahasa apa?

Nomor Registrasi 201800669 Domain Tradisi dan Ekspresi Lisan Bahasa Betawi termasuk salah satu bentuk dialek bahasa Melayu. Keistimewaannya adalah mudah digunakan untuk berkomunikasi dengan suku-suku bangsa lain yang paham bahasa Indonesia. Bahasa Betawi merupakan hasil pembauran bahasa-bahasa antar suku dan dipengaruhi unsur bahasa asing (Arab, Belanda, Portugis, Inggris, dan Cina).

Bahasa Melayu dialek Nusa Kalapa telah dipergunakan di Jakarta paling tidak sejak abad ke-10. Bahasa Melayu dialek Jakarta atau Bahasa Betawi ini terdapat kosakata yang tergolong “Betawi Kawi”, yang dipengaruhi oleh bahasa Melayu Polinesia dan bahasa Kawi-Jawi. Bahasa Betawi yang dipergunakan sejak abad ke-10, mendapat pengaruh dari bahasa Portugis mulai abad ke-16.

Pada awalnya Bahasa Melayu digunakan oleh orang-orang atau penduduk asli Jakarta dan menjadi dasar bahasa Indonesia. Mudah sekali berbaur dengan bahasa Indonesia karena banyak persamaan antara keduanya, sehingga sering pula disebut bahasa Indonesia dialek Jakarta.

Perbedaan utamanya hanya pada ucapan sejumlah kata-kata yang pada kedua bahasa itu belum ada padanannya. Umumnya penduduk Betawi asli mengucapkan bunyi a menjadi e, misalnya Abah =Abe, Ada =Ade, Saja =Saje, dan lainnya, yang banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab, bahasa Cina, bahasa Jawa, dan bahasa Sunda.

See also:  Tanggapan penulis terhadap kemacetan yang terjadi di jakarta adalah?

Penduduk asli kota Jakarta yang pernah mempunyai nama Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia berbahasa Melayu. Di Pelabuhan Sunda Kelapa terjadi pertemuan para pedagang dari dalam (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur dan Malaka) dan luar Nusantara (orang Arab dan Cina datang lebih dulu daripada orang Portugis dan Belanda) dengan penduduk setempat.

Pertemuan antarbangsa ini mengakibatkan kontak bahasa. Dalam berkomunikasi dagang digunakan Bahasa Melayu sebagai lingua franca. Bahasa Betawi ini merupakan salah satu dialek areal dari bahasa melayu, yang berkembang sejak awal-awal abad masehi di kawasan antara sungai Cisadane disebelah barat sampai sungai Citarum di sebelah timur; dari pantai Teluk Jakarta disebelah utara sampai dekat kaki gunung salak disebelah selatan.

Kosakatanya sebagian besar sama dengan kosakata bahasa melayu umum; lalu diperkaya dengan kosakata dari bahasa Arab, cina, Belanda dan beberapa bahasa daerah lain, seperti bahasa Jawa, Sunda, dan Bali. Selain ada kosakata khas milik bahasa Betawi. Kosakata bahasa asing yang diserap ke dalam Bahasa Melayu berasal dari Bahasa Arab, Cina, Portugis, Belanda, Inggris dan Sanskerta.

  1. Penyerapan dari bahasa-bahasa itu turut memberikan ciri kepada Bahasa Melayu yang dituturkan oleh penduduk Jakarta asli sehingga menjadi Bahasa Melayu dialek Betawi,
  2. Dialek Betawi memiliki ciri khas fonetis yang membedakannya dengan Bahasa Melayu dialek lainnya.
  3. Bahasa Cina, terutama Bahasa Hokkian, merupakan bahasa asing yang turut memperkaya khazanah kosakata Bahasa Melayu Betawi.

Bahasa Indonesia Nonformal Bahasa Melayu Betawi banyak digunakan dalam percakapan berbahasa Indonesia pada situasi nonformal. Pada masa pra Sumpah Pemuda bahasa Indonesia yang masih disebut bahasa Melayu menjadi alat komunikasi atau bahasa yang sering dipergunakan di dalam pergaulan sehari-hari antara suku-suku bangsa Indonesia atau antara bangsa Indonesia dan bangsa asing sehingga bahasa Melayu adalah menjadi semacam jembatan yang mengakrabkan pergaulan dan memesrakan hubungan antara suku-suku bangsa dari pelbagai daerah Indonesia.

Adblock
detector