Jakarta informal meeting bertujuan mendamaikan pihak yang berkonflik di?

jakarta informal meeting bertujuan mendamaikan pihak yang berkonflik di
Jakarta – Menjadi salah satu pendiri dan anggota ASEAN, Indonesia memainkan peran untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Salah satu cara yang berhasil dilakukan adalah dengan menggelar Jakarta Informal Meeting atau JIM. Diadakan di Bogor pada 5-28 Juli 1988 dan Jakarta pada 19-21 Februari 1989, Jakarta Informal Meeting bertujuan untuk mewujudkan perdamaian atau menyelesaikan konflik bersenjata antara dua negara bertetangga di Semenanjung Indocina, Kamboja dan Vietnam.

Jakarta Informal Meeting diadakan dimana?

BERITA LAINNYA – 07 March 2022 – Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian di Kamboja melalui Jakarta Informal Meeting Oleh Alicia Josefanny Dalam pelaksanaan hubungan internasional, Indonesia tidak hanya aktif dalam mengikuti berbagai organisasi internasional. Namun, Indonesia juga berpartisipasi secara aktif dalam membantu penyelesaian sebuah konflik antar negara. Dalam perannya, Indonesia semaksimal mungkin bersikap netral dan tidak memihak pada salah satu pihak.

  1. Selain itu, Tindakan yang dilakukan Indonesia ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi apabila sewaktu-waktu Indonesia memerlukan bantuan balik.
  2. Partisipasi Indonesia dalam upaya menyelesaikan konflik dapat terlihat dari keikutsertaannya pada Jakarta Informal Meeting atau JIM.
  3. Jakarta Informal Meeting merupakan sebuah pertemuan yang diadakan oleh Indonesia dalam rangka untuk menyelesaikan sebuah konflik.

Pelaksanaan Jakarta Informal Meeting dilatarbelakangi oleh adanya peristiwa penggulingan kekuasaan pemerintah yang terjadi di Kamboja. Peristiwa itu terjadi saat perang antara Kamboja dengan Vietnam masih berlangsung. Konflik itu mendorong Indonesia untuk berpartisipasi dalam proses penyelesaiannya.

  1. Jakarta Informal Meeting dilakukan sebanyak dua kali.
  2. Jakarta Informal Meeting I dilaksanakan di Bogor pada 5-28 Juli 1988 dan Jakarta Informal Meeting II dilaksanakan di Jakarta pada 19-21 Februari 1989.
  3. Perang besar yang terjadi antara Kamboja dan Vietnam selama bertahun-tahun menyebabkan banyaknya korban jiwa.

Konflik antara Kamboja dan Vietnam dipicu oleh pergolakan dan besarnya ketegangan politik dalam negeri. Perang antara Republik Sosialis Vietnam melawan Pemerintah Demokratik Kamboja berlangsung sejak tahun 1975. Puncak penyerangan Vietnam terhadap Pemerintahan Demokratik Kamboja terjadi pada 25 Desember 1978 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Pol Pot.

See also:  Sma swasta di jakarta pusat yang bagus?

Berawal ketika terjadi pergantian pemerintahan dari Lon Nol ke rezim Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot. Pemerintahan Pol Pot memiliki program menjadikan negara Kamboja sebagai negara agraris. Tetapi program tersebut tidak berhasil sehingga menyebabkan kelaparan dan wabah penyakit serta pembantaian massal oleh rezim Khmer Merah.

Hal tersebut mengakibatkan pembantaian warga keturunan Vietnam di Kamboja yang akhirnya membuat Vietnam menyerang Kamboja dengan tujuan untuk menghentikan pembantaian tersebut. Vietnam mengirim 150.000 tentara untuk menyerang Kamboja dan berhasil menjatuhkan pemerintahan Khmer Merah.

  • Lalu dilakukan pengangkatan pemimpin Kamboja dibawah kekuasaan Vietnam yaitu Heng Samrin.
  • Sejak itu, terjadi perang saudara antara kelompok bersenjata di Kamboja dan pemerintahan yang didukung oleh pasukan Vietnam.
  • Perang antara Kamboja dan Vietnam mengakibatkan terancamnya keamanan politik di kawasan asia tenggara.

Konflik di Kamboja yang berkepanjangan membuat negara-negara di asia tenggara yang bergabung dalam ASEAN mendukung dan mempercayai Indonesia sebagai penengah dalam menyelesaikan proses perdamaian di Kamboja.

Apakah Jakarta Informal Meeting itu?

Jakarta Informal Meeting (JIM) adalah pertemuan yang dilaksanakan dalam upaya menyelesaikan konflik Kamboja-Vietnam dengan Indonesia sebagai perantaranya. JIM berupaya menciptakan situasi yang aman, kondusif dan stabil. Jakarta Informal Meeting dilaksanakan selama tiga kali dari tahun 1988 hingga 1990.

Pihak-pihak yang bertikai dengan adanya pertemuan tersebut sepakat untuk melakukan perdamaian. Dan kemudian pertemuan itu ditindaklanjuti dengan diselenggarakannya perundingan perdamaian di Paris, Prancis 23 Oktober 1991. Adapun salah satu tujuan ASEAN adalah mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional melalui penghormatan terhadap keadilan dan supremasi hukum dalam hubungan antara negara di kawasan dan kepatuhan terhadap asas Piagam PBB.

Pelaksanaan JIM dalam praktiknya sesuai dengan tujuan ASEAN karena JIM dan tujuan ASEAN sama-sama bertujuan ingin menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

See also:  7 kata yang dihilangkan dalam piagam jakarta adalah?

Jim membahas apa?

Jakarta Informal Meeting ( JIM )merupakan pertemuan yang dilaksanakan dalam upaya menyelesaikan konflik Kamboja-Vietnam dengan Indonesia sebagai perantaranya. Jakarta Informal Meeting ( JIM )telah dilaksanakan sebanyak tiga kali di antara tahun 1988-1990.

Mengapa Jim diadakan di Indonesia?

Pembahasan – Jakarta Informal Meeting ini adalah perundingan atau pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta antara tahun 1988 dan 1989 dengan tujuan untuk menyelesaiakan konflik bersenjata yang terjadi di negara Kamboja. Konflik bersenjata ini sendiri terjadi di wilayah perbatasan dan melibatkan pihak dari Vietnam.

Apa peran Indonesia dalam menyikapi konflik yang terjadi di Kamboja brainly?

Jawaban: Peran Indonesia dalam menyelesaikan konflik di Kamboja adalah Indonesia berusaha untuk mendamaikan pihak- pihak yang bertikai atau berperang dengan cara mempertemukan mereka dalam suatu perundingan. Akhirnya,diselenggarakanlah Jakarta Informal Meeting(JIM). Note : ===semoga sukses❤=== _semoga membantu dan bermanfaat:)_ ☆-Jadikan Jawaban Terbaik Ya-☆ Bila kalian berkenan:)

Apa yang dimaksud dengan informal meeting?

KOMPAS.com – Jakarta Informal Meeting atau yang biasa disingkat menjadi JIM adalah salah satu bentuk upaya Indonesia dalam menjaga perdamaian di ASEAN. Jakarta Informal Meeting adalah suatu perundingan perdamaian antara Kamboja dan Vietnam yang difasilitasi oleh Indonesia.

Bagaimana peran Menteri Luar Negeri Ali Alatas dalam membantu menyelesaikan konflik Kamboja?

Jawaban: Penjelasan: Bulan Juli 1988, Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu, Ali Alatas, mengadakan pertemuan pertama di antara empat faksi-faksi Kamboja yang bertikai, yang terdiri dari FUNCINPEC (kelompk Norodom Sihanok), Khmer Merah, KPNLF (kelompklok anti komunis Son Sann), dan pemerintah Republik Rakyat Kamboja.

Dua pertemuan lagi diadakan pada bulan Februari dan Mei 1989 antara para pihak bertikai. Karena semua pertemuan ini diadakan di Jakarta, pertemuan ini dikenal sebagai Jakarta Informal Meetings (JIM) atau Pertemuan Informal Jakarta. Pertemuan di Jakarta ini menjadi awal perundingan untuk mengakhiri konflik Kamboja.

See also:  Bintaro itu jakarta apa tangerang?

Pada bulan Juli 1989, Ali Alatas bersama dengan Menteri Luar Negeri Prancis, Roland Dumas dalam membuka Konferensi Perdamaian Paris, yang merupakan tindak lanjut pertemuan Jakarta. Dalam pertemuan Paris dilakukan diskusi-diskusi terjadi mengenai rencana penarikan mundur pasukan Vietnam dari Kamboja dan pembagian pembagian kekuasaan dalam pemerintahan Kamboja yang akan datang.

Kapan Jakarta Informal Meeting atau Jim dilaksanakan?

Hubungan Indonesia dan Kamboja secara historis telah terjalin dengan baik sejak lama oleh para founding fathers Presiden Soekarno dan Raja Norodom Sihanouk, dan khususnya dalam proses tercapainya perdamaian dan rekonsiliasi di Kamboja melalui peran Indonesia dalam memfasilitasi penyelenggaraan Jakarta Informal Meeting

Mengapa Jim diadakan di Indonesia?

Pembahasan – Jakarta Informal Meeting ini adalah perundingan atau pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta antara tahun 1988 dan 1989 dengan tujuan untuk menyelesaiakan konflik bersenjata yang terjadi di negara Kamboja. Konflik bersenjata ini sendiri terjadi di wilayah perbatasan dan melibatkan pihak dari Vietnam.

Kapan terjadi pertemuan Jakarta?

Jakarta – Menjadi salah satu pendiri dan anggota ASEAN, Indonesia memainkan peran untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Salah satu cara yang berhasil dilakukan adalah dengan menggelar Jakarta Informal Meeting atau JIM. Diadakan di Bogor pada 5-28 Juli 1988 dan Jakarta pada 19-21 Februari 1989, Jakarta Informal Meeting bertujuan untuk mewujudkan perdamaian atau menyelesaikan konflik bersenjata antara dua negara bertetangga di Semenanjung Indocina, Kamboja dan Vietnam.

Adblock
detector