Kapan mrt jakarta beroperasi?

kapan mrt jakarta beroperasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Untuk kegunaan lain, lihat MRT,

MRT Jakarta
Info
Pemilik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Wilayah Jakarta, Indonesia
Jenis Angkutan cepat
Jumlah jalur 1
Jumlah stasiun 13 beroperasi
Penumpang harian 19.024 (Februari 2022)
Kantor pusat Kompleks Wisma Nusantara lantai 21 Jalan M.H. Thamrin No.59 Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng Jakarta Pusat 10350
Situs web www,jakartamrt,co,id
Operasi
Dimulai 24 Maret 2019 ; 3 tahun lalu
Operator PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda)
Waktu antara 5 menit (jam sibuk) 10 menit (di luar jam sibuk, akhir pekan dan hari libur nasional (kecuali jika hari libur jatuh pada akhir pekan))
Teknis
Panjang sistem 110,8 km (rencana)
Lebar sepur 1.067 mm ( 3 ft 6 in ) Cape gauge
Listrik 1.500 V DC ( listrik aliran atas )
sembunyi Peta sistem
Wikimedia | © OpenStreetMap

/td>

Moda Raya Terpadu Jakarta (disingkat MRT Jakarta atau MRTJ, bahasa Inggris : Jakarta Mass Rapid Transit ) adalah sistem transportasi rel angkutan cepat di Jakarta, Proses pembangunan moda transportasi ini dimulai tahun 2013. Jalur pertama layanan MRT Jakarta dioperasikan tanggal 24 Maret 2019, menjadikannya layanan moda raya terpadu pertama yang beroperasi di Indonesia,

Kapan MRT mulai beroperasi?

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan memberlakukan jadwal operasi pukul 05.00—23.00 WIB setiap hari berlaku Senin—Jumat dengan selang waktu keberangkatan kereta setiap 5 menit pada jam sibuk, yaitu 7.00—9.00 WIB dan 17.00—19.00 WIB, dan setiap 10 menit di luar itu.

Kapan MRT fase 3 mulai?

Jakarta – Moda raya terpadu (MRT) fase 3 Cikarang-Balaraja atau East-West Line bakal mulai dibangun tahun depan. MRT ini melintasi 3 provinsi sekaligus yakni Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Kapan proyek ini rampung? Direktur Utama PT MRT Jakarta William Syahbandar menjelaskan, MRT Cikarang-Balaraja memiliki panjang sekitar 85 km yang dibagi dalam 2 fase.

  • Fase pertama yakni Jakarta, dan fase kedua Jawa Barat dan Banten.
  • Fase Jakarta memiliki panjang sekitar 34 km yang terbagi lagi dalam dua fase.
  • Fase pertama yakni Tomang-Ujung Menteng dan fase kedua Tomang-Kembangan.
  • Progres saat ini ialah pekerjaan desain yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan.

“Apa yang sedang dilakukan sekarang, lewat Kementerian Perhubungan mengkoordinasikan desain dari fase 1 dari segmen Jakarta. Fase 1 itu dari jalur Tomang sampai ke Ujung Menteng dan fase 2 nanti Tomang sampai ke Kembangan atau Kalideres,” katanya dalam acara Forum Jurnalis, Kamis (30/8/2022).

  1. Dia mengatakan, proyek fisik paling cepat dilakukan tahun depan.
  2. Sejalan dengan itu, pihaknya terus mencari pendanaan untuk proyek ini yang mencapai Rp 160 triliun.
  3. Tahun ini kan baru basic engineering design jadi paling cepet baru tahun depan akan dicanangkan proyek fisik, tapi saat bersamaan juga kita sedang menjajaki sumber-sumber pendanaan lain,” ujarnya.

William belum bisa memastikan kapan proyek ini rampung. Namun, untuk wilayah Jakarta ia memperkirakan di tahun 2030. “Masih panjang, belum bisa saya (.) nanti kita lihat basic engineering design seperti apa, kalau Jakarta sendiri mungkin 2030. Kalau segmen Jakarta ya, karena yang paling akan dikerjakan pertama adalah segmen 1, segmen Jakarta,” katanya.

Apakah MRT beroperasi saat Lebaran 2022?

JAKARTA, KOMPAS.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan penyesuai jadwal operasional pada masa libur Lebaran 2022 untuk mendukung aktivitas masyarakat di Jakarta. MRT Jakarta beroperasi mulai pukul 06.00-22.30 WIB sepanjang 29 April-8 Mei 2022. Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Rendi Alhial mengatakan, perubahan waktu operasional MRT Jakarta yang ditetapkan merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 198 Tahun 2022.

  1. Sehubungan dengan hal itu ditetapkan MRT Jakarta tetap beroperasi mulai pukul 06.00-22.30 WIB dengan jarak waktu antar kereta 10 menit flat yang berlaku pada 29 April-8 Mei 2022,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/5/2022).
  2. Baca juga: Update Jam Operasional BCA, BRI, dan Bank Mandiri Selama Libur Lebaran 2022 Selain menyesuaikan jadwal operasi, pada masa libur Lebaran ini, MRT Jakarta juga menawarkan beragam promo untuk para pengguna transportasi ini.

Seperti, program special price atau cashback saat berbelanja di tenant yang ada di stasiun selama libur Lebaran, antara lain Auntie Anne’s, Alfamart, Chatime, dan Family Mart. Selain itu, ada promo cashback payment tiket dari mitra e-wallet diantaranya LinkAja, AstraPay, dan Gopay.

Promo feeder untuk mempermudah akses perjalanan dari/menuju stasiun MRT selama periode libur Lebaran dengan berbagai mitra MRT Jakarta yaitu Swoop, Blubird, Tebengan, dan Grab. Kemudian program extra double point ( point collection ), dan promo spesial 555 point redemption untuk penukaran e-voucher belanja dan pulsa operator telekomunikasi ( point redemption ) selama libur Lebaran.

Baca juga: Cara Top Up ShopeePay lewat ATM BRI, BRImo, dan Internet Banking Sedangkan promo tempat wisata, mall dan kuliner di sekitar stasiun MRT selama libur Lebaran yaitu Moja, M Bloc, Taman Impian Jaya Ancol. Serta program gamifikasi Bedug Master berhadiah selama libur Lebaran, juga kegiatan joyride dan music in station bersama komunitas.

  1. MRT Jakarta terus mengimbau penumpang untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti kewajiban memakai masker, menjaga jarak antar pengguna, rajin mencuci tangan, serta tidak berbicara, baik satu atau dua arah, selama di dalam kereta dan area peron stasiun,” pungas Rendi.
  2. Baca juga: Simak 5 Cara Aktifkan Paket Darurat Telkomsel dengan Mudah Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.

Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berapa tiket MRT?

Indonesiabaik.id – Harga tiket MRT Jakarta akhirnya ditetapkan pascaperesmian moda transportasi mass rapid transit tersebut. Sebelumnya, uji coba MRT telah dilakukan pada tanggal 12 – 23 Maret 2019. Selama uji coba tersebut, masyarakat yang penasaran dengan moda transportasi terbaru ibu kota ini tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis.

  • Bagi masyarakat yang ingin menaiki kereta MRT Jakarta, PT MRT telah menyiapkan total 790 ribu kartu single trip dan multi trip yang akan mulai dijual pada 1 April 2019 saat MRT dioperasikan secara komersial.
  • Harga tiket MRT Jakarta dibedakan menjadi dua, tergantung dari jenis tiket yang dibeli.
  • Ada dua jenis tiket yang dijual ke masyarakat, yaitu single trip dengan harga Rp15.000 dan multi trip dengan harga 25.000.

Single trip ticket harus satu siklus tap-in dan tap-out, tiket berlaku di hari yang sama dengan pembelian atau isi ulang. Untuk tap-in, tiket harus digunakan di stasiun pembelian atau isi ulang dan tap-out di stasiun tujuan atau sebelumnya dan tarif di tiket terpakai alias tidak ada pengembalian kelebihan tarif, sedangkan jika berhenti di stasiun setelahnya maka dilakukan penyesuaian tarif.

Kapan proyek MRT Selesai?

*per 25 Agustus 2022 Segmen satu direncanakan selesai pada Maret 2025 dan beroperasi pada April 2025 sedangkan segmen dua ditargetkan akan selesai pada Agustus 2027.

Berapa kedalaman stasiun MRT?

Ilustrasi Stasiun Monas Pembangunan MRT Jakarta fase 2A terus dikerjakan. Per 19 September 2020 lalu, perkembangan pekerjaan paket kontrak CP 201 yang meliputi pembangunan dua terowongan yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Thamrin, pembangunan Stasiun Thamrin dan Monas, serta pembangunan dua terowongan yang menghubungkan Stasiun Monas dan Stasiun Harmoni telah mencapai 8 persen.

  1. Penyelesaian pekerjaan ini ditargetkan pada Maret 2025 mendatang.
  2. Apa saja yang termasuk pekerjaan fase 2A ini? Berikut profil MRT Jakarta Fase 2A.
  3. Stasiun Fase 2A ini akan membangun tujuh stasiun, meliputi Stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
  4. Seluruh stasiun terletak di bawah tanah dengan kedalaman mulai dari 17 meter hingga 36 meter di bawah tanah.

Stasiun Thamrin akan menjadi stasiun terpanjang, yaitu 455 meter dengan 200 meter di antaranya disiapkan sebagai area komersial. Di stasiun ini pula akan menjadi pertemuan dengan jalur timur dan barat. Stasiun Sawah Besar dan Mangga besar akan dibangun empat lantai di bawah tanah.

  • Hal ini disebabkan oleh karakter terowongan yang melewati kedua stasiun ini.
  • Seluruh stasiun akan terintegrasi langsung dengan halte bus Transjakarta.
  • Terowongan Panjang jalur dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota sekitar 5,8 kilometer dengan jarak antarstasiun mulai dari 0,6 kilometer sampai dengan satu kilometer.

Terowongan dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Harmoni akan sejajar seperti di fase 1, begitu juga terowongan dari Stasiun Glodok hingga Stasiun Kota. Sedangkan terowongan yang menghubungkan antara Stasiun Harmoni dan Stasiun Glodok akan bertingkat ( stacked tunnel ) sehingga desain stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar akan empat lantai di bawah tanah. Ilustrasi Stasiun Thamrin Sistem Persinyalan dan Operasi Kereta akan menggunakan sistem persinyalan Kendali Kereta berbasis Komunikasi ( communication-based train control ) dengan sistem operasi otomatis level 2 ( automatic train operation level 2 ).

Sama dengan fase 1, lebar jalur 1.067 mm dengan jenis rel R54. Berdasarkan kajian dari Basic Engineering Design Fase 2 yang dilakukan pada 2012 silam, jalur Utara—Selatan yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Kota akan mengangkut penumpang sekitar 551 ribu orang per hari dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 45 menit.

Pada masa pandemi saat ini, tim konstruksi terus membangun dan berupaya mewujudkan impian hadirnya transportasi massal yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan untuk menghubungkan utara dan selatan Jakarta. Sebagai proyek strategis nasional yang mendorong pembangunan berkelanjutan, diharapkan MRT Jakarta dapat menurunkan tingkat kemacetan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki kualitas hidup, serta tentunya menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Berapa biaya pembangunan MRT Jakarta Fase 1?

1. Variation Order dan Price Adjustment pada Pembangunan MRT Jakarta Fase 1 sejumlah ¥22,308 juta, atau ekuivalen dengan Rp2.565.396,- juta, untuk pekerjaan konstruksi dan konsultasi fase 1 Lebak Bulus – Bundaran Hl, sebagaimana telah pula dilakukan reviu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

MRT Fase 2 selesai kapan?

Proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2 membentang sepanjang sekitar 11,8 kilometer dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat. Fase 2 ini melanjutkan koridor utara—selatan fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019 lalu, yaitu dari Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI.

Dengan hadirnya fase 2 ini, total panjang jalur utara—selatan menjadi sekitar 27,8 kilometer dengan total waktu perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus Grab hingga Stasiun Kota sekitar 45 menit. Jarak antarstasiun sekitar 0,6—1 kilometer dengan sistem persinyalan Kendali Kereta Berbasis Komunikasi (CBTC) dan sistem operasi otomatis tingkat 2.

Pembangunan fase 2 merupakan proyek strategi nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategi Nasional. Selain itu, Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 1713 Tahun 2019 tentang Perubahan Keputusan Atas Gubernur Nomor 1728 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Jalur Mass Rapid Transit Koridor Bundaran HI—Kota menjadi landasan penetapan jalur dan stasiun di fase 2A.

Fase 2 terdiri dari dua tahap, yaitu fase 2A dan fase 2B. Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer. Sedangkan Fase 2B terdiri dari dua stasiun bawah tanah (Mangga Dua dan Ancol) dan satu depo di Ancol Barat dengan total panjang jalur sekitar enam kilometer.

Fase 2B sedang dalam tahap studi kelayakan. Fase 2 terdiri dari dua tahap, yaitu fase 2A dan fase 2B. Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 6,3 kilometer.

Pekerjaan konstruksinya dibagi ke dalam tiga paket kontrak yaitu – CP 201 untuk membangun Stasiun Thamrin dan Monas serta jalur sepanjang 2,7 kilometer. Paket ini dikerjakan oleh kontraktor Shimizu dan Adhi Karya Join Venture (JV). – CP 202 untuk membangun Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga besar serta jalur sepanjang 1,8 kilometer.

– CP 203 untuk membangun Stasiun Glodok dan Kota serta jalur sepanjang 1,3 kilometer. Sedangkan paket kontrak lainnya meliputi CP 205 untuk sistem perkeretapian dan rel dari Bundaran HI hingga Kota, CP206 untuk pengadaan kereta, dan CP 207 untuk pekerjaan Automatic Fare Collection (AFC).

  • Fase 2B terdiri dari dua stasiun bawah tanah (Mangga Dua dan Ancol) dan satu depo di Ancol Barat dengan total panjang jalur sekitar enam kilometer.
  • Stasiun bawah tanah akan dibangun dengan kedalaman mulai dari 17 meter sampai dengan 36 meter di bawah tanah.
  • Aliran listrik akan disuplai oleh dua gardu PLN 150 kV dengan total daya (power) 60 mV.

Proyek Pembangunan MRT dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta didukung oleh dana pinjaman Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Dana pinjaman JICA yang telah diterima Pemerintah Pusat diterushibahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

MRT dibuat oleh siapa?

Dicetuskan BJ Habibie – Ide pembangunan MRT dicetuskan sejak tahun 1985 oleh Bacharudin Jusuf Habibie. Saat itu ia menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di era pemerintahan Presiden Soeharto. Baca juga: Dinkes DKI: Varian Baru Corona Ditemukan di Jakarta Lebih Menular dan Bergejala Berat Habibie mengatakan bahwa ia tengah mendalami berbagai studi dan penelitian demi menghadirkan transportasi massal berupa proyek MRT di Ibu Kota.

Jakarta Urban Transport Program (1986-1987), Integrated Transport System Improvement by Railway and Feeder Service (1988-1989), Transport Network Planning and Regulation (1989-1992), dan Jakarta Mass Transit System Study (1989-1992).