Mengapa sasaran utama jepang di indonesia tarakan bukan jakarta?

mengapa sasaran utama jepang di indonesia tarakan bukan jakarta
ads

  1. Jelaskan alasan Jepang menjajah Indonesia ? Jepang hampir pernah berhasil menguasiaa negara tanah air Indonesia sebagai bagian dari pemerintajannya, tetapi sejak bom atom meluluhlantahkan kota Hiroshima dan Nagasaki akhirnya Jepang mengalami ketakutan karean kekuartannya menjadi hancur dan lemah. Setelah Jepang menyerah pada sekutu maka undang undang negara yang berlaku saat itu yaitu jika penjajah wilayah sebuah negara menyerah pada sekutu maka kondisi negara yang dijajah dinyatakan merdeka. Inilah alasan mengapa Jepang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun
    • Karena Jepang mengelola, memanfaatkan dan menguasai segala kekayaan alam yang ada di Infdionesia seperti hasil minyak bumi, hasil rempah rempah dan lain lain yang hanya diperuntukkan untuk kepentingan industri dan perekonomian negara Jepang.
    • Karena pihak Jepang mengetahui bahwa jumlah penduduk di Indonesia sangat majemuk maka dimanfaatkan sebagai wilayah untuk jalur pemasaran baraang dan jasa serta perdagangan aktif hasil industri negara Jepang.
    • Karena Jepang mengetahui saat itu penduduk Indonesia masih sedikit yang berpendidikan tinggi dan kritis tentang ketidak adilan yang dilakukan bangsa Jepang. Karena warga Indonesia masih banyak yang hidup berada pada garis kemiskinan dan kebodohan maka pihak jepang sangat mudah mempengaruhi mereka untuk memperkerjakan mereka sebagai buruh dengan upah yang sangat rendah.
    • Karena pihak Jepang mengetahui bahwa bumi di Indonesia sangat mudah ditanami oleh tumbuhan yang menghasilkan rempah rempah dan memilki sumber daya alam yang sangat melimpah misalnya adanya gas Alam, minyak bumi, hasil perak dan emas, batu bara, nikel dan lain lain sebagainya.

    Benarkah kemerdekaan Indonesia hasil pemberian bangsa Jepang? – Banyak yang menyatakan bahwa Kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari pemberian bangsa Jepang yang sudah menyerah terhadap sekutu (Belanda) karena dua kota besarnya di Jepang berhasil dihancurkan Oleh bom atom. – Sebenarnya Jepang tidak pernah memberikan kemerdekaan secara gratis pada negara manapun yang dijajahnya jika bukan karena terdesak dan benar benar tidak mampu lagi berbuat apa apa karena telah menyerah kalah setelah jatuhnya bom atom yang membuat Jepang menjadi negara yang porak poranda dengan memakan korban rakyat yang sangat banyak. ads

ads

Mengapa Tarakan menjadi target pertama Jepang di Indonesia?

Tarakan kaya akan minyak bumi Itulah mengapa, pendudukan Jepang pada awalnya dilakukan di daerah Tarakan, bukan di Jawa, karena mereka memang membutuhkan kekayaan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan Perang Pasifik.

Mengapa Tarakan dan Balikpapan di Kalimantan menjadi sasaran utama serangan Jepang ke Indonesia?

Alasan utama Jepang pertama kali menyerang wilayah seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang adalah wilayah tersebut kaya akan sumber minyak. Penyerangan Jepang ke Tarakan, Kalimantan Timur yang bertujuan untuk menguasai instalasi minyak, dimulai tanggal 11 Januari 1942 dan berhasil menaklukkan kota tersebut pada 12 Januari 1942.

Jepang melanjutkan serangannya ke Balikpapan, yang juga merupakan sumber minyak. Kota ini berhasil dikuasai Jepang pada 24 Januari 1942. Sumber-sumber minyak sangat berfungsi bagi Jepang untuk menunjang keperluan Perang Asia Timur Raya khususnya untuk operasional alat-alat militer. – Alasan utama Jepang pertama kali menyerang wilayah seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang adalah wilayah tersebut kaya akan sumber minyak.

Penyerangan Jepang ke Tarakan, Kalimantan Timur yang bertujuan untuk menguasai instalasi minyak, dimulai tanggal 11 Januari 1942 dan berhasil menaklukkan kota tersebut pada 12 Januari 1942. Jepang melanjutkan serangannya ke Balikpapan, yang juga merupakan sumber minyak.

Mengapa Jepang tidak menyerang Jakarta?

Pendaratan pasukan Jepang di Jawa – Jenderal Imamura dan pasukannya mendarat di Jawa pada 1 Maret 1942 di tiga tempat. Pendaratan di Banten dipimpin Jenderal Imamura. Pendaratan di Eretan Wetan-Indramayu dipimpin Kolonel Tonishori. Pendaratan di Bojonegoro dikoordinasi Mayjen Tsuchihashi.

Tempat-tempat tersebut memang tidak diduga oleh Belanda sebagai tempat pendaratan tentara Jepang. Jepang tidak menyerang Jakarta karena Belanda mempersiapkan Jakarta seabgai kota terbuka. Pasukan Jepang dengan cepat menyerbu pusat-pusat kekuatan tentara Belanda di Jawa. Pada 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke tangan Jepang.

Tentara Jepang terus bergerak ke selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor). Kota-kota lain di Jawa juga jatuh ke tangan Jepang.

Apa alasan mengapa Jepang memilih menduduki Kota Tarakan Palembang dan Jakarta saat pertama kali datang ke Indonesia?

Jawaban: Brainly.co.id Apa pertanyaanmu? 1 Sekolah Menengah Pertama Sejarah 5 poin Alasan mengapa jepang mendarat di 3 kota di indonesia Tanyakan detil pertanyaan Ikuti tidak puas? sampaikan! dari Kasmawati391 28.02.2019 Jawabanmu claramatika claramatika Jenius Alasan Jepang mendarat di 3 kota di indonesia karena daerah yang kaya minyak bumi.

  1. Daerah pendaratan pertama Jepang di Indonesia yaitu Tarakan, Balikpapan (keduanya di Pulau Kalimantan) dan Palembang (Pulau Sumatera).
  2. Dalam waktu yang singkat, tentara Jepang dapat menguasai ketiga daerah tersebut.
  3. Pembahasan Setelah Perang Pasifik, Jepang memanfaatkan situasi untuk melancarkan invansinya ke Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

Jepang mendarat pertama kali di Indonesia dipimpin oleh kolonel Toshinori Shoji. Pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang berhasil mendaratkan diri di Pulau Jawa. Jepang mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan (pantura) dan Pasuruan (Jawa Timur). Pada tanggal 8 Maret 1942, jepang berhasil menguasai Batavia.

Mengapa Jepang memilih Kalimantan sebagai wilayah pertama yang diduduki pada masa tersebut?

Pada tanggal 8 Desember 1941, Jepang melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbour. Setelah memborbardir Pearl Harbour, Jepang masuk ke negara-negara Asia dari berbagai pintu. Dan pada tanggal 11 Januari 1942, Jepang mendaratkan pasukannya di Tarakan, Kalimantan Timur.

Kemudian Jepang menduduki kota minyak Balikpapan pada tanggal 24 Januari dan selanjutnya, Jepang menduduki kota-kota lainya di Kalimantan. Jepang memilih Kalimantan sebagai wilayah pertama disebabkan Kalimantan merupakan pusat pertambangan minyak di Indonesia, terutama di Kota Tarakan, Samarinda, dan Balikpapan.

Minyak ini bisa dipakai sebagai kebutuhan bahan bakar seperti pesawat untuk menghadapi perang asia pasifik saat itu, Pada masa kolonial Tarakan menjadi ladang minyak bagi Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Minyak di sana sudah dicari sejak 1897.

Tujuan apa Jepang menguasai wilayah Tarakan Kalimantan terlebih dahulu sebelum wilayah lain?

Pendudukan Jepang – Mendapatkan ladang minyak Tarakan adalah satu tujuan awal Jepang selama Perang Pasifik, Jepang menyerang Tarakan pada tanggal 11 Januari 1942 dan mengalahkan garnisun Belanda yang kecil dalam pertempuran yang berlangsung selama 2 hari di mana separuh pasukan Belanda gugur.

Saat ladang minyak Tarakan berhasil disabotase oleh Belanda sebelum penyerahannya, Jepang bisa dengan cepat memperbaikinya agar bisa menghasilkan lagi dan 350.000 barel diproduksi tiap bulan dari awal tahun 1944. Menyusul penyerahan Belanda, 5.000 penduduk Tarakan amat menderita akibat kebijakan pendudukan Jepang,

Banyaknya pasukan Jepang yang ditempatkan di pulau ini mengakibatkan penyunatan bahan makanan dan sebagai akibatnya banyak orang Tarakan yang kurang gizi, Selama pendudukan itu, Jepang membawa sekitar 600 buruh ke Tarakan dari Jawa, Jepang juga memaksa sekitar 300 wanita Jawa untuk bekerja sebagai ” jugun ianfu ” (wanita penghibur) di Tarakan setelah membujuk mereka dengan janji palsu mendapatkan kerja sebagai juru tulis maupun membuat pakaian.

Arti penting Tarakan bagi Jepang makin menguap dengan gerak maju cepat angkatan Sekutu ke daerah itu. Tanker minyak Jepang yang terakhir meninggalkan Tarakan pada bulan Juli 1944, dan serangan udara Sekutu yang hebat pada tahun-tahun itu menghancurkan produksi minyak dan fasilitas penyimpanan di pulau itu.

Serangan ini juga membunuh beberapa ratus penduduk sipil Indonesia. Sejalan dengan kepentingannya yang makin menurun, garnisun Jepang di Tarakan berkurang pada awal 1945 saat salah satu dari 2 batalion infantri yang ditempatkan di pulau itu (Batalion Infantri Independen ke-454) ditarik ke Balikpapan,

Benarkah Jepang menguasai Tarakan karena wilayah tersebut?

Alasan utama mengapa pasukan Jepang pertama kali menyerang wilayah seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang adalah karena wilayah tersebut kaya akan sumber minyak. Penyerangan Jepang ke Tarakan, Kalimantan Timur yang bertujuan untuk menguasai instalasi minyak, dimulai tanggal 11 Januari 1942 dan berhasil menaklukkan kota tersebut pada 12 Januari 1942.

Jepang melanjutkan serangannya ke Balikpapan, yang juga merupakan sumber minyak. Kota ini berhasil dikuasai Jepang pada 24 Januari 1942. Jepang pun menyerang pulau Sumatra, pada 16 Februari 1942 Palembang berhasil diduduki. Jatuhnya Palembang yang merupakan salah satu sumber minyak di Sumatra ternyata mengantarkan Jepang untuk menguasai Jawa.

Sumber-sumber minyak sangat berfungsi bagi Jepang untuk menunjang keperluan Perang Asia Timur Raya, khususnya untuk operasional alat-alat militer. – Alasan utama mengapa pasukan Jepang pertama kali menyerang wilayah seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang adalah karena wilayah tersebut kaya akan sumber minyak.

  • Penyerangan Jepang ke Tarakan, Kalimantan Timur yang bertujuan untuk menguasai instalasi minyak, dimulai tanggal 11 Januari 1942 dan berhasil menaklukkan kota tersebut pada 12 Januari 1942.
  • Jepang melanjutkan serangannya ke Balikpapan, yang juga merupakan sumber minyak.
  • Ota ini berhasil dikuasai Jepang pada 24 Januari 1942.

Jepang pun menyerang pulau Sumatra, pada 16 Februari 1942 Palembang berhasil diduduki. Jatuhnya Palembang yang merupakan salah satu sumber minyak di Sumatra ternyata mengantarkan Jepang untuk menguasai Jawa. Sumber-sumber minyak sangat berfungsi bagi Jepang untuk menunjang keperluan Perang Asia Timur Raya, khususnya untuk operasional alat-alat militer.

Dimanakah kota penghasil sumber minyak ke 2 di Indonesia yang diserang oleh Jepang?

Kota tarakan, Samarinda dan balikpapan.

Dimana Jepang berhasil menguasai daerah Indonesia yang pertama kalinya?

Jepang Masuk ke Indonesia – Pada tanggal 11 Januari 1942, tentara Jepang Right Wing Unit dan pasukan Angkatan Laut Kure yang berjumlah 20.000 mendarat di pantai timur wilayah Tarakan, Kalimantan Timur. Terjadilah pertempuran dengan Belanda yang sebelumnya memang sudah menduduki wilayah ini.

Dalam pertempuran ini, Belanda berusaha bertahan dengan 1.300 serdadu Batalion VII Koninklijk Nederansch Indisch Leger (KNIL) dengan beberapa kapal perang ringan, pesawat tempur, dan bomber. Akhirnya, pasukan KNIL menyerah pada tanggal 12 Januari 1942, Lebih dari setengah pasukan Belanda gugur dalam pertempuran ini.

Dengan demikian, Tarakan merupakan wilayah pertama yang jatuh ke tangan Jepang. Kemudian, Jepang pun mulai menguasai wilayah Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin dan Palembang. Setelah daerah luar Jawa dikuasai, Jepang kemudian memusatkan penyerangannya di Pulau Jawa karena Pulau Jawa merupakan pusat dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pada bulan Februari-Maret 1942, Jepang melakukan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa,

Lalu, tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat), dan Kragan (Jawa Tengah). Pertempuran Laut Jawa pun terjadi antara armada laut Jepang dan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Akhirnya, tanggal 5 Maret 1942 Batavia pun jatuh ke tangan Jepang,

Tentara Jepang terus bergerak ke kota-kota lain di Jawa sehingga dengan mudah kota-kota tersebut jatuh ke tangan Jepang. Pada tanggal 8 Maret 1942, dilakukan perundingan antara pihak Belanda, Letnan Jenderal Ter Poorten, dan pihak Jepang, Jenderal Hitoshi Imamura beserta Gubernur Jenderal A.W.L.

Tempat dimana Jepang mendarat pertama kali di Pulau Jawa?

Jawaban. Pada tanggal 11 Januari 1942, pasukan Jepang mendarat pertama kali tepatnya di Tarakan, Kalimantan Timur. Selanjutnya menduduki Balikpapan, Palembang, dan Plaju. Tanggal 1 Maret 1942, Jepang menduduki tiga kota di pulau Jawa yaitu: Teluk Banten, daerah pantura, dan kota Pasuruan.

Mengapa Jepang mendarat di Palembang?

Palembang adalah wilayah pendudukan Jepang pada tahun 1942. Alasan didudukinya kota palembang karena kota ini merupakan salah satu daerah penghasil minyak di Sumatera dan digunakan untuk menyuplai kebutuhan perang jepang melawan sekutu.

Di manakah Jepang mendarat setelah di Tarakan brainly?

Jawaban: 1.Setelah Tarakan diduduki, Jepang setidaknya menyisakan Kapten Colijn dan Kapten Reiderhoff untuk dikirim ke Balikpapan dengan pesan yang menyeramkan: jika ada bumi hangus lagi maka orang-orang Eropa akan dibantai. Di Balikpapan, Jepang sangat serius dengan ancamannya pada minggu-minggu berikutnya.

Puluhan orang Belanda memang dibunuh di sana.2. Pada 9 Maret 1942, Gubernur Jenderal Jonkheer Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Letnan Jenderal Hein ter Poorten, Panglima Tertinggi Tentara India-Belanda datang ke Kalijati dan dimulai perundingan antara Pemerintah India Belanda dengan pihak tentara Jepang yang dipimpin langsung oleh Letnan Jenderal Imamura.

Imamura menyatakan, bahwa Belanda harus menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat. Letnan Jenderal ter Poorten, mewakili Gubernur Jenderal menanda-tangani pernyataan MENYERAH TANPA SYARAT. Dengan demikian, bukan saja de facto, melainkan juga de jure, seluruh wilayah bekas India-Belanda sejak itu berada di bawah kekuasaan dan administrasi Jepang.

Hari itu juga, tanggal 9 Maret Jenderal Hein ter Poorten memerintahkan kepada seluruh tentara India Belanda untuk juga menyerahkan diri kepada balatentara Kekaisaran Jepang. Dengan demikian, tentara Belanda secara sangat pengecut dan memalukan, menyerah hamper tanpa perlawanan sama sekali. Dengan tindakan yang sangat memalukan itu, Belanda menghancurkan sendiri citra yang ratusan tahun dibanggakan oleh mereka yaitu bangsa Belanda/kulit putih tidak terkalahkan.

Boleh dikatakan, sang penguasa yang telah ratusan tahun menikmati dan menguras bumi Nusantara, menindas penduduknya, kini dengan sangat tidak bertanggungjawab, menyerahkan jajahannya ke tangan penguasa lain, yang tidak kalah kejam dan rakusnya. Di atas secarik kertas, Belanda telah melepaskan segala hak dan legitimasinya atas wilayah dan penduduk yang dikuasainya.

  • Dengan demikian, tanggal 9 Maret 1942 bukan hanya merupakan tanggal menyerahnya Belanda kepada Jepang, melainkan juga merupakan hari dan tanggal berakhirnya penjajahan Belanda di bumi Nusantara, karena ketika Belanda kembali ke Indonesia setelah tahun 1945, bangsa Indonesia telah merdeka.
  • Para penguasa “perkasa” yang lain, segera melarikan diri.

Dr. Hubertus Johannes van Mook, Letnan Gubernur Jenderal untuk India Belanda bagian timur, Dr. Charles Olke van der Plas, Gubernur Jawa Timur, masih sempat melarikan diri ke Australia. Bahkan Jenderal Ludolf Hendrik van Oyen, perwira Angkatan Udara Kerajaan Belanda -yang kegemarannya adalah minuman wine (anggur), makanan dan wanita- kabur dengan kekasihnya dan meninggalkan isterinya di Bandung.

Benarkah Jepang menguasai Tarakan karena wilayah tersebut?

Alasan utama mengapa pasukan Jepang pertama kali menyerang wilayah seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang adalah karena wilayah tersebut kaya akan sumber minyak. Penyerangan Jepang ke Tarakan, Kalimantan Timur yang bertujuan untuk menguasai instalasi minyak, dimulai tanggal 11 Januari 1942 dan berhasil menaklukkan kota tersebut pada 12 Januari 1942.

  1. Jepang melanjutkan serangannya ke Balikpapan, yang juga merupakan sumber minyak.
  2. Ota ini berhasil dikuasai Jepang pada 24 Januari 1942.
  3. Jepang pun menyerang pulau Sumatra, pada 16 Februari 1942 Palembang berhasil diduduki.
  4. Jatuhnya Palembang yang merupakan salah satu sumber minyak di Sumatra ternyata mengantarkan Jepang untuk menguasai Jawa.

Sumber-sumber minyak sangat berfungsi bagi Jepang untuk menunjang keperluan Perang Asia Timur Raya, khususnya untuk operasional alat-alat militer. – Alasan utama mengapa pasukan Jepang pertama kali menyerang wilayah seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang adalah karena wilayah tersebut kaya akan sumber minyak.

  • Penyerangan Jepang ke Tarakan, Kalimantan Timur yang bertujuan untuk menguasai instalasi minyak, dimulai tanggal 11 Januari 1942 dan berhasil menaklukkan kota tersebut pada 12 Januari 1942.
  • Jepang melanjutkan serangannya ke Balikpapan, yang juga merupakan sumber minyak.
  • Ota ini berhasil dikuasai Jepang pada 24 Januari 1942.

Jepang pun menyerang pulau Sumatra, pada 16 Februari 1942 Palembang berhasil diduduki. Jatuhnya Palembang yang merupakan salah satu sumber minyak di Sumatra ternyata mengantarkan Jepang untuk menguasai Jawa. Sumber-sumber minyak sangat berfungsi bagi Jepang untuk menunjang keperluan Perang Asia Timur Raya, khususnya untuk operasional alat-alat militer.

Daerah mana yang merupakan sasaran pertama serangan dari Jepang dan kapan?

Jepang Masuk ke Indonesia – Pada tanggal 11 Januari 1942, tentara Jepang Right Wing Unit dan pasukan Angkatan Laut Kure yang berjumlah 20.000 mendarat di pantai timur wilayah Tarakan, Kalimantan Timur. Terjadilah pertempuran dengan Belanda yang sebelumnya memang sudah menduduki wilayah ini.

  1. Dalam pertempuran ini, Belanda berusaha bertahan dengan 1.300 serdadu Batalion VII Koninklijk Nederansch Indisch Leger (KNIL) dengan beberapa kapal perang ringan, pesawat tempur, dan bomber.
  2. Akhirnya, pasukan KNIL menyerah pada tanggal 12 Januari 1942,
  3. Lebih dari setengah pasukan Belanda gugur dalam pertempuran ini.

Dengan demikian, Tarakan merupakan wilayah pertama yang jatuh ke tangan Jepang. Kemudian, Jepang pun mulai menguasai wilayah Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin dan Palembang. Setelah daerah luar Jawa dikuasai, Jepang kemudian memusatkan penyerangannya di Pulau Jawa karena Pulau Jawa merupakan pusat dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pada bulan Februari-Maret 1942, Jepang melakukan serangan laut besar-besaran ke Pulau Jawa,

  1. Lalu, tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat), dan Kragan (Jawa Tengah).
  2. Pertempuran Laut Jawa pun terjadi antara armada laut Jepang dan armada gabungan yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman.
  3. Akhirnya, tanggal 5 Maret 1942 Batavia pun jatuh ke tangan Jepang,

Tentara Jepang terus bergerak ke kota-kota lain di Jawa sehingga dengan mudah kota-kota tersebut jatuh ke tangan Jepang. Pada tanggal 8 Maret 1942, dilakukan perundingan antara pihak Belanda, Letnan Jenderal Ter Poorten, dan pihak Jepang, Jenderal Hitoshi Imamura beserta Gubernur Jenderal A.W.L.

Jepang mendarat pertama kali di Indonesia pada tanggal 11 Januari 1942 tepatnya di pulau apa?

Pasukan Pendaratan Khusus Kure Ke-2 menjaga Tarakan setelah merebut pulau tersebut. Elshinta.com – Pada 16 Desember 1941, pasukan Jepang mendarat di Miri daerah Kalimantan Utara, ke Serawak pada 24 Desember 1941, kemudian menerobos masuk ke Pontianak yang jatuh ke tangan mereka pada 28 Desember 1941.

Jepang menguasai Hindia Belanda diawali dengan penaklukan Tarakan, Kalimantan Timur pada 11 Januari 1942, Untuk merebut Tarakan yang saat itu masih dijaga oleh pasukan militer Hindia Belanda, pasukan Jepang berencana untuk mendarat dari dua sisi timur pulau. Satu bagian dari pasukan mereka, Unit Sayap Kanan (dibawah komando Kol.

Yamamoto), akan mendarat di pantai dekat Sungai Amal dan menghancurkan pasukan Belanda di sana. Bagian kedua, Unit Sayap Kiri, akan mendarat lebih ke selatan di Tandjoeng Batoe (Tanjung Batu) dan maju ke barat untuk merebut baterai Peningki-Karoengan.

Pada 10 Januari 1942, setelah sebuah Dornier Do 24 milik Marine Luchtvaartdienst (MLD; Layanan Penerbangan Angkatan Laut Belanda) menemukan armada invasi Jepang yang mengarah ke Tarakan, Letkol Simon de Waal memerintahkan agar semua instalasi minyak di pulau itu dihancurkan. Pada pukul 10:00 malam, sebanyak 100.000 ton minyak telah dilalap api.

Pada pukul 03:00, 11 Januari, Sersan Mayor C.P.E. Spangenberg, yang mengkomandoi titik dukungan Sungai Amal (dengan 53 tentara) melaporkan melihat kapal-kapal pendaratan di dekat pantai. Pada saat itu, Unit Sayap Kanan dari pasukan invasi Jepang mulai mendarat di bagian timur Tarakan.

  • Pasukan Belanda yang telah mengatur posisi untuk mempertahankan serangan dari arah barat masih tidak yakin bahwa pasukan musuh yang telah berkonsentrasi pada bagian timur pulau itu merupakan kekuatan serangan utama.
  • Pendaratan dan manuver pengalihan masih dipertimbangkan, bahkan ketika pasukan pendaratan Jepang lainnya sudah terlihat pada pukul 05:00 pagi oleh posisi pertahanan di Tandjoeng Batoe, di sisi selatan pulau.

Setelah berhasil mengalahkan Belanda, Jepang kemudian melakukan beberapa upaya untuk mempertahankan Tarakan, salah satunya dengan membuat sistem pertahanan. Namun, penguasaan Tarakan tidak berjalan lama dan mereka terpaksa harus meninggalkan Pulau Tarakan karena kekalahan atas serangan kolaboratif kekuatan Sekutu (Amerika, Inggris, Australia, dan Belanda).

  • Tarakan berada di bawah pendudukan Jepang hingga Mei 1945, ketika pasukan Australia merebut pulau ini kembali.
  • Urang dikenalnya Tarakan sebagai salah satu peninggalan Perang Pasifik yang merupakan bagian dalam cerita Perang Dunia II mengakibatkan sejarah yang ada di Pulau Tarakan seperti terlupakan di dalam sejarah-sejarah Indonesia.

Padahal, Pertempuran Tarakan ini adalah awal mula masuknya Jepang beserta propagandanya yang memporak-porandakan rakyat Indonesia pasca kolonialisme Belanda.

Dimanakah Jepang berhasil menguasai daerah Indonesia yang pertama kali?

Jakarta – Jepang menjadi salah satu negara yang sempat menjajah Indonesia. Bahkan, sempat menguasai Batavia atau yang sekarang dikenal dengan nama Jakarta. Berikut kisah kedatangan pasukan Jepang berhasil menguasai Batavia pada tahun 1942. Kisah ini bermula dari Jepang yang mengalami pembaharuan besar-besaran pada masa pemerintahan Tenno Meiji.

  1. Pembaruan ini disebut dengan Restorasi Meiji yang mengubah Jepang menjadi negara industri modern sekaligus negara imperialis.
  2. Status negara yang sudah berubah menjadi negara industri ini membuat Jepang berencana untuk membangun imperium di Asia.
  3. Imperium Jepang di Asia bertujuan untuk membendung imperialisme Barat di Asia.

Usahanya tersebut justru memicu pecahnya Perang Pasifik. Hal inilah yang menjadi sejarah awal pendudukan Jepang di Indonesia. Pada 8 Desember 1941, Jepang menyerang pangkalan angkatan laut Amerika di Pearl Harbour, Hawaii yang dimaksudkan untuk melumpuhkan kekuatan Amerika Serikat di Pasifik.

Dengan demikian, penyerangan Jepang ke negara-negara Asia Tenggara dapat berjalan lancar. Alasan Jepang sangat berambisi untuk menguasai Asia Tenggara, salah satunya Indonesia, adalah untuk menarik sumber bahan mentah guna membiayai perang Jepang. Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Dwi Tyas Utami, dkk, Jepang berhasil menghancurkan kekuatan Sekutu (Inggris, Amerika.

Belanda, Australia) di wilayah Asia. Tidak terkecuali tanah jajahan para negara Sekutu, termasuk Indonesia di dalamnya. Pada saat itu, Jepang berusaha merebut wilayah Nusantara dengan cara menyerbu daerah-daerah yang kaya akan sumber kekayaan alam seperti, Pulau Tarakan pada 11 Januari 1942.

  • Pulau Tarakan di Kalimantan Utara dinilai sebagai daerah penting karena merupakan salah satu daerah penghasil minyak bumi terbesar.
  • Setelah Tarakan, selanjutnya Jepang mulai menduduki daerah-daerah lain dengan rincian sebagai berikut.
  • Menguasai Balikpapan pada 24 Januari 1942; – Menguasai Pontianak pada 29 Januari 1942; – Menguasai Samarinda pada 3 Februari 1942; – Menguasai Kotabangun pada 5 Februari 1942; – Menguasai Banjarmasin pada 10 Februari 1942; – Menguasai Palembang pada 16 Februari 1942.

Kemudian, Jepang memulai penyerbuannya ke Pulau Jawa. Pendudukannya ini dilakukan melalui tiga arah di antaranya, dari utara (Kalimantan), arah barat (Sumatera), dan timur (Sulawesi dan Bali). Cara tersebut berhasil membuat pasukan Jepang yang dipimpin Letnan Jenderal Hitoshi Imamura mendarat di Teluk Banten dan Kranggan, Jawa Tengah, pada 1 Maret 1942.

Dari sinilah pasukan Jepang mulai menyerbu daerah penting hingga pusat pemerintahan Belanda di Pulau Jawa. Sehingga pasukan Jepang berhasil menguasai Kota Batavia atau yang sekarang disebut dengan Jakarta pada tanggal 5 Maret 1942. Pasukan Jepang berhasil menguasai Batavia. Serangan Jepang tersebut pada akhirnya berakhir pada peristiwa penyerahan kekuasaan Hindia Belanda atau Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, pada tanggal 8 Maret 1942.

Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten atas nama seluruh angkatan perang Sekutu menyerah kepada Letnan Jenderal Hitoshi Imamura atas nama angkatan perang Jepang untuk Indonesia.