Masjid yang mengadakan i’tikaf di jakarta 2021?

masjid yang mengadakan i
Vragen en antwoorden Een vraag stellen V: (Vertaald door Google) Is het op 31 december 2017. Er is herinnering samen (Origineel) Apakah tgl 31 Des 2017. Ada zikir bersama A: (Vertaald door Google) Start de klok, hoe komt het dat de herinnering? (Origineel) Mulai jam brapa zikir nya? (Nog 8 antwoorden) Alle vragen bekijken (106)

Itikaf 2022 tanggal berapa?

LumajangNetwork – Kapan mulai i’tikaf? simak berikut penjelasan dan bacaan niat i’tikaf di bulan Ramadhan tahun ini. Jika dihitung awal Ramadhan pada 3 April 2022 sebagaimana ketetapan pemerintah, maka i’tikaf malam ke-20 dimulai pada hari Kamis, 21 April 2022.

  • Sedangkan jika sebagian dari anda memulai puasa Ramadhan 2 April 2022, maka malam dimulainya i’tikaf akan jatuh pada hari Rabu, 20 April 2022.
  • Baca Juga: Saat I’tikaf Bisa Lakukan 5 Hal ini Untuk Hiburan, Semangat Mengejar Malam Lailatul Qadar Simak berikut ini adalah bacaan niat itikaf untuk dibaca di 10 malam terakhir Ramadhan sebelum anda berangkat ke masjid di malam hari.

Bacaan niat itikaf ini bisa dibaca sebelum memulai ibadah berdiam diri di dalam masjid untuk mengejar malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah lebih baik dari 1000 bulan, menurut beberapa hadist jatuh di 10 malam terakhir Ramadhan, berikut bacaan niat itikaf sekaligus doa yang bisa anda amalkan.

Itikaf dimana?

Itikaf pada dasarnya adalah ibadah sunnah yang dikhususkan di masjid REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Pada sepuluh hari akhir Ramadhan, banyak dari umat Islam yang melakukan Itikaf di masjid-masjid. Mereka berdiam diri di masjid untuk mengkhususkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memang diketahui umum bahwa ibadah itikaf hanya dilakukan di masjid. Tapi sebenarnya, apakah boleh itikaf di tempat lain selain masjid? Kalau tidak boleh apa alasannya? Dalam Ensiklopedi Fatwa Ramadhan karya Syekh Abu Muhammad Asyraf bin Abdul Al Maqshud dijelaskan, ulama Arab Saudi, Syekh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin mengatakan bahwa itikaf memang harus dilakukan di masjid.

Syekh Abdullah menyebut itikaf tidak sah jika dilakukan di luar masjid. “Itikaf itu hukumnya sunnah, tidak sah ditunaikan selain di masjid,” jelasnya. Menurutnya, itikaf disebutkan dalam Alquran dalam surat Al Baqarah ayat 187. Dalam ayat itu dijelaskan, beritikaf dilakukan di masjid dan orang-orang yang melakukannya dilarang untuk mencampuri istri-istrinya saat sedang beritikaf di masjid.

  1. Allah SWT berfirman: وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ Artinya: “Sedang kamu beritikaf di dalan majid.” (QS Al Baqarah: 187).
  2. Itikaf juga disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 125.
  3. Dalam ayat itu, Allah SWT berfirman: وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ Artinya: “Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.

Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” Syekh Abdullah juga menuturkan, jika itikaf dilakukan selain di masjid, maka itu akan menyebabkannya meninggalkan sholat jamaah bersama kaum Muslimin.

Apakah ada itikaf di Masjid Istiqlal?

masjid yang mengadakan i Ilustrasi masyarakat lakukan itikaf di Masjid Istiqlal. Sumber foto: RRI.com Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat kembali mengizinkan masyarakat untuk melakukan itikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan 1443 Hijriyah atau tahun 2022 Setelah dua tahun sebelumnya masyarakat tidak bisa melalukan itikaf di Masjid Istiqlal karena situasi pandemi Covid-19.

Masjid Istiqlal juga menyediakan laman pendaftaran khusus bagi masyarakat yang ingin melakukan itikaf. Pendaftaran tersebut dapat di akses di media sosial resmi Istiqlal. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), jurusan Jurnalistik, semester dua, Ahmad Fauzan Akbar mengatakan, sekarang masjid sudah mulai di buka dengan pembatasan yang tidak begitu ketat namun dengan tetap memperhatikan prokes.

“Pihak masjid pasti sudah mempersiapkan dengan baik mengenai kebijakan tersebut yaitu dengan menyediakan tempat-tempat cuci tangan dan hand sanitizer untuk masyarakat yang ingin beritikaf sembari menunggu buka puasa di bulan Ramadhan setelah pulang kerja ataupun memang berangkat dari rumah,” ujarnya.

  1. Dirinya menambahkan, terlepas dari kebijakan tersebut, masyarakat juga tetap harus mematuhi prokes yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan juga mematuhi aturan dari pengurus Masjid Istiqlal agar tidak terjadi sesuatu yang di inginkan.
  2. Mahasiswa FDIKOM, jurusan Jurnalistik, semester dua, Muhammad Iksan Maulana mengatakan, menurutnya dengan di izinkannya masyarakat untuk melakukan itikaf dapat membantu masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga dapat mempererat tali silaturahmi.
See also:  Eyelash extension yang bagus di jakarta?

“Saya harap masyarakat yang melakukan itikaf semakin banyak karena hal tersebut yang membuat masjid menjadi ramai akan jamaah dan juga alunan ayat-ayat Al-Qur’an. Berbeda dengan Ramadhan dua tahun sebelumnya hanya terdapat sedikit orang yang mengikuti itikaf,” pungkasnya.

I tikaf dimulai dari jam berapa?

TRIBUNJATIM.COM – Tak terasa sebentar lagi memasuki 10 hari terakhir Ramadan, Dalam 10 hari terakhir Ramadan, umat Muslim biasa melakukan ibadah itikaf di masjid untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, Lantas, itikaf dimulai jam berapa? Serta bagaimana cara itikaf yang benar? Simak penjelasannya dilansir dari Tribun Pontianak, Kamis (21/4/2022).

Baca juga: Apa yang Dibaca saat Itikaf untuk Raih Lailatul Qadar? Berikut Bacaan Niat dan Waktu Pelaksanaannya Adapun itikaf merupakan berdiam diri di masjid karena Allah SWT untuk melaksanakan ibadah. Melaksanakan itikaf dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadan, Adapun lama waktu seseorang disebut itikaf, menurut mazhab Syafii adalah lebih lama dari ruku’ dalam sholat.

Artinya, jika seseorang berada di masjid lebih kurang lima menit dianggap sudah itikaf asalkan sejak awal berniat untuk itikaf. Baca juga: Bacaan Doa Malam Nuzulul Quran 17 Ramadan 1443 H, Amalan-amalan Mulai dari Salat Malam hingga Itikaf Waktu itikaf Jika ingin beritikaf selama 10 hari terakhir Ramadan, maka seorang yang beritikaf mulai memasuki masjid setelah melaksanakan salat subuh pada hari ke-21 dan keluar setelah salat subuh pada Idul Fitri menuju lapangan.

  • Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadis Aisyah, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa beriktikaf pada bulan Ramadan.
  • Apabila selesai dari salat shubuh, beliau masuk ke tempat khusus iktikaf beliau.
  • Dia (Yahya bin Sa’id) berkata: Kemudian Aisyah radhiyallahu ‘anha meminta izin untuk bisa beriktikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.” Namun para ulama madzhab menganjurkan untuk memasuki masjid menjelang matahari tenggelam pada hari ke-20 Ramadan.

Mereka mengatakan yang namanya 10 hari yang dimaksudkan adalah jumlah bilangan malam sehingga seharusnya dimulai dari awal malam. Baca juga: Apa itu Itikaf? Biasa Dilakukan di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadan untuk Raih Lailatul Qadar Para ulama sepakat bahwa itikaf tidak ada batasan waktu maksimalnya.

Namun mereka berselisih pendapat berapa waktu minimal untuk dikatakan sudah beritikaf. Bagi ulama yang mensyaratkan itikaf harus disertai dengan puasa, maka waktu minimalnya adalah sehari. Ulama lainnya mengatakan, dibolehkan kurang dari sehari, namun tetap disyaratkan puasa. Imam Malik mensyaratkan minimal sepuluh hari.

Imam Malik juga memiliki pendapat lainnya, minimal satu atau dua hari. masjid yang mengadakan i Suasana itikaf di Masjid Al Akbar, Surabaya, Rabu (6/6/2018). (TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI) Sedangkan bagi ulama yang tidak mensyaratkan puasa, maka waktu minimal dikatakan telah beritikaf adalah selama ia sudah berdiam di masjid dan di sini tanpa dipersyaratkan harus duduk.

Apakah I tikaf tidak boleh tidur?

JAKARTA, iNews.id – Niat I’tikaf di Masjid harus ditanamkan Muslim dalam hati agar ibadah yang dilakoni semakin mantap dan mendapat pahala. I’tikaf di 10 hari terakhir Bulan Ramadhan sangat dianjurkan agar dapat meraih keutamaan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar.

I’tikaf adalah berdiam di dalam masjid dengan tata cara tertentu dan disertai niat. Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat menjelaskan, fungsi dari niat beri’tikaf ini antara lain untuk menegaskan spesifikasi ibadah i’tikaf dari sekedar duduk ngobrol di masjid. “Orang yang sekadar duduk menghabiskan waktu di masjid, statusnya berbeda dengan orang yang niatnya mau beri’tikaf.

Meski keduanya sama-sama duduk untuk mengobrol. Yang satu mendapat pahala i’tikaf, yang satunya tidak mendapat pahala i’tikaf,” katanya dikutip iNews.id, Senin (3/5/2021). Fungsi lain dari niat ketika beri’tikaf juga menegaskan hukum i’tikaf itu, apakah termasuk i’tikaf yang wajib seperti karena sebelumnya sempat bernadzar, ataukah i’tikaf yang hukumnya sunnah.

Nabi SAW melakukan i’tikaf, khususnya di bulan Ramadhan. Bahkan Nabi SAW menganjurkan para shahabat untuk ikut beri’tikaf bersama Rasulullah SAW di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits diriwayatkan Siti Aisyah radhiallahu ‘anha disebutkan bahwa Nabi SAW selalu beri’tikaf di 10 terakhir Bulan Ramadhan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ‘Aisyah ra bercerita bahwa: “Nabi saw (selalu) beri’tikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai Allah SWT mewafatkan beliau” (HR Bukhori & Muslim).

See also:  Jakarta hujan apa nggak?

Seluruh ulama sepakat bahwa secara hukum asal, ibadah i’tikaf itu hukumnya sunnah. Dan bisa berubah menjadi wajib, manakala seseorang bernadzar untuk melakukannya. Jumhur ulama menyepakati bahwa dalam satu ibadah i’tikaf, ada empat rukun yang harus dipenuhi, yaitu orang yang beri’tikaf (mu’takif), niat beri’tikaf, tempat i’tikaf (mu’takaf fihi) dan menetap di dalam masjid.

Sebelum melaksanakan i’tikaf, Muslim perlu mengetahui niat dan syarat Berikut Niat i’tikaf di Masjid: نويت الاعتكاف في هذا المسجد لله تعالى nawaitul i’tikafa fii haadzal masjidi lillahi ta’ala ” Saya niat I’tikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala ” Adapun Syarat I’tikaf yakni: 1.

  • Membaca Niat 2.
  • Suci dari hadats besar.3. Berakal.
  • Jika di tengah-tengah I’tikaf dia menjadi gila, maka batal I’tikafnya.4. Islam 5.
  • Berdiam diri minimal seukuran tuma’ninah sholat lebih sedikit ( Sekitar 5 detikkan ) 6.
  • Berada di dalam masjid.
  • Maka tidak sah I’tikaf di musala, ribath atau pesantren.
  • Hal yang dibolehkan selama i’tikaf: 1.

Makan Minum Makan dan minum secara umum dibolehkan oleh para ulama untuk dilakukan di dalam masjid, maka seorang yang sedang beri’tikaf tentu dibolehkan juga untuk mengisi perutnya dengan makan dan minum.2. Tidur Masjid juga dibolehkan untuk digunakan untuk tidur.

Berapa lama i tikaf di masjid?

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Iktikaf adalah berdiam diri di masjid karena Allah SWT untuk melaksanakan ibadah. Melaksanakan Iktikaf dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadhan. Adapun lama waktu seseorang disebut Iktikaf, menurut mazhab Syafii adalah lebih lama dari ruku’ dalam Solat.

Artinya, jika seseorang berada di masjid lebih kurang lima menit dianggap sudah iktikaf asalkan sejak awal berniat untuk I’tikaf. Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar 2021, Yuk Dibaca pada 10 Malam Terakhir Ramadhan 1442 Hijriyah Dalil Iktikaf Dikutip dari situs Rumaysho.com, adapun dalil tentang Iktikaf harus dilakukan di Masjid Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala: “(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri’tikaf dalam masjid” (QS.

Al Baqarah: 187). Demikian juga dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu juga istri-istri beliau melakukannya di masjid, dan tidak pernah di rumah sama sekali. Baca juga: Ada Banyak Keutamaan Menyayangi Anak Yatim Piatu, Khususnya Saat Ramadan Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

Syarat I tikaf ada berapa?

Rukun dan Syarat I’tikaf I’tikaf di masjid bisa dilakukan pada malam hari ataupun pada siang hari. Syarat i’tikaf terdiri dari: (1) Muslim, bagi non muslim tidak sah melakukan i’tikaf. (2) Berakal, orang yang tidak berakal tidak sah melaksanakan i’tikaf. (3) Suci dari hadats besar.

I tikaf apa boleh di rumah?

JAKARTA, iNews.id – Hukum I’tikaf di rumah terutama bagi perempuan tetap sah menurut ulama madzhab Hanafi dan qoul qodim Imam Syafi’i. Kondisi tersebut juga berlaku bagi laki-laki dengan petimbangan sholat sunnah di rumah paling utama dilakukan maka i’tikaf di rumah pun semestinya boleh.

  1. Terlebih di masa pandemi Covid-19, MUI dan Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran panduan ibadah Ramadhan.
  2. Dalam SE itu, mengatur tentang diizinkannya kegiatan buka puasa bersama, salat berjemaah (lima waktu, tarawih, dan witir), tadarus Al-Qur’an, serta i’tikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Seperti menjaga jarak antar jemaah minimal satu meter, dan membawa sajadah atau mukena masing-masing. Ustaz Ibnu Abdillah Al-Katibiy, mujawwib dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB menjelaskan, bagi kaum perempuan tidak usah khawatir tidak bisa beri’tikaf di masjid.

Sebab, masih bisa ber’itikaf di dalam rumah dan pahalanya pun sama sebagaimana I’tikaf di dalam masjid. Ada pendapat di dalam madzhab Hanafi dan bahkan pendapat ini dinilai mu’tamad (kuat) dan beoleh diikuti mengingan situasi dan kondisi sekarang ini bagi wanita yang keluar dari rumah sering terjadi fitnah, yaitu : انه يصح الاعتكاف للمرأة فقط اذا عينت مكانا في بيتها للصلاة, وهو معتمد مذهب الامام أبي حتيفة “Sesungguhnya sah bagi perempuan saja, I’tikaf di tempat yang ia khususkan untuk sholat di dalam rumah, dan ini pendapat mu’tamad madzhab imam Abu Hanifah”.

Editor : Kastolani Marzuki Halaman : 1 2 3

Berapa rakaat sholat itikaf di masjid?

Mengenal Sholat Itikaf dan Tata Caranya – prayerinislam.com Seperti disebutkan sebelumnya, sholat I’tikaf adalah sholat sunah dua rakaat yang dilakukan untuk mendapatkan keutamaan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar. Sholat sunah ini dianjurkan untuk dilaksanakan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

  • Bahkan, ini termasuk jenis sholat sunah yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
  • Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban) Sebagai sholat sunah yang dilakukan pada waktu khusus, tentu sholat I’tikaf di malam lailatul Qadar ini mempunyai tata cara tersendiri.
See also:  Preman jakarta yang terkenal?

Secara umum, sholat I’tikaf dilakukan sebanyak dua rakaat yang diakhiri dengan salam. Tata cara pelaksanaan sholat I’tikaf adalah sebagai berikut:

Membaca niat. Takbiratul ihram. Membaca Surat Al Fatihah pada rakaat pertama, kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat Al Ikhlas sebanyak 7 kali. Rukuk. I’tidal. Sujud. Duduk di antara dua sujud. Sujud Bangun untuk rakaat kedua dan membaca surat yang sama seperti rakaat pertama. Diawali dengan Surat Al Fatihah dan dilanjutkan dengan Surat Al Ikhlas sebanyak 7 kali. Rukuk. I’tidal. Sujud. Duduk di antara dua sujud. Sujud Tahiyat dan salam. Setelah salam membaca istighfar sebanyak 70 kali. “Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi,” artinya: “Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya.”

Selain melaksanakan sholat I’tikaf, Anda juga bisa melakukan berbagai amalan lain di malam Lailatul Qadar. Mulai dari mengunjungi masjid, berdiam untuk merefleksi diri, serta banyak membaca dzikir dan berdoa untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah.

Apa saja yang dilakukan saat I tikaf di masjid?

2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT – I’tikaf dilakukan semata-mata untuk beribadah dan mendapatkan rahmat-Nya. Sebagaimana dalam tata cara i’tikaf, ibadah sunah ini dilakukan dengan memperbanyak salat, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Berdiam diri sebagaimana yang dimaksudkan dalam perintah ini adalah untuk mengagungkan nama dan kebesaran-Nya.

Kapan waktu itikaf yang paling utama?

Kapan Waktu yang Sesuai Untuk I’tikaf? – Ibadah i’tikaf ini dapat dilakukan kapan saja, mulai dari waktu memulai dan mengakhirinya. Namun, akan dianjurkan untuk melakukannya pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, yakni ketika Lailatul Qadar. Itu merupakan waktu yang terbaik.

Apakah I tikaf harus berwudhu?

Iktikaf di rumah – Dikutip dari Kompas.com, Ustaz Maulana mengatakan, sejatinya, iktikaf lebih baik dilaksanakan di masjid karena iktikaf itu sendiri memiliki arti berdiam diri di masjid. Pendapat ini didasarkan pada dalil firman Allah SWT di dalam Al Quran: “Sedang kamu beriktikaf di dalam masjid.” (Surat Al Baqarah ayat ke 187).

Pertama, sebaiknya mengucapkan niat: ” Nawaitu al-i’tikafa fî hadza al-makani lillahi ta’ala,” Kedua, yakni bangun pada jam 1 dini hari dan lakukan shalat malam, misalnya shalat tahajud, shalat taubat, dan shalat hajat. Sebelum melakukan shalat malam dan iktikaf, diwajibkan untuk menyucikan diri dengan berwudhu. Kemudian, puncak iktikaf terjadi di jam 2-3 dini hari yang dilakukan dengan bermunajat, berzikir, dan membaca Al Quran.

Adapun, waktu pelaksanaan Iktikaf adalah pada saat malam ke-21 Ramadhan atau malam sepuluh terakhir. Baca juga: Jemaah Bisa Shalat Malam dan Iktikaf di Masjid Raya Al-Azhom Tangerang Selama Ramadhan, tetapi.

Apa tujuan i tikaf?

Pengertian Itikaf – Dilansir dari Nu.or.id, Selasa (05/4/22) secara terminologi, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuan melaksanakan itikaf semata beribadah kepada Allah SWT, khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid.

Siapa sajakah yang boleh melakukan itikaf?

(1) disyaratkan untuk orang yang beri’tikaf : muslim, mumayyiz, dan aqil (berakal).

Mengapa kita harus itikaf?

5. Mengajarkan berlaku sabar dalam menjalankan amal saleh – Pixabay/Fuzz Selain menjauh dari perkara zuhud, beri’tikaf juga bisa mengajarkan kamu menerapkan sifat sabar selama menjalankan amal ibadah. Kamu dituntut tidak tergesa-gesa melaksanakan salat, membaca Quran, berzikir, membaca buku agama, dan amal saleh lainnya.

  1. I’tikaf bisa membuatmu lebih merasakan getaran hati saat melakukan ibadah-ibadah tersebut.
  2. Nah, sudah paham bukan tentang keutamaan dari i’tikaf.
  3. Jika gak sempat melakukan i’tikaf selama sepuluh hari penuh di akhir Ramadan, minimal kamu bisa menyempatkan satu hari untuk beri’tikaf di masjid-masjid terdekat.

Semangat mendulang pahala! Baca Juga: Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019 IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Apa saja yang dilakukan saat I tikaf di masjid?

2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT – I’tikaf dilakukan semata-mata untuk beribadah dan mendapatkan rahmat-Nya. Sebagaimana dalam tata cara i’tikaf, ibadah sunah ini dilakukan dengan memperbanyak salat, zikir, dan membaca Al-Qur’an. Berdiam diri sebagaimana yang dimaksudkan dalam perintah ini adalah untuk mengagungkan nama dan kebesaran-Nya.

Adblock
detector