Kapan masuk sekolah tatap muka di jakarta 2021?

kapan masuk sekolah tatap muka di jakarta 2021
Jakarta – Sekolah tatap muka dimulai sejak Senin, 12 Juli 2021. Belajar tatap muka ini dilakukan oleh sejumlah sekolah di wilayah yang tidak menerapkan PPKM Darurat. “Satuan pendidikan pada wilayah selain provinsi dalam PPKM Darurat dapat memberikan opsi pembelajaran tatap muka setelah memenuhi daftar periksa yang dipersyaratkan,” ujar Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri pada 1 Juli 2021 lalu.

  • Dimulainya sekolah tatap muka terbatas ini sekaligus memulai tahun ajaran baru 2021/2022.
  • Hal ini selaras dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang mewajibkan pelaksanaan tatap muka paling lambat untuk tahun ajaran baru.
  • Penyediaan layanan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA dilaksanakan paling lambat tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022,” bunyi SKB 4 Menteri seperti dikutip, Kamis (22/7/2021).

Dalam SKB tersebut diterangkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan yang telah mendapatkan vaksinasi secara lengkap wajib menyediakan sekolah tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh bagi satuan PAUD Dikdasmen dan pendidikan tinggi. “Dalam hal pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap, maka pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya mewajibkan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi di wilayahnya menyediakan pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh.” Penyelenggaraan sekolah tatap muka juga mengacu pada keputusan orang tua siswa.

  • Orang tua/ wali siswa mempunyai dua opsi dalam kelangsungan pembelajaran putra putrinya.
  • Mereka dapat memilih PTM Terbatas atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).
  • Sebaran Sekolah yang melakukan Sekolah Tatap Muka Sesuai Instruksi Mendagri No.14 Tahun 2021, pembelajaran dari rumah diberlakukan bagi zona merah dan zona oranye.

Sedangkan, zona hijau dan kuning boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Aidy Furqan menyampaikan, dalam masa pandemi Provinsi NTB melakukan dua dimensi pembelajaran yaitu tatap muka dan daring.

  • Pihaknya juga menerapkan beberapa mekanisme.
  • Seperti telaah aturan pelaksanaan sekolah tatap muka hingga menyusun rambu-rambu dan membuat video tutorial.
  • Instrumen simulasi dalam bentuk rambu-rambu dan video tutorial ini berdasarkan SKB 4 Menteri.
  • Emudian langkah berikutnya adalah, kami melakukan konsultasi kepada Satgas Covid-19 Provinsi, kepada Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretariat Daerah.
See also:  Seni teater tradisional yang berasal dari jakarta disebut?

Kami juga melakukan koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas dan pengawas di tingkat provinsi,” papar Aidy seperti dilansir dari laman Direktorat Sekolah Dasar, Kemendikbudristek. Beberapa sekolah yang turut menyelenggarakan sekolah tatap muka di antaranya SD Negeri Karang Mekar 5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga SDN 1 Lhokseumawe, Aceh.

Apakah PPKM level 3 boleh sekolah tatap muka?

Foto: Siswa saat mengikuti kegiatan belajar sacara tatap muka di SDN 014 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Jakarta, CNBC Indonesia – Pelaksanaan pembelajaran di kawasan Ibu Kota akhirnya diputuskan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ), setelah dalam dua minggu terakhir melalui pembelajaran tatap muka (PTM).

  1. Hal tersebut dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 9/2022, yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, seperti dikutip Selasa (8/2/2022).
  2. Dalam diktum keempat aturan tersebut, daerah yang berstatus level 3 bisa menggelar kegiatan belajar secara tatap muka atau jarak jauh sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

“Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh,” bunyi Inmendagri tersebut, seperti dikutip Selasa (8/2/2022). Dalam aturan SKB 4 menteri, sekolah yang berada di wilayah PPKM Level 3 guru dan tenaga kependidikan sudah divaksinasi paling sedikit 40% dan capaian vaksinasi dosis 2 pada warga lanjut usia paling sedikit 10%, sekolah tatap muka diselenggarakan secara terbatas dan bergantian.

Jumlah murid maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas dengan lama jam belajar paling banyak 4 jam pelajaran per hari. Adapun sekolah di daerah PPKM level tiga dengan guru dan tenaga kependidikan yang telah divaksin dosis kedua di bawah 40% dan lansia di bawah 10% wajib menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh atau sekolah online.

See also:  Mengapa jakarta disebut daerah istimewa?

Setidaknya, ada empat wilayah aglomerasi yang masuk kriteria PPKM level 3 yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Bandung Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. Sebelumnya, wilayah Jabodetabek yang berstatus PPKM level 2 memang tidak bisa menghentikan PTM.

Namun, pemerintah akhirnya mengeluarkan diskresi lebih detail terkait hal tersebut. Dalam Surat Edaran Mendikbudristek, pemerintah memberikan diskresi berupa pengurangan kapasitas aktivitas PTM. Kebijakan tersebut dapat dilakukan 50% dari jumlah peserta didik di wilayah PPKM level 2. Sebagai informasi, dalam beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang disebabkan varian Omicron.

Bahkan, penularan terdeteksi sampai dengan kegiatan belajar dan mengajar. Artikel Selanjutnya

Apakah sudah boleh PTM 100%?

Meskipun sudah diperbolehkan PTM 100 %, namun pemerintah memastikan bahwa orang tua/wali murid tetap mendapatkan pilihan apakah anaknya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka atau pembelajaran jarak jauh.

PTM terbatas sampai kapan?

Mulai Januari 2022, semua satuan pendidikan pada wilayah PPKM level 1, 2 dan 3 wajib melaksanakan PTM terbatas. Pemda tidak boleh melarang PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria dan tidak boleh menambahkan kriteria yang lebih berat. Demikian ditegaskan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek, Jumeri, S.TP., M.Si., pada webinar Kesiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2022, Senin, 3 Januari 2022.

Webinar ini melibatkan Kementerian Dalam Negeri, kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan juga Kemendikbudristek. Empat kementerian ini kembali memperbarui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi untuk tahun ajaran 2022. SKB terbaru ini dibuat lebih rinci dan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

“Secara garis besar sebagian daerah di Indonesia sudah masuk PPKM level 1 atau zona hijau. Sementara sisi persentase tenaga kependidikan yang sudah divaksinasi, data kami mencatat sebanyak 81% dari 4,5 juta atau sebanyak 3,606 juta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sudah menerima vaksinasi.

  1. Bahkan 72% atau 3,26 juta di antaranya sudah menerima vaksinasi dosis 2,” kata Jumeri.
  2. Ia juga menjelaskan saat ini tidak ada daerah yang masuk ke dalam level merah atau level 4.
  3. Hampir semua daerah yang ada di berbagai wilayah Indonesia masuk ke dalam level dua dan level-1.
  4. Di Pulau Jawa dan Bali terdapat 31% sudah di zona level 1, kemudian 59% level 2 dan 10% level 3.
See also:  Tugu yang ada di jakarta timur?

Di Sumatera sebanyak 62% ada di zona hijau, 35% kuning dan 4% di level tiga. Sulawesi 42% itu berada di level 1, 46% di zona level 2, dan 12% di level 3. Sementara itu di Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua didominasi berada di level 2. Kemudian pengaturan PTM terbatas tahun 2022 yang selanjutnya adalah, orang tua/wali peserta didik dapat memilih PTM terbatas atau PJJ bagi anaknya sampai semester satu tahun ajaran 2021/2022 berakhir. Ia melanjutkan semula pada keputusan SKB 4 Menteri pada 30 Maret-21 Desember 2021, apabila ada temuan kasus konfirmasi Covid-19 di satuan pendidikan Pemda dapat menutup satuan pendidikan dan mengehentikan sementara PTM terbatas paling cepat 3×24 jam.

Adblock
detector