Bus angkutan kota yang beroperasi di kota jakarta yaitu?

bus angkutan kota yang beroperasi di kota jakarta yaitu
Hallo kaskuser, apa kabar ? Hehehe lama tidak bikin postingan karena banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan sesuai deadline Oke pada postingan kali ini, saya akan memaparkan Angkutan Pengumpan atau Feeder Bus TransJakarta dari / ke wilayah penyangga Ibukota, yaitu BODETABEK (Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi). Angkutan pengumpan ini berupa bus besar dengan kapasitas maksimal 85 orang, yang berfungsi sebagai sarana angkutan menuju tempat kerja, kampus, tempat berbelanja ataupun tempat wisata bagi mereka yang tinggal di wilayah penyangga.

Bagi yang naik bus ini dapat Transit ke Bus TransJakarta tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Harapannya ialah agar pengguna kendaraan pribadi mau beralih menggunakan Angkutan Massal. Angkutan pengumpan ke wilayah penyangga ada 2, yakni APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway TransJakarta) dan TransJabodetabek (Program dari KEMENHUB).1.

APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway TransJakarta) Adalah bus yang beroperasi dari wilayah penyangga ibukota menuju kawasan pusat kota. Mulai beroperasi pada tahun 2012. Bila melintas di jalur Busway, bus ini beroperasi sama seperti Bus TransJakarta pada umumnya.

  1. Yaitu hanya mengangkut dan menurunkan penumpang di halte Busway.
  2. Namun bedanya, bila penumpang naik bus ini antar halte Busway akan dikenakan tarif tambahan sebesar Rp.5000, karena bus APTB tidak menggunakan sistem pembayaran per KM seperti TransJakarta reguler.
  3. Akan tetapi, direncanakan pada bulan Juni 2016 nanti, seluruh operator APTB akan dibayar per KM seperti halnya TransJakarta.

Sehingga penumpang yang naik antar halte tidak lagi dikenai biaya tambahan. Bagi penumpang yang naik dari kawasan penyangga, dapat naik dari pinggir jalan dan membeli tiket langsung ke kondektur didalam bus. Saat ini terdapat 15 rute APTB (Sebenarnya ada 18 rute, namun 3 rute telah ditutup trayeknya karena sepi penumpang) yang melayani hingga wilayah BODETABEK.

  • Serta dilayani oleh 6 operator Bus.
  • E 15 serta 3 rute yang telah ditutup trayeknya yaitu : APTB 01 (Bekasi – Pulogadung) dengan operator Perum PPD (Sudah tidak beroperasi) APTB 02 (Bekasi – Kampung Rambutan) dengan operator Perum PPD (Sudah tidak beroperasi) APTB 03 (Poris Plawad – Taman Anggrek) dengan operator Perum PPD (Hanya beroperasi di jam – jam tertentu) APTB 04 (Ciputat – Kota) dengan operator PT.
See also:  Seni teater yang berasal dari jakarta disebut?

Bianglala Metropolitan (tidak berhenti di Pondok Pinang, Pondok Indah 1 & 2 kecuali kalo ada penumpang yang minta berhenti) APTB 05 (Cibinong – Grogol) dengan operator PT. Mayasari Bakti APTB 06 (Bubulak / Sentul City – Rawamangun) dengan operator PO.

Apa itu bus kota?

Jum’at, 01 Oktober 2021 – 14:33 WIB loading. Salah satu moda transportasi darat yang menjadi idola di Jakarta adalah bus kota. Sejak dulu, bus kota sudah menjadi andalan masyarakat untuk bepergian.Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok A A A JAKARTA – Salah satu moda transportasi darat yang menjadi idola di Jakarta adalah bus kota.

Sejak dulu, bus kota sudah menjadi andalan masyarakat untuk bekerja ke kantor maupun bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Baca juga: Integrasi Transportasi Jabodetabek, Anies: Naik Angkutan Umum Kita Lebih Produktif Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa dari masa ke masa metode pembayaran bus kota terus berkembang dan semakin praktis.

Baru-baru ini Dewan Transportasi Kota Jakarta melalui akun Instagramnya membagikan nostalgia cara pembayaran bus kota sejak periode tahun 1980-an. Berikut perkembangannya: 1. Era Karcis Pada periode 1980-an, sistem pembayaran bus kota di DKI Jakarta masih menggunakan sistem konvensional, yaitu pembayaran dengan uang tunai yang kemudian ditukar dengan karcis sebagai bukti pembayaran. Pembayaran melalui karcis yang dibagikan oleh kondektur kepada penumpang untuk bus kota PPD bertahan hingga tahun 1988. Tarif yang dipatok adalah Rp100-Rp150 untuk bus Reguler dan Rp250-350 untuk bus PATAS, dan selanjutnya untuk layanan bus PATAS AC PPD sudah tidak ada karcis yang diterbitkan. Era pembayaran bus kota DKI dengan karcis berlangsung hingga tahun 2020, dimana Transjakarta terakhir kalinya melayani pembayaran uang tunai dengan karcis untuk layanan non-BRT, kecuali jika ada gangguan dalam unit TOB (Tap On Bus).2. Era Farebox (RMB) Berbeda dengan swasta, PPD menerapkan sistem pembayaran melalui farebox pada bus PATAS AC dan beberapa bus PATAS-nya.

See also:  Jalan tol yang ada di jakarta?

Apa saja jenis angkutan umum di ibu kota?

Sebelumnya, selain trem yang dibangun pemerintah kolonial, angkutan umum di Ibu Kota didominasi oleh kendaraan jenis bus dan beberapa jenis angkutan yang lebih kecil, yang jangkauannya sampai ke daerah-daerah pinggiran bahkan sampai masuk ke dalam permukiman.

Bagaimana Sistem pembayaran bus kota di Jakarta?

Jum’at, 01 Oktober 2021 – 14:33 WIB loading. Salah satu moda transportasi darat yang menjadi idola di Jakarta adalah bus kota. Sejak dulu, bus kota sudah menjadi andalan masyarakat untuk bepergian.Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok A A A JAKARTA – Salah satu moda transportasi darat yang menjadi idola di Jakarta adalah bus kota.

  1. Sejak dulu, bus kota sudah menjadi andalan masyarakat untuk bekerja ke kantor maupun bepergian dari satu tempat ke tempat lain.
  2. Baca juga: Integrasi Transportasi Jabodetabek, Anies: Naik Angkutan Umum Kita Lebih Produktif Tapi mungkin banyak yang belum tahu bahwa dari masa ke masa metode pembayaran bus kota terus berkembang dan semakin praktis.

Baru-baru ini Dewan Transportasi Kota Jakarta melalui akun Instagramnya membagikan nostalgia cara pembayaran bus kota sejak periode tahun 1980-an. Berikut perkembangannya: 1. Era Karcis Pada periode 1980-an, sistem pembayaran bus kota di DKI Jakarta masih menggunakan sistem konvensional, yaitu pembayaran dengan uang tunai yang kemudian ditukar dengan karcis sebagai bukti pembayaran. Pembayaran melalui karcis yang dibagikan oleh kondektur kepada penumpang untuk bus kota PPD bertahan hingga tahun 1988. Tarif yang dipatok adalah Rp100-Rp150 untuk bus Reguler dan Rp250-350 untuk bus PATAS, dan selanjutnya untuk layanan bus PATAS AC PPD sudah tidak ada karcis yang diterbitkan. Era pembayaran bus kota DKI dengan karcis berlangsung hingga tahun 2020, dimana Transjakarta terakhir kalinya melayani pembayaran uang tunai dengan karcis untuk layanan non-BRT, kecuali jika ada gangguan dalam unit TOB (Tap On Bus).2. Era Farebox (RMB) Berbeda dengan swasta, PPD menerapkan sistem pembayaran melalui farebox pada bus PATAS AC dan beberapa bus PATAS-nya.

See also:  Bus apa saja dari jakarta ke pekanbaru?

Berapa jumlah angkutan umum di Jakarta?

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 12.238 angkutan umum bus yang beroperasi di DKI Jakarta Tahun 2019 Padatnya jalan di DKI Jakarta membuat mengendarai kendaraan pribadi terasa bosan dan sangat melelahkan. Maka dari itu tidak sedikit orang beralih menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi untuk berpergian. Trans Jakarta merupakan kendaraan transportasi umum yang dapat digunakan sebagai salah satu pilihan moda transportasi di DKI Jakarta. Penyediaan moda transportasi bus besar ini merupakan salah satu cara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan yang ada.

Dari sebanyak 5.855 bus berukuran besar yang beroperasi di DKI Jakarta di tahun 2019, sebanyak 5.843 unit yang dimiliki oleh PT Transportasi Jakarta dan 12 unit yang dimiliki oleh PT Mayasari Bakti. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.503 unit bus menggunakan bahan bakar premium dan 340 unit bus menggunakan bahan bakar gag atau BBG.

Adapun operator yang mengoperasikan unit-unit bus yang dimiliki oleh PT Transportasi Jakarta meliputi PT Mayasari Bakti, Trans Swadaya, PT Staedy Safe, PT BPW Pahala Kencana, PT Transportasi Jakarta, Damri, PPD, Kopaja, dan Jak Lingko. Sebanyak enam bus berukuran sedang yang beroperasi di DKI Jakarta dimana keenam bus tersebut merupakan bus milik perusahaan PT Metro Mini.

Adblock
detector