Pola yang digunakan dalam tari topeng dari jakarta adalah?

pola yang digunakan dalam tari topeng dari jakarta adalah
Pada Tari Topeng Betawi sendiri pola lantai yang digunakan adalah garis lengkung.

Apa pola lantai tari topeng DKI Jakarta?

Pola Lantai Tari Topeng adalah Garis Lengkung.

Apakah pola lantai tari topeng?

Abstract – Tari Topeng Klana Prawirosekti dewasa ini sangat memprihatinkan, karena terbatasnya narasumber primer yang bisa menari, mengendang, dan mendalang Tari Topeng Klana tersebut, serta terbatasnya narasumber yang berupa referensi. Sebab Itu Tari Topeng Klana Prawirosekti perlu diteliti, karena ingin mengetahui bagaimana struktur koreografis dan makna simbolis Tari Topeng Klana tersebut.

  • Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang holistik tentang Struktur Koreografis dan makna Simbolis Tari Topeng Klana Prawirosekti.
  • Disamping itu juga bermanfaat untuk memperkaya pemahaman tentang Struktur Koreografis dan makna Simbolis Tari Topeng Klana Prawirosekti, sebagai upaya untuk menuju tersusunnya bahan ajar tentang Struktur Koreografis dan makna Simbolis Tari Topeng Klana Prawirosekti.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan paradigma penelitian kualitatif, fenomenologis, yang berdasarkan fenomena – fenomena, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan (observasi) dan dokumentasi kepada sumber data, diantaranya penari, pengendang, dalang, dan sinden Tari Topeng Klana Prawirosekti, serta pejabat kebudayaan setempat (Mantan Kasie Kebudayaan Dikbud kota Malang).

Hasil penelitian yang didapatkan dilapangan sesuai dengan yang direncanakan. Tari Topeng Klana Prawirosekti mempunyai beberapa ragam gerak, dan masing – masing ragam gerak. Tari Topeng Klana Prawirosekti mayoritas menggunakan volume besar, yang menunjukkan karakter gagah. Pola lantai yang digunaka, diantaranya kotak (segi empat), garis lurus, zig – zag lurus segi empat, lingkaran, angka delapan, dan titik.

Hal ini menunjukkan keperkasaan (kekuatan), namun mempunyai rasa cinta kasih kepada sesame dan selalu ingat kepada TuhanYang Maha Esa. Tari Topeng Klana Prawirosekti banyak menggunakan Pola lantai lingkaran, karena Tari Topeng Klana Prawirosekti pada dasarnya sakral (ritual).

  • Tari Topeng Klana Prawirosekti menggunakan desai dramatic kerucut berganda, bagaikan mendaki gunung, yang menanjak dengan berliku – liku, dan akhirnya kembali ke dasar lagi.
  • Ini menunjukkan semangat yang menggebu – gebu (membara), namun akhirnya menyadari batas kemampuannya.
  • Busananya mayoritas berwarna merah, baerarti menunjukkan keberanian.

Topengnya berwarna hijau dinding (ijo tembok) yang menunjukkan keagungan (luhur), kesetiaan, kesucian (satria), magis dan cinta kasih. Dari uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa Tari Topeng Klana Prawirosekti perlu dilestarikan, karena mempunyai struktur koreografis dan makna simbolis yang bisa memberikan kontribusi pendidikan yang berupa nilai – nilai moral dan spiritual, diantaranya : nilai kepahlawanan (patriotisme), keberanian, cinta kepada sesame dan selalu ingat kepada TuhanYang Maha Esa.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tari Topeng Klana Prawirosekti (Tinjauan Koreografis dan Makna Simbolis)
Subjects: L Education > L Education (General) N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
Fakultas: Pasca Sarjana > Pendidikan Seni, S2
Depositing User: Users 7 not found.

Apa pola lantai tari betawi?

Pola Lantai Beragam Tari Betawi Pada Tari Topeng Betawi sendiri pola lantai yang digunakan adalah garis lengkung. Pola lantai ini nantinya akan dilakukan secara melingkar oleh penari saat berada di atas panggung. Biasanya penari akan berbaris menyudut dan membentuk lingkaran atau setengah lingkaran.

Tari apa yang menggunakan pola lantai zig zag?

Pola Lantai dalam Seni Tari Tradisional Indonesia –

Pola lantai lurus, merupakan garis lurus yang dilintasi oleh para penari. Pola lantai lurus tentu tidak hanya meliputi garis horizontal saja, namun bisa juga berupa garis lurus vertikal, diagonal, garis yang membentuk huruf V dan juga perpaduan garis vertikal dan horizontal yang membentuk sudut siku-siku. Tari Saman dari Aceh merupakan salah satu seni tari tradisional yang memiliki pola lantai lurus.

Ilustrasi pola lantai lurus. Sumber: Saya Ingin Terampil Kreatif dan Terampil, Edy Purwanto (2007: 41)

Pola lantai melengkung atau melingkar, sesuai dengan namanya, pola lantai melengkung memiliki lintasan yang melengkung atau berbentuk melingkar. Pola jenis ini bisa kita temukan dalam seni tari Kecak asal Bali dimana para penarinya duduk secara melingkar.

Ilustrasi pola lantai melengkung. Sumber: Saya Ingin Terampil Kreatif dan Terampil, Edy Purwanto (2007: 41)

Pola lantai zigzag, pada dasarnya mirip seperti pola lurus yang diatur sedemikian rupa agar tampak zigzag ataupun membentuk pola lain seperti segitiga, segiempat, segilima atau lain sebagainya. Pola lantai zigzag dapat kita temui dalam seni tari Jaipong.

Ilustrasi pola lantai zigzag. Sumber: Saya Ingin Terampil Kreatif dan Terampil, Edy Purwanto (2007: 41) Pada dasarnya pola lantai dalam seni tari berperan dalam memperindah gerakan tari serta menghidupkan karakteristik gerakan tari tersebut. Oleh karena itu, satu tarian tidak hanya terdiri dari satu pola lantai saja namun bisa pula memadukan berbagai pola tadi agar formasinya jauh lebih hidup.

Apa pola dasar dari bentuk pola lantai diagonal?

adjar.id – Setiap tarian menampilkan berbagai macam jenis pola lantai. Adjarian, masih ingatkah kalian apa yang disebut dengan pola lantai? Pola lantai adalah garis yang dilalui penari saat gerak. Sehingga, pola lantai merupakan garis yang dilalui penari saat berpindah-pindah posisi atau tempat saat menari.

  1. Selain itu pola lantai dapat disebut juga dengan susunan gerak, perpindahan, dan pergeseran posisi penari dalam setiap tarian, Biasanya pola lantai pada setiap tarian ditentukan dengan jumlah penari, ukuran panggung, dan alur cerita tarian.
  2. O iya, pola lantai juga dibedakan menjadi beberapa macam, ya.

Sekarang, yuk, kita simak informasi lengkapnya berikut ini! “Pola lantai adalah garis yang dilalui penari saat gerak.” Baca Juga: Keragaman Kesenian Daerah: Tarian dan Lagu-lagu di Indonesia Macam-Macam Pola Lantai Pada dasarnya ada dua macam pola lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung.1.

Pola Lantai Lurus atau Vertikal Ciri pada pola lantai garis lurus atau vertikal adalah penari membentuk garis lurus ke depan dan ke belakang ataupun sebaliknya. Nah, tarian klasik banyak juga yang menggunakan pola tari lurus, lo! Pola tari lurus, umumnya memberikan kesan menyatu, sederhana, namun, terlihat kuat.

Jumlah barisan di dalam tariannya bisa satu ataupun lebih, disesuaikan dengan jumlah penari pada setiap tarian, ya. O iya, Pola lantai lurus bisa dikembangkan lagi menjadi pola lantai diagonal. “Pola lantai lurus adalah pola di mana penari membentuk garis lurus ke depan dan ke belakang.” Baca Juga: Pengertian Tari Tradisional, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya 2.

Pola Lantai Diagonal Pola lantai diagonal adalah di mana penari membentuk posisi barisan lurus, akan tetapi sedikit miring ke arah kanan dan kiri. Pada pola lantai ini, penari bebas membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri, ya. Kesan dinamis dan lincah terdapat pada pola lantai ini. Hal ini disebabkan karena posisi setiap penari bisa berselang-seling secara bergantian ke depan dan ke belakang.

Apalagi pola lantai ini dapat digabungkan dengan posisi serong, lo! “Pola lantai diagonal adalah posisi penari membentuk barisan lurus tetapi menyerong ke kanan atau ke kiri.” 2. Pola Lantai Garis Lengkung Pada pola lantai garis lengkung, para penari akan membentuk garis lingkaran atau setengah lingkaran ke dalam dan ke luar.

  1. Baca Juga: Apa Itu Tari Kreasi Daerah, Tari Kreasi Modern, dan Tari Kreasi Kontemporer? Sehingga pola lantai ini jika dilihat dari depan dapat berbentuk cembung atau cekung, ya! O iya, pola lantai lengkung dapat memberi kesan lembut pada tarian, ya.
  2. Seperti pola lantai lengkung yang berbentuk ular dan pola lantai lengkung delapan.

“Pola lantai garis lengkung adalah pola dimana penari membentuk garis lingkaran atau setengah lingkaran.” Nah Adjarian, itulah beberapa macam pola lantai yang perlu kita ketahui dan pelajari, ya! Sekarang, yuk, coba jawab soal berikut ini!

Pertanyaan
Apa yang dimaksud dengan pola lantai?
Petunjuk: Cek halaman 1.

Apa yang dimaksud dengan pola garis lengkung?

Bobo.id – Pola lantai adalah posisi penari atau formasi penari ketika menampilkan suatu pertunjukan seni tari. Pola lantai penting ada di sebuah tarian agar pertunjukan tari semakin menarik dan membuat suatu tarian terlihat dinamis. Biasanya, pola lantai bisa ditentukan dari jumlah penari, ukuran panggung, dan alur cerita sebuah tarian.

Dengan begitu, penonton pun akan menikmati keindahan gerak tari. Selain itu, pola lantai juga mempunyai beberapa jenis, fungsi, dan contoh pola lantai pada tari tradisional. Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa menyimaknya dari pembahasan berikut ini. Yuk, simak! Jenis-Jenis Pola Lantai 1. Pola Lantai Garis Vertikal Pola lantai garis vertikal, penari membentuk barisan lurus ke arah depan dan belakang.

Baca Juga: Masih Bisa Makan Enak, Ini 6 Makanan dan Minuman yang Baik untuk Diabetes Jumlah barisan ini bisa satu atau lebih, tergantung pada jumlah penari. Dari pola lantai garis vertikal, kesan yang ditampilkan adalah menyatu dan kuat. Nantinya, pola lantai garis vertikal juga bisa dikembangkan lagi menjadi pola zigzag dan diagonal.

Pola zigzag adalah di mana posisi penari berselang-seling di sisi kanan dan kiri. Sedangkan, pola lantai diagonal adalah posisi penari membentuk barisan lurus tetapi menyerong ke kanan atau ke kiri.2. Pola Lantai Garis Horizontal Pola lantai garis horizontal ini posisi penari berada dalam satu garis lurus ke arah kanan dan kiri.

Jumlah baris bisa satu atau lebih tergantung pada jumlah penari. Dari pola lantai garis horizontal ini kita akan mendapatkan kesan kebersamaan dan sejajar. Sama seperti pola lantai garis vertikal, pola lantai garis horizontal juga bisa dikembangkan lagi jadi pola lantai zigzag.

  1. Nantinya, posisi penari bisa berselang-seling ke depan dan ke belakang dalam satu barisan.
  2. Baca Juga: 6 Kucing yang Punya Warna Bulu Langka di Dunia, Kucingmu Salah Satunya? 3.
  3. Pola Lantai Garis Diagonal Pola lantai garis diagonal, memungkinkan posisi setiap penari berselang-seling secara bergantian ke depan dan ke belakang.

Dari pola lantai ini kita akan merasakan kesan dinamis dan lincah. Bahkan pola lantai ini bisa divariasikan posisi menyerong, dari kanan depan ke kiri belakang atau kiri depan ke kanan belakang. Jika ingin lebih rumit, pola lantai diagonal ini juga bisa dikembangkan lagi menjadi pola lantai berbentuk tanda silang (X) dan bentuk pola lantai V.4.

  1. Pola Garis Lengkung Pada pola lantai garis lengkung, posisi penari akan membentuk setengah lingkaran ke dalam atau ke luar.
  2. Jadi, pola lantai ini akan berbentuk cembung atau cekung, jika dilihat dari depan.
  3. Dengan pola lantai jenis ini, kita akan mendapatkan kesan yang lembut.
  4. Selain itu, dari pola lantai garis lengkung ini juga bisa dikembangkan lagi jadi pola lantai lingkaran penuh atau membentuk angka delapan.

Baca Juga: Unsur-Unsur Pendukung Tari Tradisional, Mulai dari Pola Lantai hingga Iringan Fungsi Pola Lantai Penggunaan lantai tidak hanya memberikan kesan yang dinamis dan indah dari penari, lo. Tetapi, pola lantai juga mempunyai beberapa fungsi penting seperti berikut ini.

Apa yang dimaksud dengan pola lantai vertikal dan pola lantai melengkung?

Sebutkan Macam-macam Pola Lantai –

Pola Lantai Garis Lurus

1. Pola Lantai Horizontal Pada pola lantai horizontal, penari akan berbaris membentuk garis lurus menyamping. Contoh pola lantai horizontal ini adalah tari Saman dari Aceh.2. Pola Lantai Vertikal Apa yang dimaksud dengan pola lantai vertikal adalah penari berbaris membentuk garis lurus ke belakang. Contoh pola lantai vertikal digunakan di tari Bedhaya Ketawang dari Jawa Tengah.

Pola Lantai Garis Lengkung

Pola lantai garis lengkung dibuat melengkung, cembung, cekung atau lingkaran. Pola ini dibuat agar pertunjukan tetap indah. Jadi apa yang dimaksud dengan pola lantai lengkung adalah memudahkan penari menguasai panggung dengan gerakan melengkung, cembung atau melingkar.

Apa tujuan dari tari topeng Betawi?

Nomor. Registrasi 2017008031 Ada kecenderungan pada masa lampau bahwa yang mengilhami lahirnya kesenian Tari Topeng Gong Betawi adalah kesenian Ubrug (semacam kesenian rakyat yang berfungsi untuk mengucapkan rasa syukur atas kelimpahan rahmat-Nya yang berupa panenan terhadap Dewi Sri atau Dewi Padi (sedekah bumi), yang kemudian kesenian Ubrug ini berkembang menjadi Gong Ajeng atau Gamelan Ajeng (semacam kliningan Jawa).

  • Dari kesenian Gong Ajeng atau Gamelan Ajeng berlanjut menjadi seni Topeng Betawi yang akhirnya menjadi Tari Topeng Gong Betawi.
  • Arena pada masa itu penampilan Gong Ajeng atau Gamelan Ajeng tersebut biasa bersama-sama dengan kesenian Tanjidor dalam suatu hajatan atau kenduri.
  • Esenian Tanjidor melahirkan Tari Topeng Tanji, sedangan Gong Ajeng melahirkan Tari Topeng Gong Betawi (sumber Djiun Kinang, 1938).

Ditinjau dari segi jenis-jenis tari menurut fungsinya Tari Topeng Gong Betawi termasuk kedalam jenis tari hiburan dan pertunjukan. Tari Topeng Gong Betawi saat pertama kali bukan hanya mempunyai fungsi sebagai sarana hiburan saja melainkan sebagai sarana upacara karena dipentaskan untuk menyemarakan suasana pada saat sedekah bumi, hajatan, menghibur sekelompok orang dari anggota masyarakat yang sifatnya ditanggap dan dipanggil untuk menghibur dan mendapatkan imbalan.

  • Dilihat dari perkembangannya kini maka fungsi Tari Topeng Gong Betawi mempunyai fungsi sebagai hiburan dan pertunjukan.
  • Adapun aspek-aspek yang terdapat dalam Tari Topeng Gong Betawi meliputi: Gerak Tari; Desain Pola Lantai; Iringan atau Musik Tari; Busana atau Kostum; Penari; Tempat Pertunjukan dan Pementasan; dan Tata Rias atau Make Up.

Berdasarkan aspek-aspek tersebut maka dapat dikatakan bahwa Tari Topeng Gong Betawi hasil karya seni / tarian yang tidak menggunakan kedok atau topeng sebagai penutup muka. Nama Tari Topeng Gong Betawi hanyalah pemberian nama pada sebuah tarian dan tidak terdapatnya suatu arti khusus atau makna tertentu untuk menjabarkan tari Topeng Gong tersebut.

Apa maksud penggunaan topeng dalam Tari Topeng?

Tari Topeng Cirebon merupakan salah satu seni tari yang termasyhur di Jawa Barat. Tarian ini merupakan gambaran budaya yang menjelaskan sisi lain dari setiap diri manusia. Hingga saat ini, Tari Topeng Cirebon sering ditampilkan di acara-acara besar, seperti acara pernikahan.

  • Tak banyak yang tahu tentang sejarah panjang Tari Topeng Cirebon yang menarik untuk disimak.
  • Ulasan ini akan menambah wawasan Anda tentang sejarah dan jenis-jenis Tari Topeng Cirebon yang memukau.
  • Sejarah Tari Topeng Cirebon Tari Topeng Cirebon adalah kesenian yang populer di kawasan Parahyangan, tepatnya di daerah Ciamis.

Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cianjur, dan Bandung. Selain daerah-daerah tersebut, biasanya Topeng Cirebon juga dipentaskan di daerah Indramayu, Jatibarang, Subang, Losari, dan Brebes. Konon, tarian sejenis sudah berkembang di Jawa Timur pada rentang abad 10 hingga 16 Masehi.

  1. Pada masa Kerajaan Jenggala di bawah pemerintahan Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa, kesenian tersebut mulai masuk ke Cirebon melalui perantaraan seniman jalanan.
  2. Sejarah tari topeng di Cirebon juga berhubungan dengan penyebaran agama Islam.
  3. Ota Cirebon merupakan pintu masuk penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Syarif Hidayatullah yang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati adalah tokoh yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam dan tari topeng di Cirebon. Pada tahun 1470-an, Sunan Gunung Jati bekerja sama dengan Sunan Kalijaga dalam upaya penyebaran Islam di Pulau Jawa.

  • Ala itu, kedua Sunan tersebut memfungsikan Tari Topeng sebagai media penyebaran Islam sekaligus tontonan di lingkungan Kesultanan Cirebon.
  • Selain Tari Topeng, ada beberapa jenis kesenian lain yang juga digunakan untuk mendukung penyebaran agama Islam, yaitu Angklung, Reog, Wayang Kulit, Gamelan Renteng, Brai, dan Berokan.

Ketika Sunan Gunung Jati berkuasa di Kesultanan Cirebon pada tahun 1479, kesultanan tersebut diserang oleh Pangeran Welang dari Karawang. Sang Pangeran sangat sakti dan memiliki sebilah pedang bernama Curug Sewu. Sunan Gunung Jati tak mampu mengalahkan Pangeran Welang walaupun sudah dibantu oleh Sunan Kalijaga dan Pangeran Cakrabuana.

Akhirnya, Sunan Gunung Jati menempuh jalan diplomasi kesenian untuk menghadapi Pangeran Welang. Keputusan diplomasi tersebut adalah awal terbentuknya kelompok tari Nyi Mas Gandasari. Tarian yang dibawakan kelompok Nyi Mas Gandasari membuat Pangeran Welang jatuh cinta bahkan rela menyerahkan Curug Sewu.

Penyerahan senjata tersebut membuat kesaktian Pangeran Welang hilang. Sang pangeran pun memutuskan untuk mengabdikan hidupnya bagi Sunan Gunung Jati ditandai dengan pergantian nama, yaitu Pangeran Graksan. Seiring dengan berjalannya waktu, Tari Topeng Cirebon berkembang menjadi kesenian populer yang disajikan dengan ketentuan spesifik.

Mengapa Tari Topeng menggunakan topeng?

Lagu Pengiring Tari Topeng – Tak hanya menggunakan alat musik saja. Tari topeng juga diiringi dengan iringan lagu. Hal tersebut membuat tarian ini semakin unik dan memiliki ciri khas dibandingkan dengan tarian dari daerah lain. Berikut adalah lagu-lagu yang biasa digunakan untuk mengiringi pementasan tari topeng.1.

  1. Rumyang Untuk Tari Topeng Rumyang 2.
  2. Embangsungsang Untuk Tari Topeng Panji 3.
  3. Gonjing Untuk Tari Topeng Kelana Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan.
  4. Bahwa tari topeng mempunyai keunikan tersendiri.
  5. Mulai dari terdapat lima jenis topeng yang mewakili karakteristik manusia.
  6. Emudian para penari menggunakan topeng yang memiliki karakter yang berbeda serta memiliki jalan cerita sendiri.

Pementasan tarian ini digunakan sebagai sarana hiburan dan juga sebagai media untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Pesan moral yang disampaikan disalurkan melalui topeng-topeng yang digunakan.

Bagaimana arah pola lantai diagonal?

3. Pola Lantai Garis Diagonal – Pola lantai garis diagonal adalah pola yang membentuk garis menyudut ke arah kanan dan ke arah kiri ataupun sebaliknnya. Pola lantai garis diagonal ini membuat tarian memiliki kesan yang dinamis, tetapi tetap kokoh bagi para penontonnya.

Biasanya penari juga akan membawa property guna untuk memperindah gerakan ini, Grameds, Pola lantai garis diagonal, memungkinkan posisi pada tiap-tiap penari berselang-seling secara bergantian ke arah depan dan ke arah belakang. Dari pola lantai ini kita dapat merasakan kesan dinamis nan lincah. Bahkan pola lantai ini bisa divariasikan dengan posisi menyerong, dari arah kanan depan ke arah kiri belakang ataupun dari arah kiri depan ke arah kanan belakang.

Jika Grameds menginginkan pola yang lebih rumit lagi, pola lantai diagonal ini juga bisa untuk lebih dikembangkan lagi menjadi pola lantai yang berbentuk seperti tanda silang (X) dan juga yang berbentuk pola garis menyerupai huruf V.

Pola lantai apa saja yang digunakan dalam tari piring?

Pola Lantai Tari Piring – Pola garis lintasan tarian diperlukan dalam tari piring. Ada enam pola lantai dalam tarian ini, yaitu spiral, baris, lingkaran besar, lingkaran kecil, vertikal, dan horizontal. Setiap penari biasanya membuat pola lantai bergerak maju, mundur, dan samping, menyesuaikan dengan pola lantai vertikal dan pola lantai horizontal.

Pola lantai apa saja yang digunakan dalam tari merak?

Pola lantai tari merak – Pola lantai merupakan gerak tari yang dilakukan untuk membentuk formasi. Kata lainnya, pola lantai menjadi panduan bagi penari untuk bergerak dan berpindah posisi. Tari merak mempunyai sejumlah formasi yang sering digunakan oleh para penarinya. Pola lantai tari merak adalah:

Pola lantai melingkar

Melansir dari buku Pendidikan Seni Tari (2018) karya Taat Kurnita Yeniningsih, pola lantai melingkar jadi salah satu bagian dari pola lantai garis lengkung. Dalam tarian merak, pola lantai ini dilakukan secara melingkar dan menghadap ke arah luar.

Pola lantai horizontal

Selain menggunakan pola lantai melingkar, tari merak juga memakai pola lantai horizontal, yakni dengan membentuk formasi lurus ke samping kanan atau kiri.

Pola lantai diagonal

Pola lantai lainnya yang sering digunakan dalam tari merak adalah diagonal. Dalam pola lantai ini, penari akan bergerak dan membentuk formasi secara melintang dari sudut kiri bawah ke kanan atas, dan sebaliknya. Biasanya pola lantai ini dilakukan secara berhadapan.

Pola lantai apa yang digunakan pada tari Jaipong?

Pola Lantai Tari Jaipong – Pola lantai adalah garis yang dibentuk oleh perpindahan gerak penari atau formasi penari agar menghasilkan gerakan yang indah. Tari Jaipong menggunakan pola lantai garis lurus horizontal, vertikal, dan diagonal. Fungsi pola lantai garis lurus adalah untuk memperindah tarian, memperjelas tujuan gerakan, dan menonjolkan pemeran utama dalam tarian tersebut.