Nama nama sekolah yang akan tatap muka di jakarta?

nama nama sekolah yang akan tatap muka di jakarta
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemprov DKI Jakarta resmi membuka belajar tatap muka terbatas pada Senin (30/8/2021). Dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 883 Tahun 2021, terdapat 610 sekolah yang diizinkan untuk menggelar tatap muka terbatas setelah melalui asesmen.

“Menetapkan satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka pembelajaran campuran tahap I pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sebagaimana tercantum dalam lampiran I dan lampiran II merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan Kepala Dinas Pendidikan ini,” tulis Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana.

Baca juga: Dibuka Senin Besok, Ini Aturan Lengkap Sekolah Tatap Muka di DKI Jakarta Berikut daftar nama 610 sekolah yang akan menggelar belajar tatap muka di DKI Jakarta: 1. SDN CIDENG 07 2. SDN PETOJO UTARA 05 3. SMP MAHATMA GANDHI SCHOOL 4. SMKN 16 JAKARTA 5.

  • SMKN 2 JAKARTA 6.
  • SMKS MUHAMMADIYAH 2 JAKARTA 7.
  • PUSPITA MARTHA 8.
  • SDN KENARI 08 9.
  • SD NEGERI RAWASARI 05 PAGI 10.
  • SMKN 44 JAKARTA 11.
  • SDN PADEMANGAN BARAT 11 PAGI 12.
  • SDN PEJAGALAN 03 PAGI 13.
  • SDN SUKAPURA 01 PAGI 14.
  • SDN ROROTAN 02 PAGI 15.
  • SMAK PENABUR KELAPA GADING 16.
  • SMKS WALANG JAYA 17.
  • SD NEGERI KAPUK 01 PAGI 18.

SDN TEGAL ALUR 17 19. SDN KALIDERES 01 PAGI 20. SDN JEMBATAN LIMA 02 PETANG 21. SD NEGERI CENGKARENG TIMUR 04 PT 22. SD NEGERI ANGKE 03 PAGI 23. SMKN 9 JAKARTA 24. SD NEGERI KEDOYA SELATAN 01 PAGI 25. SD NEGERI PALMERAH 03 PAGI 26. SMP BINA INSAN MANDIRI 27.

SMP YADIKA 5 28. SMKN 60 JAKARTA 29. SMKS MUHAMMADIYAH 4 JAKARTA 30. SDN PONDOK LABU 14 PAGI 31. SD CIKAL 32. SD LYCEE FRANCAIS DE JAKARTA 33. SD JAKARTA INTERCULTURAL SCHOOL PONDOK INDAH 34. SMP JAKARTA INTERCULTURAL SCHOOL CILANDAK 35. SMP LYCEE FRANCAIS DE JAKARTA 36. SMA JAKARTA INTERCULTURAL SCHOOL 37. SMA LYCEE FRANCAIS DE JAKARTA 38.

SMKN 28 JAKARTA 39. SD NEGERI CIPETE UTARA 15 PAGI 40. SDN GANDARIA UTARA 11 PAGI 41. SDN KEBAGUSAN 04 PAGI 42. SDN MANGGARAI 03 43. SD JAKARTA INTERCULTURAL SCHOOL PATTIMURA 44. SD ACG SCHOOL JAKARTA 45. SMA PELITA HARAPAN KEMANG VILLAGE 46. SMKN 15 JAKARTA 47.

  • SMKN 6 JAKARTA 48.
  • SMKN 32 JAKARTA 49.
  • SMKN 30 JAKARTA 50.
  • SMKS YPK KESATUAN JAKARTA 51.
  • SMKS DHARMA KARYA 52.
  • SMKS WISATA INDONESIA 53.
  • SDN PENGGILINGAN 05 54.
  • SD NEGERI PONDOK KELAPA 05 PAGI 55.
  • SD NEGERI JATI 01 PAGI 56.
  • SDN PULOGADUNG 07 57.
  • SMP NEGERI 236 58. SMP ST.
  • FRANSISKUS II JAKARTA 59.
  • SMA DIPONEGORO 1 60.

SMKS MALAKA JAKARTA 61. SDN TENGAH 07 PAGI 62. SDN BARU 08 PAGI 63. SDN CIPINANG MELAYU 08 PAGI 64. SDN BAMBU APUS 01 PAGI 65. SDN TENGAH 06 PAGI 66. SDN CIRACAS 07 PAGI 67. SDN KELAPA DUA WETAN 02 PAGI 68. SD PANCA BHAKTI 69. SMP NEGERI 217 JAKARTA 70. SMA CIKAL AMRI 71.

  • SMKN 51 JAKARTA 72.
  • SMKN 22 JAKARTA 73.
  • SMK NEGERI 66 JAKARTA 74.
  • SMKS ISLAM PB SOEDIRMAN 2 JAKARTA 75.
  • SMKS BUDI WARMAN 2 JAKARTA 76.
  • SMKS INSAN MULIA INFORMATIKA 77.
  • SD NEGERI PULAU TIDUNG 01 PAGI 78.
  • SDN BENDUNGAN HILIR 01 79.
  • SDN PETAMBURAN 05 80.
  • SDN BENDUNGAN HILIR 09 PAGI 81.
  • SDN CIDENG 10 82.
  • SDN DURI PULO 07 83.
See also:  Why don't we jakarta?

SDN KAMPUNG BALI 07 PAGI 84. SMAN 20 JAKARTA 85. SMKN 38 JAKARTA 86. SMKN 19 JAKARTA 87. SMKS JAKARTA PUSAT 1 88.

Kapan belajar tatap muka di sekolah?

KOMPAS.com – Januari 2022, Sekolah Tatap Muka mulai berlaku. Hal ini, didasarkan pada penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terbaru tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dalam SKB terbaru, satuan pendidikan wajib menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Sehingga, semua satuan pendidikan pada level 1,2 dan 3 pada PPKM wajib melaksanakan PTM terbatas, Pemda tidak boleh melarang PTM terbatas bagi yang memenuhi kriteria dan tidak boleh menambahkan kriteria yang lebih berat. Pengaturan kapasitas peserta didik dan durasi pembelajaran dalam penyelenggaraan PTM terbatas diatur berdasarkan cakupan vaksinasi dosis 2 pendidik dan tenaga kependidikan masing-masing satuan pendidikan.

Ini Nama Sekolah Percontohan yang Siap Tatap Muka di Bekasi

Baca juga: Targetkan 17,9 Juta Siswa, Ini Cara Daftar KIP Sekolah SD-SMA 2021 Termasuk vaksinasi warga masyarakat lansia di tingkat kabupaten/kota, dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus karena kondisi geografis sesuai Kepmendikbud 160/p/2021.

Apakah PPKM Level 2 boleh sekolah?

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan, Kebudyaaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengizinkan sekolah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen untuk daerah dengan status PPKM level 1 dan level 2. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendikbud Ristek Nomor 2 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan SKB Empat Menteri yang ditekan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim pada 2 Februari 2022.

Secara khusus, aturan tersebut menyoroti PTM terbatas di PPKM Level 2 yaitu dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta didik 50 persen dari kapasitas ruang kelas pada setiap satuan pendidikan. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud -ristek Suharti, terdapat penekanan pada kata ‘dapat’ di dalam ketentuan pada diskresi tersebut.

Baca juga: Senin Depan, Seluruh Murid SD dan SMP di Kota Tangerang Ikuti PTM Terbatas Sehingga artinya daerah berstatus PPKM level 2 tetap bisa melakukan PTM 100 persen bila kondisi Covid-19 terkendali. “Penekanan ada pada kata ‘dapat’. Artinya, bagi daerah PPKM level 2 yang siap melaksanakan PTM terbatas sesuai SKB Empat Menteri dan tingkat penyebaran Covid-19-nya terkendali, sekolah-sekolah pada daerah tersebut tetap dapat melaksanakan PTM terbatas dengan kapasitas siswa 100 persen,” jelas Suharti.

Berada pada wilayah PPKM level 1 dan level 2 Capaian vaksinasi dosis kedua pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen Capaian vaksinasi dosis kedua pada warga masyarakat lansia di atas 50 persen Pembelajaran dilakukan setiap hari belajar dengan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari.

See also:  Dokter kulit badan yang bagus di jakarta?

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan sekolah tetap dapat melakukan kegiatan PTM tatap muka secara 100 persen. Sebab dasar ketentuan sekolah yang diizinkan untuk menerapkan PTM 100 persen merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri (Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri dalam Negeri tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 serta diskresinya.

Baca juga: SMAN 1 Tangerang Tak Perlu Batalkan PTM Terbatas jika Temukan Kasus Covid-19 “SKB Empat Menteri terbaru yang terbit akhir tahun 2021 masih valid. Yang memenuhi syarat dimungkinkan (PTM 100 persen), SKB sudah mengatur,” kata Jumeri. Pada SKB Empat Menteri yang terbut 21 Desember 2021 itu ditegaskan, sekolah yang diizinkan untuk menerapkan PTM 100 persen adalah sekolah yang berada pada wilayah PPKM level 1 atau PPKM level 2.

Kemudian, ketentuan tersebut diubah melalui SE Mendikbud Ristek Nomor 2 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan SKB Empat Menteri yang ditekan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim pada 2 Februari 2022 yang mana tetap memungkinkan bagi daerah berstatus level 1 dan level 2 PPKM menggelar sekolah tatap muka secara 100 persen dengan syarat kasus Covid-19 terkendali.

Kapan sekolah 100 persen?

Tahun ajaran baru 2022/2023 telah dimulai. Sebagian besar sekolah diyakini telah memiliki kesiapan yang baik untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sebab, sekolah di seluruh Indonesia telah banyak belajar dari pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir ini.

Bahkan tidak hanya sekolah, pemerintah daerah juga banyak belajar mengenai hal ini. “Sekolah sebagian besar sudah melengkapi fasilitas kesehatan yang menjadi syarat PTM. Mereka juga telah menyusun protokol kesehatan. Ini menjadi modal dasar bagi sekolah kita untuk melaksanakan PTM 100 persen. Dan dari data yang kami peroleh, sekolah kita sebagian besar sudah memiliki kesiapan itu,” kata Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Dr.

Muhammad Hasbi dalam webinar SMB: Pulihkan Pendidikan Melalui Pembelajaran Tatap Muka yang tayang di kanal Youtube Kemendikbud.ri (14/07/22). Akan tetapi, lanjut Muhammad Hasbi, yang perlu lebih didorong lagi untuk mensukseskan PTM 100% adalah capaian vaksinasi di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Diharapkan persentase vaksinasinya ini di atas 80% atau bahkan mencapai 100%. Demikian pula vaksinasi bagi lansia di daerah-daerah yang berada di lingkungan sekolah perlu didorong agar cakupannya di atas 60%.

Sehingga semakin memperkuat kepercayaan diri masyarakat untuk melaksanakan PTM 100%. “Murid juga harus divaksin sehingga kita betul-betul bisa menjaga dan memitigasi risiko terjadinya penularan Covid-19, baik di sekolah maupun di keluarga murid masing-masing,” imbuh Direktur Sekolah Dasar. Erna Mulati, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, untuk mensukseskan PTM 100 persen ada beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh guru, kepala sekolah dan orang tua.

See also:  Nama suku yang berasal dari jakarta adalah?

Pertama harus memastikan kondisi kesehatan anak sebelum memasuki PTM 100 persen. Apakah anak sudah divaksin Covid-19 dan apakah mereka sudah menerima imunisasi lengkap terkait dengan berbagai penyakit yang ada di usianya. “Nah ini juga penting karena saat ini Kemendikbudristek dan Kementerian Kesehatan sedang berupaya untuk menggalakkan imunisasi bagi anak sekolah melalui program bulan imunisasi anak sekolah. Maka mari kita pastikan anak kita yang masuk PTM 100 persen sudah menerima imunisasi yang lengkap,” kata Erna.

Berapa kali sekolah tatap muka?

JAKARTA, KOMPAS.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pembelajaran tatap muka di sekolah tidak boleh dilakukan lebih dari dua kali dalam sepekan. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. “Sesuai arahan Presiden kegiatan pembelajaran tatap muka dilakukan maksimal 25 persen dari kapasitas peserta didik, dan tidak boleh lebih dari 2 hari dalam seminggu, serta maksimal 2 jam setiap harinya,” jelas Wiku dalam keterangan pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (9/6/2021).

  1. Emudian, untuk opsi menghadirkan anak di sekolah sepenuhnya berada di tangan orangtua.
  2. Baca juga: Orangtua Murid Berharap Sekolah Tatap Muka Terbatas Berlanjut Menurut Wiku, pemerintah memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas ini dilakukan dengan tetap mengupayakan kesehatan keselamatan dan keamanan dari peserta didik.

Selain itu, seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka juga harus sudah divaksin Covid-19 dan dipastikan tidak memiliki penyakit komorbid. Wiku mengungkapkan, berdasarkan data kasus Covid-19 usia antara 6 tahun sampai dengan 18 tahun menyumbang 9,6 persen kasus positif dan 0,6 persen pada kematian nasional.

  1. Maka dari itu penting untuk diingat bahwa kesempatan pembukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas,” tambahnya.
  2. Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim mengatakan pembelajaran tatap muka tetap akan digelar pada Juli 2021.

Namun, Nadiem menekankan bahwa orang tua memiliki hak mutlak menentukan apakah anaknya sudah boleh ikut sekolah tatap muka atau belum. Baca juga: KPAI Dukung Jokowi soal Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas “Itu hak prerogatif orang tua untuk memilih anaknya mau belajar tatap muka atau belajar jarak jauh,” tegas Nadiem dari laman Kemendikbud-Ristek.

Nadiem lantas mengungkapkan hasil dari berbagai survei yang dihimpun maupun yang dilakukan Kemendikbud-Ristek. Ia menyebutkan, mayoritas peserta didik dan orang tua sudah ingin tatap muka. “Hampir 80 persen sudah ingin tatap muka. Karena juga sudah lebih percaya diri dengan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.