Perusahaan outsourcing di jakarta yang bagus?

perusahaan outsourcing di jakarta yang bagus
PERUSAHAAN outsourcing, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa, atau tepatnya penyediaan tenaga kerja. Maka dari itu, penggunaan perusahaan outsourcing ini diperbolehkan, karena dinilai mampu menyelesaikan masalah ketenagakerjaan dalam suatu perusahaan, meskipun memiliki pro dan kontra.

Baca juga: Pelamar Kerja di Jobstreet Naik 37% selama Pandemi Bagi kalian yang sedang mencari pekerjaan menggunakan jasa perusahaan outsourcing berikut adalah rekomendasi perusahaan outsourcing di Jakarta 1. PT Artha Kreasi Utama PT Artha Kreasi Utama. Perusahaan yang juga dikenal dengan sebutan AKU ini, merupakan salah satu perusahaan outsourcing nasional, yang mengelola penyediaan jasa tenaga kerja di berbagai bidang.

Tidak hanya itu, perusahaan ini pun telah didukung oleh profesional dan ahli yang berpengalaman. Sehingga, kualitas yang diberikan pun sudah terjamin. Bisa dilihat dari kualitas perusahaan ini, banyaknya klien-klien yang bekerja sama, dan berasal dari perusahaan besar dan ternama, seperti BNI, Unilever, BPJS Kesehatan, Bank Indonesia, ANZ, Pertamina, hingga ICBC.2.

  1. PT Exa Mitra Solusi Perusahaan outsourcing di Jakarta yang satu ini, bisa dibilang memiliki komitmen yang sangat baik, yaitu menyediakan layanan yang dapat memberikan value untuk para kliennya.
  2. Untuk produk layanannya, PT Exa Mitra Solusi menyediakan layanan business process services, yang meliputi back office, administration, supporting process, dan payroll services.3.

PT Harda Esa Raksa PT Harda Esa Raksa atau HERA, awalnya hanya menyediakan dan mengolah tenaga sales di salah satu perbankan Indonesia. Pada 2010, perusahaan ini akhirnya melebarkan sayapnya menjadi jasa penyedia dan penempatan tenaga kerja untuk beberapa jabatan, mulai dari level staff hingga managerial.4.

  • PT Dinamika Mitra Huresindo Selayaknya perusahaan outsourcing, PT Dinamika Mitra Huresindo memiliki kapabilitas dalam penyediaan, pengelolaan, serta pengembangan SDM untuk mengisi beberapa posisi.
  • Posisi-posisi yang bisa diisi cukup banyak, antara lain SPG, Waiter dan Waitress, Beauty Consultant, Receptionist, Admin Support, Customer Service, Telemarketing, Cashier, Teller, Mechanical Engineer, dan lain sebagainya.5.

PT Persada Perusahaan ini memiliki banyak sekali pilihan posisi yang bisa dipilih dan digunakan klien, di antaranya yaitu technical service, support service, security service, office service, dan contact center service.6. PT AURA PT AURA secara resmi telah ditunjang oleh bank swasta nasional, untuk mengisi berbagai kebutuhan posisi jabatan di bidang perbankan.

  • Perusahaan ini selalu menyediakan tenaga kerja yang muda, profesional, dinamis dan inovatif sehingga PT ini banyak dipercaya oleh banyak perusahaan,7.
  • PT Karya Putra Surya Gemilang, PT ini disingkat KPSG, merupakan salah satu perusahaan outsourcing terbaik di Jakarta, yang sudah berdiri sejak 1990.
  • PSG menyediakan layanan Contact Center tradisional, SDM, hingga penggajian manual di awal kehadirannya.

namun KPSG kini menjadi penyedia layanan manajemen bisnis, dengan peningkatan layanan yang sangat signifikan.

Mengapa outsourcing dapat merugikan buruh?

Kelemahan sistem outsourcing – Apa itu outsourcing? Meski sangat menguntungkan perusahaan, namun sistem outsourcing ini tidak terlalu menguntungkan karyawan karena status kerjanya tidak jelas dan dapat diputus kontraknya kapan pun. Hal ini menjadikan kelemahan sistem outsourcing karena ketiadaan loyalitas pekerja terhadap perusahaan yang mempekerjakannya.

Sebab, ikatan kerja antar keduanya hanya bersifat sementara. Dari sisi pekerja outsourcing, pekerja akan merasa bukan bagian dari perusahaan sehingga ini dapat melemahkan motivasi kerjanya. Baca juga: Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023 Melansir buku Rekonstruksi Kontrak Kerja Outsourcing (2019) oleh Mas Muanam dan Ronald Saija, beberapa praktisi hukum ketenagakerjaan sebenarnya banyak yang mengkritik sistem outsourcing ini.

Pasalnya, perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing tidak bertanggung jawab secara langsung terhadap pemenuhan hak-hak pekerja outsourcing. Menurut Gunarto Suhardi, pekerja dan perusahaan secara legal tidak ada hubungan organisatoris karena pekerja secara resmi bekerja untuk perusahaan outsourcing.

Gaji pekerja outsourcing pun dibayarkan oleh perusahaan outsourcing setelah pihaknya menerima pembayaran dari perusahaan pengguna jasa. Tentu gaji ini diberikan setelah dipotong perusahaan outsourcing. Baca juga: Berbeda dengan Pekerjaan, Apa Itu Profesi? Kesimpulannya, apa itu outsourcing? Outsourcing adalah pekerja kontrak yang disalurkan oleh perusahaan outsourcing ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa outsourcing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

See also:  Daerah yang terdapat di wilayah jakarta barat?

Apa yang dimaksud dengan perusahaan outsourcing?

Perusahaan ini disebut juga sebagai, outsource, yang adalah sebuah institusi penyedia jasa dan tenaga kerja dengan keahlian tertentu untuk perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Meskipun tidak seterkenal sistem kerja yang kita umumnya kenal, outsourcing terus diminati di pasar global.

Berapa persen potongan gaji outsourcing?

Sistem Pembayaran – Para pekerja outsourcing dibayar oleh perusahaan penyedia jasa itu. Nantinya, perusahaan penyedia jasa akan menagih bayaran pada perusahaan yang mnggunakan jasa kandidat tersebut. Gaji para pekerja outsourcing biasanya akan dipotong hingga 30 persen untuk perusahaan penyedia jasa.

Apakah outsourcing menguntungkan?

Awal Mulai Sistem Kerja Outsourcing Diterapkan Di Indonesia – Sistem kerja kontrak dan outsourcing mulai digunakan di Indonesia seiring diberlakukannya Undang Undang No 13 Tahun 2003. Awal mula penerapan sistem kerja outsourcing adalah dikarenakan adanya keinginan para pengusaha untuk membagi beban kerja.

  • Selain itu, efisiensi juga perlu dilakukan merespon tinggi persaingan usaha saat ini.
  • Dengan penerapan sistem penyaluran pekerja dari perusahaan alih daya ini maka korporasi bisa menekan biaya SDM.
  • Selain itu, tidak perlu melakukan kerepota untuk melakukan perekruta karyawan sendiri.
  • Tenaga maupun biayanya bisa dialokasikan ke kebutuhan lainnya seperti produksi atau marketing.

Selain itu, penggunaan tenaga kerja alih daya adalah ditujukan untuk mendapatkan karyawan yang ahli di bidangnya. Walaupun untuk memenuhi kebutuhan kerja pada bagian yang bukan produk inti perusahaan. Lion Air merupakan salah satu perusahaan yang sukses menggunakan sistem kerja alih daya.

beberapa pekerjaan seperti pengadaan komponen, perawatan pesawat sampai katering dialihkan kepada pekerja outsourcing. Dengan demikian, perusahaan Lion Air berhasil melakukan penghematan besar-besaran. Bagi perusahaan, sistem kerja outsourcing memberikan keuntungan karena dapat menekan biaya operasional lebih murah.

Karena, karyawan outsourcing tidak mendapatkan beberapa jenis tunjangan atau hak yang didapatkan langsung di bawah perusahaan. Perekrutan karyawan juga lebih mudah, karena karyawan perekrutan karyawan outsourcing adalah tanggung jawab perusahaan penyedia jasa alih daya.

Apa keuntungan karyawan outsourcing?

1. Kelebihan outsourcing bagi karyawan – Salah satu kelebihan outsourcing adalah karyawan akan mendapatkan keahlian tambahan. Hal itu karena biasanya penyedia layanan alih daya mengharuskan mereka untuk mendapatkan berbagai macam training, Sehingga karyawan bisa lebih berkembang dan kemampuan baru yang berguna dalam dunia kerja.

Manfaat lain terutama untuk fresh graduate dalam outsourcing adalah sebuah solusi untuk segera memperoleh pekerjaan karena penerimaannya yang lebih mudah. Nah, keuntungan untuk kamu yang memiliki keahlian khusus dengan menggunakan jasa outsourcing adalah akan lebih mudah mendapatkan perusahaan yang membutuhkan kemampuanmu.

Banyak perusahaan yang mencari orang dengan keahlian khusus melalui jasa outsourcing,

Apa itu outsourcing dan contohnya?

Dalam ketenagakerjaan, outsourcing bukanlah istilah yang asing. Tidak sedikit perusahaan yang menerapkan sistem ini dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja. Lalu, apa sebetulnya yang dimaksud dengan outsourcing ? Pengertian outsourcing kerap disederhanakan menjadi ‘alih daya’.

Secara lebih jelas, outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain, baik berupa pemborongan pekerjaan ataupun penyediaan tenaga kerja. Sehubungan dengan penerapan outsourcing, sebuah bisnis perlu bekerja sama dengan outsource, Nah, outsource adalah perusahaan atau institusi yang menjadi pihak pelaksana dalam sistem outsourcing,

Sistem ini banyak dipilih oleh perusahaan sebab dianggap cukup menguntungkan. Namun, sebelum membahas manfaat outsourcing bagi perusahaan, mari kita ulas definisinya terlebih dahulu!

Apa beda karyawan kontrak dan outsourcing?

Jadi kalo karyawan kontrak tuh emang udah ada ketentuannya kan periode kerjanya berapa lama (maksimal PKWT 2 tahun). Tapi kalo outsourcing itu gada keharusan untuk kerja selama periode tertentu, tergantung kesepakatan aja sama perusahaan penyalur.

Apakah bekerja di outsourcing ada jenjang karir?

Pertama, soal jenjang karir – Nggak perlu khawatir soal jenjang karir ketika kalian berstatus karyawan outsourcing. Hampir di banyak perusahaan, saat ini jenjang karir sangat terbuka lebar bagi semua karyawan. Tidak terbatas pada suatu kontrak tertentu.

See also:  Siapa yang mengesahkan piagam jakarta...?

Apakah karyawan outsourcing berhak atas THR?

Para pekerja outsourcing maupun pekerja kontrak, asalkan telah bekerja selama 1 bulan atau lebih dan masih memiliki hubungan kerja pada saat hari keagamaan berlangsung, maka berhak mendapatkan THR juga,’ ujarnya.

Apa salah satu efek negatif utama dari outsourcing?

Pekerja Outsource Cenderung Sulit Berkembang – Satu hal negatif dari sistem kerja outsourcing adalah karyawan akan sulit berkembang karena dibatasi dengan kontrak jangka pendek dan berkutat pada pekerjaan-pekerjaan kelas rendah. Sulit bagi karyawan outsourcing untuk berkembang dalam karir.

Mengapa banyak perusahaan menggunakan outsourcing?

Home » Pekerjaan » Apa Itu Outsourcing? Apa Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing ? perusahaan outsourcing di jakarta yang bagus Outsourcing atau alih daya adalah pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. Jadi dapat dikatakan perusahaan outsourcing berfungsi untuk merekrut, melatih dan mendistribusikan karyawan untuk perusahaan yang membutuhkan jasa karyawan outsourcing.

  1. Banyak perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing untuk mencari karyawan, selain untuk menghemat biaya produksi untuk perekrutan karyawan, perusahaan menjadi lebih fokus ke bisnisnya, tidak perlu repot untuk urusan merekrut karyawan.
  2. Baca juga: Perbedaan Karyawan Outsourcing dan Kontrak Outsourcing dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi perusahaan dan karyawannya, ada beberapa kelebihan dan kekurangannya.

Berikut ini uraian kelebihan dan kekurangan perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing dan menjadi karyawan di perusahaan outsourcing :

Bagaimana cara kerja perusahaan outsourcing?

Sistem Kerja Outsourcing – Sistem kerja atau aturan pekerjaan dari SDM outsourcing memang tidak disebutkan secara rinci di dalam UU Ketenagakerjaan. Namun, di Pasal 64 UU Ketenagakerjaan memang disebutkan bahwa: ” Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis”.

  1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
  2. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)

Meski pekerja outsource bisa masuk dan bekerja di perusahaan lain, area kerja pegawai alih daya ini tetap diatur sedemikian rupa sesuai dengan UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Seperti, pekerjaan karyawan harus dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama perusahaan tempatnya ditugaskan.

  • Penjaga kebersihan
  • Keamanan
  • Penyedia makanan atau catering
  • Kurir atau Pengemudi
  • Petugas call center
  • Pekerja manufaktur
  • Facility management

Apa salah satu efek negatif utama dari outsourcing?

Pekerja Outsource Cenderung Sulit Berkembang – Satu hal negatif dari sistem kerja outsourcing adalah karyawan akan sulit berkembang karena dibatasi dengan kontrak jangka pendek dan berkutat pada pekerjaan-pekerjaan kelas rendah. Sulit bagi karyawan outsourcing untuk berkembang dalam karir.

Mengapa outsourcing ditentang?

Opini Tempo Edisi 8-14 Oktober 2012 sangat menarik untuk dicermati, sebab berlawanan dengan arus deras penolakan terhadap sistem outsourcing, Opini Tempo ini justru tegas menyatakan: Jangan Hapus Alih Daya. Masalahnya adalah, opini tersebut memperlihatkan adanya kerancuan cara pandang yang menyebabkan kesalahan dalam mengambil kesimpulan.

Setidaknya terdapat dua kerancuan dalam opini tersebut. Pertama, mengenai pemborongan pekerjaan dan outsorcing tenaga kerja yang tampak dicampuradukkan dalam opini ini. Pemborongan pekerjaan (Business Process Outsourcing) sebagaimana dicontohkan dengan Apple yang memborongkan pekerjaan membuat iPhone ke China, berbeda dengan outsourcing tenaga kerja (Manpower Outsourcing) untuk pekerjaan keamanan, catering, transportasi dsb yang diatur dalam UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pemborongan pekerjaan adalah persoalan bisnis semata dimana sebuah perusahaan menyerahkan sebagian pekerjaannya kepada pihak/perusahaan lain untuk dikerjakan di luar perusahaan yang memberikan pekerjaan. Tidak ada masalah dengan ini. Bukan ini pula yang selama ini ditolak oleh buruh.

  1. Outsourcing yang ditolak oleh buruh adalah Outsourcing Tenaga Kerja (Manpower Outsourcing), dimana buruh direkrut oleh perusahaan A (sebagai perusahaan penyedia jasa pekerja/ buruh) tapi kemudian dia bekerja di perusahaan B sebagai perusahaan pengguna.
  2. Dalam hal ini, meskipun perintah kerja dan tempat kerjanya adalah perusahaan B, tapi upahnya diterima dari perusahaan A.

Perusahaan A sendiri kemudian mendapatkan managemen fee dari perusahaan B sebagai imbalan karena telah merekrut dan mengelola buruh yang bersangkutan. Penolakan buruh terhadap outsourcing tenaga kerja ini muncul di dua level, yaitu penolakan terhadap regulasinya, dan penolakan di level implementasi.

See also:  Makanan yang wajib dicoba di jakarta?

Penolakan terhadap regulasi outsourcing terjadi karena pasal-pasal tentang outsourcing itu benar-benar multitafsir. Akibatnya, penggunaan outsourcing tenaga kerja menjadi begitu luas, bukan hanya di 5 jenis pekerjaan (keamanan, catering, transportasi, kebersihan dan pertambangan), tapi masuk ke arena produksi.

Sudah jamak diketahui bahwa di industry-industri manufaktur, pekerja/ buruh outsourcing juga ada di bagian produksi. Mereka bekerja di tempat yang sama dengan pekerja yang statusnya tetap/ permanen, mengerjakan pekerjaan yang sama persis, tapi upahnya jauh lebih rendah, semata-mata karena statusnya adalah pekerja/ buruh outsourcing.

Inilah persisnya yang ditolak oleh buruh. Sementara di level implementasi, penolakan terhadap outsourcing tenaga kerja terjadi karena banyak penyedia jasa pekerja/buruh (perusahaan outsourcing) menggaji buruhnya dengan upah di bawah upah minimum, memotong gaji buruh (padahal sudah mendapatkan managemen fee dari perusahaan pengguna) dan tidak menyertakan buruhnya dalam program jaminan social.

Kerancuan kedua dalam Opini Tempo tampak dari pernyataan bahwa, “Tak sedikit pula pekerja kreatif – penulis, jurnalis, fotografer, atau seniman – yang berkarya secara lepas. Bukan tak memenuhi syarat bekerja tetap, para pekerja kreatif memang lebih suka menghirup udara bebas”.

Apa yang akan terjadi jika kita terlalu mempercayai pihak outsourcing dan partner bisnis kita?

1. Kerjasama yang terjalin erat seringkali menimbulkan rasa kepercayaan terhadap pihak outsourcing dan partner bisnis. Apa yang akan terjadi jika kita terlalu mempercayai pihak outsourcing dan partner bisnis kita? Jawab: Terlalu mempercayai pihak outsourcing dan partner bisnisdapat meningkatkan ketergantungan perusahaan terhadap pihak ketiga dalam jaringan suplai global tersebut.

  1. Hal ini tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap disruption dikarenakan masalah yang terjadi dalam satu bagian dapat dengan mudah memengaruhi bagian lain dari keseluruhan rantai pasokan, sehingga dapat dengan cepat berdampak pada keseluruhan aktivitas rantai pasokan itu sendiri.2.
  2. Beberapa gangguan rantai pasok ( supply chain disruption ) dapat terjadi secara rutin, baik gangguan yang memberi dampak besar seperti bencana alam, mogok kerja, atau serangan teroris, maupun gangguan yang memberi dampak kecial seperti kerusakan mesin, stockouts pemasok, atau masalah kualitas.

Apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk meminimalisir dampak dari gangguan tersebut?

Apakah karyawan outsourcing bisa berubah status menjadi karyawan tetap?

KOMPAS.com — Menjadi karyawan outsourcing bukan berarti karier Anda akan jalan di tempat dan pasrah pada keadaan. Sebab, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi seorang pegawai outsourcing untuk diangkat menjadi pegawai tetap, atau diapresiasi sama dengan perusahaan layaknya pegawai tetap.

Kerry Nurrakhma, Direktur PT Sandi Jasa Estika, perusahaan penyalur tenaga kerja outsourcing yang telah berdiri semenjak tahun 2003 silam, mengatakan bahwa peluang pegawai outsourcing sama besarnya dengan pegawai kontrak untuk menjadi pegawai tetap. Ada beberapa hal yang biasanya dilihat oleh perusahaan sehingga dirasa layak untuk diangkat menjadi pegawai tetap.

Salah satunya adalah sikap giat bekerja atau tekun. Ini adalah hal utama yang memengaruhi penilaian dalam perubahan status dan pengangkatan sebagai pegawai tetap. Kemudian, Kerry mengatakan, pengalaman kerja dari seorang pegawai outsourcing juga menjadi pertimbangan.

Semakin piawai dalam menjalankan tugasnya, maka akan semakin disukai dan diapresiasi oleh perusahaan. Lainnya yang tak boleh dilupakan adalah keinginan pegawai outsourcing untuk terus maju. Salah satunya meningkatkan jenjang pendidikan. Sebab, tak jarang, pegawai outsourcing yang belum puas dengan kedudukannya memutuskan untuk melanjutkan jalur pendidikan demi perbaikan laju karier.

Hal ini membuka peluang besar bagi pegawai outsorcing untuk naik jabatan atau diangkat menjadi pegawai tetap. Kerry sendiri mengakui, tak jarang ketika ia melihat pegawai outsorcing yang disalurkannya ke perusahaan memperoleh kemajuan karier karena menerapkan hal-hal yang disebutkan di atas.

Jadi, jangan pernah berkecil hati atau menyerah ketika Anda harus menjadi pegawai outsourcing. Sebaliknya, teruslah berkeinginan untuk maju dengan meningkatkan kualitas dalam diri Anda. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock
detector