Kereta cepat jakarta bandung kapan selesai?

kereta cepat jakarta bandung kapan selesai
Bisnis.com, JAKARTA – Rangkaian kereta Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah dikirimkan dari China ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berharap pengiriman rangkaian EMU dari China ke Jakarta dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dapat berjalan dengan baik.

Kapan kereta api cepat Jakarta Bandung selesai?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah memastikan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung dapat beroperasi pada bulan Juni 2023. Menteri Bumn Erick Thohir menyatakan gerbong kereta cepat akan tiba di Tanah Air pada September 2022. Selengkapnya dalam program Property Point CNBC Indonesia (Rabu, 24/08/2022) berikut ini. Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini

Kapan pembangunan kereta cepat?

ILUSTRASI. Rangkaian Trainset Electric Multiple Unit (EMU) CR400AF untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di pabrikan CRRC Qingdao Sifang Co.Ltd, China. Rangkaian kereta api Cepat Jakarta – Bandung akan mulai tiba di Indonesia pada September 2022.

  • Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat KONTAN.CO.ID – JAKARTA,
  • Rangkaian kereta api Cepat Jakarta – Bandung akan mulai tiba di Indonesia pada September 2022.
  • Ereta cepat kita sampaikan InsyaAllah bulan September, kita akan kedatangan mulai kereta cepatnya dan kita akan terus uji coba dan InsyaAllah di tahun depan bulan Juni sudah mulai bisa operasi,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir usai rapat terbatas di Istana Negara, Rabu (24/8).

Sebelumnya, GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Rahadian Ratry mengatakan, progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) secara keseluruhan telah mencapai 76%. “Mengenai progres pembangunan KCJB, terhitung sejak pekan keempat Juli, progres fisik KCJB sudah mencapai 76,34%.

  1. Untuk progres investasi sudah 85,39%,” kata Rahadian kepada Kontan.co.id, Jumat (29/7).
  2. Baca Juga: Pemerintah Belum Pastikan Kapan PMN untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cair Rahadian menambahkan, fokus utama proyek KCJB saat ini adalah penyelesaian konstruksi dan persiapan operasi dan maintenance atau perawatan.

Mengenai tunnel, hingga saat ini seluruh tunnel di proyek KCJB sudah berhasil berhasil ditembus. “Untuk pembangunan bridge juga sudah 95% dan subgrade 82%. Percepatan pembangunan terus kami lakukan dengan harapan proyek KCJB bisa selesai tepat waktu,” ucap Rahadian.

  • Rahadian bilang, seiring dengan pembangunan konstruksi, persiapan operasi dan maintenance juga KCIC lakukan.
  • CIC menyiapkan aturan-aturan dan SOP terkait operasional.
  • Perekrutan sumber daya untuk operasional dan perawatan KCJB juga sudah dilakukan secara bertahap.
  • Harapannya ketika konstruksi selesai, SDM operasional dan perawatan juga sudah siap,” terang Rahadian.

Baca Juga: Banggar Kaji Penambahan Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp 3,1 Triliun Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News DONASI, Dapat Voucer Gratis! Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Berapa biaya pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung?

Foto: Seluruh Terowongan di Proyek KCJB Berhasil Ditembus. (Dok. KCIC) Jakarta, CNBC Indonesia – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kembali diterpa hambatan baru. Biaya proyek membengkak dan pihak China dikabarkan meminta Indonesia untuk menutup pembengkakan biaya atau cost over run yang terjadi.

  • Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, dalam konferensi pers, Selasa (26/7/2022).
  • Beberapa waktu lalu disampaikan adanya cost over run.
  • Ini setahu saya masih dibahas karena ada permintaan cost overrun ini dicover oleh pemerintah Indonesia,” kata Wahyu.

Hanya saja hal ini masih dalam pembahasan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). “Terkait hal ini, teman-teman dari Kemenkeu baru membahas yang merupakan bagian kewajiban kita untuk kontribusi dalam pembangunan, bukan cost of run,” jelas Wahyu. Pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) juga masih belum mau bicara banyak mengenai hal ini karena masih dalam proses negosiasi.

  • Dimana sesuai dengan Perpres Nomor 93/2021, besaran cost overrun merupakan keputusan komite kereta cepat yang diketuai oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perhubungan.
  • Setelah mendapat review dari BPKP.
  • Hingga saat ini kami dari PT KCIC masih menunggu keputusan tersebut mengenai sumber pembiayaan.

hal tersebut masih dalam tahap negosiasi antara pemegang saham BUMN Indonesia dan Tiongkok. sehingga kami belum bisa berkomentar lebih jauh,” kata Sekretaris Perusahaan PT KCIC, Rahadian Ratry, kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu. Lantas seberapa besar cost over run ini? Sebelumnya estimasi biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sepur cepat ini US$ 5,5 miliar, yang kemudian menjadi pembengkakan menjadi US$ 6,07 miliar.

  • Namun dari kajian 2021 lalu proyek itu berpotensi naik lagi sekitar US$ 1,17-1,9 miliar.
  • Dimana jumlah pasti pembengkakan akan diumumkan oleh Komite Kereta Cepat yang dipimpin Kemenko Marves.
  • Pihak Indonesia dan China masih berkomunikasi untuk saling menalangi pembengkakan biaya, meski sudah ada indikasi penolakan dari China.

Sementara untuk target uji coba masih direncanakan pada November 2022 ini dalam rangkaian acara KTT G20. Dimana diagendakan Presiden Joko Widodo akan menjajal bersama Presiden China Xi Jinping. “Kereta cepat ini dijadikan salah satu tujuan dari kunjungan Presiden China Xi Jinping saat kunjungan G20,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Selasa (26/7/2022).

KCIC milik siapa?

Perusahaan ini dibentuk sebagai patungan antara Pilar Sinergi BUMN Indonesia sebesar 60% dengan perusahaan konsorsium Republik Rakyat Tiongkok, Beijing Yawan HSR Company Limited, sebesar 40%.

Dimana saja stasiun kereta cepat Jakarta Bandung?

Dijuluki Kereta Cepat Halim- Padalarang – Seperti diketahui, meski bernama Kereta Cepat Jakarta Bandung, kereta ini sejatinya tak menghubungkan Kota Jakarta dengan Kota Bandung. Ini karena lokasi stasiun kereta berada di Tegalluar yang masuk Kabupaten Bandung, dan Stasiun Padalarang yang merupakan wilayah Kabupaten Bandung Barat.

  1. Di lini masa, warganet kerap mempelesetkan Kereta Cepat Jakarta Bandung sebagai Kereta Cepat Halim Padalarang.
  2. Baik Padalarang maupun Tegalluar, merupakan wilayah pinggiran atau daerah penyangga Kota Bandung.
  3. Untuk menuju pusat Kota Bandung dari kedua wilayah tersebut, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 30-45 menit, itu pun jika jalanan lenggang alias tanpa macet.
See also:  Sebutkan rumusan dasar negara yang tertuang dalam jakarta charter?

Jika jalanan macet, tentulah membutuhkan waktu lebih lama. Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung memang bisa dibilang proyek serba “nanggung”. PT KCIC Kereta Cepat Jakarta-Bandung siap diuji coba pada November 2022. Dengan jarak sejauh itu, waktu tempuh yang diperlukan adalah sekitar 41 menit. Itu pun jika jalanan tidak lancar. Padahal, jalan arteri Padalarang-Bandung terkenal dengan kemacetannya.

  1. Dalam kondisi macet, waktu tempuhnya menjadi 1 jam lebih.
  2. Sementara apabila penumpang memutuskan untuk menggunakan kereta pengumpan atau feeder yang disediakan PT KAI, maka waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 18-22 menit.
  3. Baca juga: Rachmat Gobel Kritik Proyek Kereta Cepat karena Mengemis Duit APBN Namun, itu belum menghitung waktu yang diperlukan penumpang kereta cepat untuk berjalan kaki untuk berpindah stasiun.

Sebagai informasi, stasiun kereta cepat dan kereta feeder berada di lokasi yang berbeda. Selain itu, penumpang perlu menghitung waktu yang diperlukan untuk menunggu kedatangan kereta feeder alias headway. Menurut keterangan KCIC, pemberangkatan KA Feeder ini adalah setiap 20 menit pada jam sibuk dan 30 menit di luar jam sibuk atau menyesuaikan operasional kereta cepat.

Apakah kereta api Jakarta Bandung sudah beroperasi?

Pemerintah memastikan Kereta Cepat Jakarta – Bandung tetap beroperasi pada 2023.

Mengapa biaya kereta cepat membengkak?

Penjelasan KCIC – Sementara itu, GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Rahadian Ratry juga sempat menyampaikan penyebab biaya proyek kerata cepat Jakarta-Bandung bengkak. Ia mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk menekan biaya pembangunan supaya lebih efisien.

“Mengenai perubahan biaya, kami sudah mengajukan angka untuk direviu oleh BPKP, dan hal ini masih berproses. Namun kepastiannya masih menunggu hasil audit dan reviu dari BPKP,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/4/2022). Namun kata dia, pembengkakan biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak dapat terhindarkan karena terdapat acuan harga yang harus disesuaikan.

Selain itu, penambahan waktu estimasi pelaksanaan proyek juga turut berdampak terhadap biaya proyek. Lebih rinci, dia menjelaskan alasan di balik pembengkakan biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai berikut: 1. Pengadaan lahan Biaya pengadaan lahan yang memakan porsi cukup besar terhadap biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi salah satu penyebab bengkaknya biaya proyek.

Pasalnya, proses pengadaan lahan yang memakan cukup banyak waktu membuat harga tanah yang akan dibebaskan turut mengalami kenaikan. “Akibatnya, ada penambahan biaya pengadaan lahan dari nilai awal,” kata Rahadian. Baca juga: Jokowi Mau Pamer Kereta Cepat Jakarta-Bandung ke Kepala Negara G20 Baca juga: Duit Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Menipis, Kini Berharap APBN 2.

Kondisi geologi di tunnel 2 Dia mengakui, ada situasi-situasi yang tidak terduga seperti kondisi geologi di tunnel 2. Meskipun dalam perencanaannya KCIC sudah memetakan area tersebut adalah area clayshale dan masih memungkinkan untuk dibuat tunnel. Namun dalam praktik di lapangan, ternyata kondisi geologisnya adalah clayshale ekstrem.

Ondisi ini membuat pembangunan sempat terhambat dan akhirnya berdampak pada penambahan biaya. “Hal ini memaksa kami untuk melakukan beberapa metode untuk mengatasi persoalan geologis,” jelasnya.3. Pandemi Covid-19 Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun 2020 membuat perencanaan proyek menjadi terhambat.

Sebab, upaya penanganan Covid-19 tidak pernah dianggarkan sebelumnya. Namun, agar proses pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap dapat berlangsung, KCIC perlu mengadakan langkah pencegahan Covid-19 sesuai dengan ketentuan pemerintah, mulai dari proses karantina hingga tes Covid-19 rutin.

  • Hal ini tentu menambah anggaran.
  • Baca juga: Kereta Cepat Tak Sampai Kota Bandung, Kira-kira yang Minat Banyak? “Selain ketika pandemi, produktivitas SDM KCJB sempat berkurang karena adanya pengetatan-pengetatan aktivitas yang dilakukan.
  • Hal ini tentu menjadi salah satu obstacle dan menjadi salah satu faktor penambahan biaya,” ucapnya.4.

Penggunaan frekuensi GSM-R Selain itu, penggunaan frekuensi GSM-R untuk operasional kereta api di Indonesia ternyata membutuhkan biaya investasi. Biaya ini di luar anggaran awal. Pasalnya, pada anggaran awal KCIC mengacu pada penggunaan frekuensi GSM-R di China di mana penggunaan frekuensi termasuk investasinya tidak perlu bayar.

Berapa pembengkakan kereta cepat?

JAKARTA, KOMPAS.com – Proses penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membutuhkan biaya tambahan dari pemerintah. Hal ini disebabkan karena terjadinya cost overrun (kelebihan biaya) dalam pengerjaannya. China Development Bank (CDB) beberapa waktu lalu mendorong agar Pemerintah Indonesia turun tangan untuk menanggung pembengkakan biaya tersebut.

  1. Adapun biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bengkak menjadi 8 miliar dollar AS atau setara Rp 114,24 triliun, bertambah 1,9 miliar dollar AS (Rp 27,09 triliun) dari rencana awal sebesar 6,07 miliar dollar AS yang ekuivalen dengan Rp 86,5 triliun.
  2. Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo dalam rapat dengan Komisi V DPR mengungkapkan penyebab biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bengkak.

Baca juga: China Minta APBN RI Tanggung Bengkak Biaya Kereta Cepat Didiek mengatakan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki banyak hambatan sehingga terjadi pembengkakan biaya. Ia mengatakan, hambatan ini bermula dari kontraktor dan kemudian pada tahun 2019 proyek kereta terhambat karena pembebasan tanah.

  • Hambatan tersebut mulai biaya pembebasan lahan yang naik, enginering, procurement, construction (EPC), relokasi jalur dan biaya lainnya mendorong terjadinya cost overrun,
  • Sebelumnya, target penyelesaian Kereta Cepat Jakarta Bandung adalah di tahun 2019, lalu mundur ke tahun 2022.
  • Belakangan, targetnya mundur lagi menjadi 2023.

“Sejak awal di pembebasan lahan ini antara 100 juta dollar AS sampai 300 juta dollar AS, yang besar juga EPC ini di angka 600 juta dollar AS sampai 1,2 miliar dollar AS, relokasi jalur-jalur kemudian biaya financing cost sendiri,” kata Didiek dalam rapat Komisi V DPR, Rabu (6/7/2022).

Didiek mengatakan, kas KCIC sudah menipis dan jika PMN tidak kunjung cair, ini akan membuat penyelesaian proyek semakin terhambat. “Kemarin sudah dalam pembahasan menyeluruh dan akan diberikan support dan ini apalagi enggak jadi 2022 maka berpotensi penyelesaiannya kereta cepat ini akan terhambat juga, karena cast flow KCIC itu akan bertahan sampai September sehingga belum turun maka cost overrun ini Juni 2023 akan terancam mundur,” ujarnya.

Baca juga: China Minta APBN RI Tanggung Bengkak Biaya Kereta Cepat, Ini Klarifikasi Pemerintah Sementara itu, GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC ) Rahadian Ratry mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk menekan biaya pembangunan supaya lebih efisien.

  1. Mengenai perubahan biaya, kami sudah mengajukan angka untuk direviu oleh BPKP, dan hal ini masih berproses.
  2. Namun kepastiannya masih menunggu hasil audit dan reviu dari BPKP,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/4/2022).
  3. Namun, kata Rahadian, biaya proyek Kereta Kepat Jakarta-Bandung bengkak tidak dapat terhindarkan karena terdapat acuan harga yang harus disesuaikan.
See also:  Organisasi organisasi kepemudaan yang menghadiri kongres pemuda 2 di jakarta?

Selain itu, terdapat penambahan waktu estimasi pelaksanaan proyek juga turut berdampak terhadap biaya proyek. Lebih rinci, Rahadian menjelaskan alasan di balik pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai berikut: 1.

Apakah di Malaysia ada kereta cepat?

Perbandingan dengan Malaysia – Ambisi membangun kereta cepat di Asia Tenggara sebenarnya bukan hanya milik Indonesia. Malaysia juga menjadi salah satu negara ASEAN yang sudah membangun infrastruktur kereta cepat, namun belakangan proyek tersebut dihentikan.

  • Lantaran beberapa infrastruktur sudah terlanjur terbangun, Malaysia sampai harus menanggung kerugian serta harus membayar kompensasi ke Singapura, negara tetangga sekaligus mitra dalam proyek Kuala Lumpur-Singapore High Speed Rail (HSR).
  • HSR merupakan proyek besar yang dijalankan bersama dua Negeri Jiran tersebut yang mengoneksikan ibu kota Kuala Lumpur dengan kawasan Jurong di Singapura.

Proyek HSR tersebut bakal memakan investasi sebesar 25 miliar dollar AS atau sekitar Rp 352,89 triliun. Saat kesepakatan itu, Malaysia dimpimpin oleh PM Najib Razak. Baca juga: Kereta Cepat Tak Sampai Kota Bandung, Kira-kira yang Minat Banyak? Dari kajian hingga pembangunan beberapa infrastruktur pendukung hingga proyek akhirnya dibatalkan, Malaysia sudah mengeluarkan anggaran cukup besar.

  1. Pihak Singapura sendiri meminta Malaysia membayar kompensasi atas sejumlah kegiatan konstruksi yang telah berjalan.
  2. Malaysia diketahui harus membayar biaya kompensasi sebesar Rp 1,1 triliun ke Singapura.
  3. Singapura juga diketahui sudah terlanjur membangun infrastruktur HSR di Jurong.
  4. Ini proyek tersebut mangkrak setelah Malaysia memilih membatalkan proyek HSR.

Dalam pernyataannya resminya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, mengatakan untuk sementara waktu proyek tersebut dibatalkan karena pandemi Covid-19. Baca juga: China Minta APBN RI Tanggung Bengkak Biaya Kereta Cepat “Terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Malaysia, pemerintah Malaysia telah mengajukan beberapa perubahan pada proyek HSR,” kata Muhyiddin Yassin dikutip dari Channelnewsasia, Kamis (28/7/2022).

Edua negara tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan bilateral yang baik, bekerja sama dengan erat di berbagai sektor, termasuk memperkuat konektivitas antar-kedua negara,” lanjut dia. Sementara itu dikutip dari Bloomberg, dampak pandemi Covid-19 membuat sejumlah kesepakatan kedua negara harus mengalami beberapa perubahan yang membuat kedua negara sepakat menghentikan kerja sama pembangunan HSR.

Pengumuman penghentian kerja sama bertepatan dengan berakhirnya tahun 2020 atau baru diumumkan secara resmi pada 31 Desember 2020 lalu. Baca juga: Bayang-bayang Pinjaman China di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Proyek tersebut bermula dari inisiasi kedua negara untuk mengembangkan kawasan yang dilalui proyek HSR.

Sempat jadi perdebatan publik, kedua negara sepakat patungan untuk mulai membangun kereta cepat pada tahun 2013 lalu. Total panjang lintasan rel kereta cepat dari Kuala Lumpur hingga Jurong mencapai 218 mil atau 350 kilometer. Dengan adanya kereta cepat, waktu tempuh dari Kuala Lumpur hingga ke Singapura bisa dipangkas hanya menjadi sekitar 90 menit.

Bandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi atau bus yang memakan waktu lebih dari 4 jam.

Siapa kontraktor kereta cepat?

Tentang Kami WIKA adalah satu-satunya kontraktor asal Indonesia yang dipercaya dalam pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Presiden Joko Widodo menunjuk WIKA secara langsung sebagai kontraktor yang mengerjakan KCJB, hal ini membuktikan kualitas WIKA sebagai kontraktor BUMN tidak diragukan lagi. Selengkapnya Mars HSR Section 3 Browser anda tidak mendukung pemutar suara Galeri Kutipan Do the best for WIKA. Terus berinovasi dan berkarya agar dapat menghasilkan sebuah mahakarya terbaik yang menjadi kebanggaan bagi kita semua, perusahaan, dan negara. Iwan Juliansyah Kepala Divisi Infrastruktur 1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Saya merasa bangga menjadi bagian dari Tim HSR ini, walau tidak dari awal bergabung, tetapi berupaya untuk memberikan suatu warna dalam tim ini yang kita cintai bersama. Semoga proyek HSR ini dapat Kita tuntaskan secepatnya, sesuai dengan harapan semua stakeholder serta menjadi cerita manis di masamasa mendatang. Adhi Priyanto General Manajer HSRCC PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Yang merupakan satu-satunya kontraktor Indonesia yang terlibat dalam pelaksanaan proyek ini. Dikerjakan oleh engineer WIKA mempersembahkan heritage ini kepada Nusa dan Bangsa. Sebuah kebanggan tersendiri bagi kami PT Wijaya Karya mempersembahkan Proyek Kereta Cepat yang pertama di Asia Tenggara. Banyak tantangan dan cerita menarik di proyek ini mulai dari semangat kerja yang luar biasa dan pantang menyerah dengan jumlah tim proyek yang kurang lebih 1900 orang secara keseluruhan dan 983 orang di seksi 3. Dengan lahan topografi yang beragam seperti bukit, rawa, serta sulitnya akses penghubung juga seni dan budaya serta lingkungan masyarakat yang menjadi cerita manis dan indah untuk dikenang.

Kapan proyek kereta cepat Jakarta Surabaya?

JAKARTA, KOMPAS.com – Proyek kereta semi cepat Jakarta -Surabaya mulanya direncanakan mulai beroperasi akhir tahun ini. Namun hingga beberapa waktu lalu, proyek ini tidak lagi terdengar kabarnya. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bakal mulai beroperasi akhir 2022.

Adapun tahapan konstruksi proyek pembukaan jalur kereta semi cepat ini bakal dimulai pada 2020. “Pertengahan tahun depan (mulai konstruksi), selesai dua tahun. Untuk opeasional biasanya alau gitu ada uji coba enam bulan, jadi akhir 2022 bisa operasi,” ujar Menhub Budi Karya di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Seluruh Terowongan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berhasil Ditembus Budi menjelaskan, pengelola kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bakal melakukan penandatangan nota kesepemahaman (MoU) dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) setelah 17 Agustus 2018 ini.

  • MoU tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari studi kelayakan yang telah dilakukan oleh perusahaan asal Jepang tersebut.
  • Nah studikelayakan ini akan hal-hal yang dihitung kembali.
  • Jepang studi kelayakan dan menghitung, misal jalannya dipindah ke mana, tingkat kelandaian dikurangi, terus desain-desain di mana mesti berhenti dan sebagainya,” ujar Budi.
See also:  Pada naskah pancasila dalam piagam jakarta yang dirubah yaitu?

Lalu bagaimana kabar proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya saat ini? Baca juga: Ke Jepang, Menhub Dorong Proyek MRT hingga Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya

Apakah PT KCIC termasuk BUMN?

PT KCIC merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara Indonesia ( BUMN ) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co.Ltd, dengan bisnis utama di sektor transportasi publik dengan skema business to business (B2B).

Kereta api Jakarta-bandung kapan beroperasi?

PIKIRAN RAKYAT – Setelah proses pembangunan yang alot dan terus-menerus mundur, kepastian terkait operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung akhirnya terungkap. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan mulai beroperasi secara penuh pada Juni 2023 mendatang.

  • Sementara saat ini, belasan set lokomotif dan gerbong untuk armada perjalanan telah diselesaikan di China,
  • Baca Juga: Kejanggalan Wajah Istri Ferdy Sambo Jadi Sorotan Netizen, Berikut 4 Potret Perbedaan yang Buat Tercengang Sebanyak 11 set ‘alat tempur’ untuk mempercepat perjalanan dari Jakarta ke Bandung itu pun telah dikirimkan dan sedang dalam perjalanan menuju Jawa Barat.

“11 set lokomotif dan gerbongnya sudah selesai di pabriknya di Qingdao Tiongkok. Sedang OTW menuju Jawa Barat,” tutur Ridwan Kamil, Senin, 8 Agustus 2022. Dia juga memastikan kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini akan siap beroperasi secara penuh untuk digunakan masyarakat.

Apakah kereta api Jakarta-Bandung sudah beroperasi?

Pemerintah memastikan Kereta Cepat Jakarta – Bandung tetap beroperasi pada 2023.

Berapa persen progres kereta cepat Jakarta-Bandung?

ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek tunnel dua Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jatiluhur Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) secara keseluruhan telah mencapai 76%.

  1. Hal tersebut diungkapkan GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Rahadian Ratry.
  2. Mengenai progres pembangunan KCJB, terhitung sejak pekan keempat Juli, progres fisik KCJB sudah mencapai 76,34%.
  3. Untuk progres investasi sudah 85,39%,” kata Rahadian kepada Kontan.co.id, Jumat (29/7).

Rahadian menambahkan, fokus utama proyek KCJB saat ini adalah penyelesaian konstruksi dan persiapan operasi dan maintenance atau perawatan. Mengenai tunnel, hingga saat ini seluruh tunnel di proyek KCJB sudah berhasil berhasil ditembus. “Untuk pembangunan bridge juga sudah 95% dan subgrade 82%.

  • Percepatan pembangunan terus kami lakukan dengan harapan proyek KCJB bisa selesai tepat waktu,” ucap Rahadian.
  • Baca Juga: Soal Pembengkakan Biaya Kereta Cepat, KCIC: Kami Tunggu Keputusan Pemerintah Rahadian bilang, seiring dengan pembangunan konstruksi, persiapan operasi dan maintenance juga KCIC lakukan.

KCIC menyiapkan aturan-aturan dan SOP terkait operasional. Perekrutan sumber daya untuk operasional dan perawatan KCJB juga sudah dilakukan secara bertahap. “Harapannya ketika konstruksi selesai, SDM operasional dan perawatan juga sudah siap,” terang Rahadian.

  • Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya ingin agar nantinya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek tidak hanya memiliki kualitas konstruksi yang baik, namun juga memiliki standar pelayanan dan keselamatan yang prima saat beroperasi nanti.
  • Menhub berharap nantinya kedua proyek tersebut memiliki kualitas yang sama dengan kereta cepat Shinkansen yang beroperasi di Jepang.

Baca Juga: Terkait Kenaikan Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Penjelasan Pemerintah ” Zero accident harus menjadi prinsip utama kita, apalagi dua proyak ini sarat teknologi baru. Oleh karenanya saya datang ke laboratorium ini untuk mengundang langsung keterlibatan UGM dan ITB menjadi tenaga ahli pendamping Kementerian Perhubungan dalam melakukan review akan kesiapan operasi LRT jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung bersama konsultan Crossrail International yang ditugaskan dari Department for Transportation Inggris,” kata Menhub, Jumat (29/7).

Kereta cepat Jakarta Surabaya kapan selesai?

JAKARTA, KOMPAS.com – Proyek kereta semi cepat Jakarta -Surabaya mulanya direncanakan mulai beroperasi akhir tahun ini. Namun hingga beberapa waktu lalu, proyek ini tidak lagi terdengar kabarnya. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bakal mulai beroperasi akhir 2022.

Adapun tahapan konstruksi proyek pembukaan jalur kereta semi cepat ini bakal dimulai pada 2020. “Pertengahan tahun depan (mulai konstruksi), selesai dua tahun. Untuk opeasional biasanya alau gitu ada uji coba enam bulan, jadi akhir 2022 bisa operasi,” ujar Menhub Budi Karya di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Seluruh Terowongan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berhasil Ditembus Budi menjelaskan, pengelola kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bakal melakukan penandatangan nota kesepemahaman (MoU) dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) setelah 17 Agustus 2018 ini.

  • MoU tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari studi kelayakan yang telah dilakukan oleh perusahaan asal Jepang tersebut.
  • Nah studikelayakan ini akan hal-hal yang dihitung kembali.
  • Jepang studi kelayakan dan menghitung, misal jalannya dipindah ke mana, tingkat kelandaian dikurangi, terus desain-desain di mana mesti berhenti dan sebagainya,” ujar Budi.

Lalu bagaimana kabar proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya saat ini? Baca juga: Ke Jepang, Menhub Dorong Proyek MRT hingga Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya

Adblock
detector