Rumusan pancasila yang sah dan benar terdapat dalam piagam jakarta?

rumusan pancasila yang sah dan benar terdapat dalam piagam jakarta
REPUBLIKA.CO.ID, Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia merayakan Hari Lahir Pancasila. Pertanyaannya: benarkah rumusan Pancasila yang kita kenal sekarang sama dengan rumusan Pancasila seperti yang ada dalam Piagam Jakarta. Rumusan Pancasila 1 Juni 1945 terdapat dalam apa yang disebut Piagam Jakarta.

Pada 18 Agustus 1945 setelah Proklamasi 17 Agustus, Piagam Jakarta dijadikan Pembukaan UUD 45 dan rumusan Pancasila berubah, yaitu sila pertama. Dalam Piagam Jakarta sila pertama dari dasar negara berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.” Namun, pada rumusan 18 Agustus 1945 berubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Piagam Jakarta adalah nama yang diberikan Mr Muhammad Yamin atas sebuah kesepakatan yang berisi tentang teks tertulis yang isinya memuat rumusan dari hukum dasar negara Republik Indonesia. Piagam ini dirumuskan oleh Panitia Sembilan (Panitia Kecil BPUPKI) pada tanggal 22 Juni 1945 di rumah Bung Karno (rumah itu telah dibongkar dan dijadikan kompleks Monumen Proklamasi yang berada di Jl Pegangsaan Timur Jakarta).

  • Piagam ini dibuat setelah melalui rapat maraton yang berlangsung selama sepekan, mulai 10-16 Juli 1945.
  • Untuk mencapai kesepakatan sidang berlangsung alot dan penuh adu argumen yang melibatkan dua kelompok kebangsaan yang saat itu sangat berpengaruh, yakni kelompok nasionalis dan kelompok Islam.
  • Dalam piagam ini tertuang arah dan tujuan bernegera serta memuat pula lima rumusan dasar negara (Pancasila).

Sedangkan, BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April 1945 sebagai pelaksanaan janji pemerintah pendudukan Jepang untuk memberi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Dan ketika ingin membahas dasar negara secara lebih serius, maka kemudian BPUPKI membentuk tim kecil yang berisi sembilan tokoh yang dianggap mewakili dua kelompok penting tersebut, yakni nasionalis sekuler dan nasionalis agama.

Mereka adalah Ir Sukarno, Mohammad Hatta, Mr AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H Agus Salim, Mr Achmad Subardjo, KH Wahid Hasyim, dan Mr Muhammad Yamin. Salah satu hasilnya adalah berhasil membuat naskah pembukaan undang-undang dasar dan rumusan dasar negara meski ada sedikit perbedaan, misalnya dengan apa yang dipidatokan oleh Sukarno pada 1 Juni 1945.

Dalam Piagam Jakarta itu terdapat rumusan sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Rumusan ini pada tanggal 18 Agustus 1945 berubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Kesepakatan ini terjadi setelah adanya lobi dari Bung Hatta kepada kelompok Islam yang digawangi Ki Bagus Hadikusumo karena ada utusan kelompok dari tokoh di Indonesia timur yang “mengancam” akan memisahkah diri dari Indonesia bila rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta tetap menggunakan frasa “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Apa rumusan Pancasila yang sah dan benar?

Jakarta – Pancasila disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan Pancasila terjadi pada peristiwa sidang PPKI yang pertama. Rumusan Pancasila yang sah dan benar terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 atau UUD 1945 alinea keempat.

Isi pembukaan UUD 1945 seperti dikutip dari laman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yakni sebagai berikut: UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e) Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Presiden Soeharto kemudian mengeluarkan Instruksi No.12/1968 pada 13 April 1968. Instruksi tersebut menegaskan tata urutan atau sistematika dan rumusan Pancasila, seperti dikutip dari buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas oleh Aim Abdulkarim.

Tata urutan atau sistematika rumusan Pancasila yakni sebagai berikut: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Demikianlah pembahasan tentang rumusan Pancasila yang sah dan benar,

Selamat belajar ya, detikers! Simak Video ” Ketuanya Tak Hafal Pancasila dan Mundur, Para Waka DPRD Lumajang Kaget ” (twu/nwy)

See also:  Apa hubungan piagam jakarta dengan pembukaan uud?

Rumusan sila Pancasila yang lengkap tercantum di mana?

Sebagai dasar Negara, Pancasila berarti lima dasar atau lima asas yang menjadi dasar dari suatu bangunan Negara R.I. yang diproklamirkan pada tanggl 17 Agustus 1945. Ibarat suatu bangunan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan diatas suatu pondasi atau dasar yang terdiri dari lima asas yang dinamakan Pancasila.

Adapun dasar Negara Pancasila dirumuskan BPUPKI yang diketuai Dr. Rajiman Wedyadiningrat dan Ketua muda R.P. Soeroso. Selanjutnya Pancasila sebagai Dasar Negara, disahkan oleh PPKI, yang merupakan penjelmaan atau mewakili seluruh rakyat Indonesia dalam sidang PPKI yang diketuai Ir. Soekarno dan wakil ketua Drs.

Moehammad Hatta pada tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sehari setelah Indonesia memproklamirkan hari kemerdekaannya. Dasar Negara Pancasila di sahkan oleh PPKI bersamaan saatnya dengan pengesahan UUD 1945. Istilah Pancasila itu sendiri tidak terdapat dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasal UUD 1945, namun telah cukup jelas bahwa Pancasila yang kita maksud sebagai Dasar Negara adalah rumusan sila-sila Pancasila yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut.

Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan demikian, rumusan sila-sila Pancasila yang sah tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.

Kapan Pancasila yang benar dan sah disahkan?

Rabu (01/06), kita baru melaksanakan upacara Hari L ahir Pancasila, Ber dasarkan Keppres Nomor 24 Tahun 2016, t anggal 1 Juni merupakan salah satu hari penting dalam kalender ba ngsa Indonesia. Pasalnya, di tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan /BPUPKI ) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia. Badan ini menggelar sidang pertamanya pada tanggal 29 Mei 1945, Dalam sidang tersebut, anggota BPUPKI membahas mengenai dasar-dasar Indonesia merdeka.

D alam sidang kedua BPUPKI, Soekarno dalam pidatonya yang bertajuk “Lahirnya Pancasila” berkesempatan menyampaikan gagasannya mengenai konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia tepatnya pada 1 Juni 1945. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan ” Lahirnya Pancasila ” oleh mantan Ketua BPUPKI Dr.

  1. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI,
  2. Dalam pidatonya Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamai “Pancasila”.
  3. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.
  4. Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni Sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan. Berisi Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr.

AA Maramis, dan Achmad Soebardjo. Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sid a ng tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah. Itulah sekilas sejarah Hari Lahir Pancasila yang perlu untuk kita ingat.

Tapi tidak hanya untuk di ingat saja, Hari Lahir Pancasila juga merupakan momen untuk mengenang, menghormati, sekaligus menghargai perjuangan pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia, Kita sebagai generasi penerus bangsa harus dapat dapat memaknai Pancasila sebagai d asar n egara dan sebagai landasan berkeperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa yang digali dan ditetapkan oleh pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Dengan lahirnya lima sila tersebut, Pancasila dapat menyatukan masyarakat dengan segala perbedaan yang ada.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan perwujudan rasa cinta kepada Tanah Air sehingga dapat membangun bangsa dan negara yang lebih baik.

Mengapa di katakan teks Pancasila yang sah dan benar adalah rumusan tanggal 18 Agustus 1945?

Karena pancasila tersebut telah secara formal diresmikan oleh sidang PPKI tanggal 18 Agustus 2014. Hasil sidang PPKI tgl 18 Agustus 2014 : 1. Ditetapkannya Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2. Disahkannya pancasilaa sebagai dasar negara 3. KNIP sebagai pembantu presiden

Apa isi rumusan dasar negara dari Ir Soekarno?

Belajar Sejarah Perumusan Pancasila Muara Teweh | Pa-muarateweh.go.id Peristiwa Perumusan Pancasila diawali pembentukan Dokuritszo Tyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang disingkat BPUPKI) oleh Jepang pada tanggal 29 April 1945. Pancasila dirumuskan dalam sidang BPUPKI yang pertama dilaksanakan pada tanggal 29 Mei sampai dengan tanggal Juni 1945 Pada sidang pertama yang dibuka oleh ketua BPUPKI, Radjiman Wedyodiningrat pada pidato pembukaan sidang mengatakan bahwa untuk mendirikan Negara yang merdeka, maka dibutuhkan suatu dasar Negara.

  • Beberapa tokoh menyampaikan usulan rumusan Dasar Negara diantaranya adalah: Usulan Dasar Negara Moh.
  • Yamin (29 Mei 1945) yaitu 1.
  • Etuhanan Yang Maha Esa; 2.
  • Ebangsaan Persatuan Indinesia; 3.
  • Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab; 4.
  • Erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; 5.
See also:  Mengapa jakarta banjir setiap tahun?

Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Usulan Dasar Negara Soepomo (31 Mei 1945) yaitu 1. Persatuan (Unitarisme); 2. Kekeluargaan;3. Keseimbangan; 4. Musyawarah; 5. Keadilan Rakyat. Usulan Dasar Negara Ir. Soekarno (1 Juni 1945) yaitu 1. Kebangsaan Indonesia; 2.

  • Internasional atau Perikemanusiaan; 3.
  • Mufakat atau Demokrasi; 4.
  • Esejahteraan sosial; 5.
  • Etuhanan Yang Maha Esa.
  • Pancasila ditetapkan sebagai Dasar Negara.
  • Pancasila ditetapkan sebagai dasar Negara pada 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada sidang pengesahan UUD 1945.

Pada sidang ini PPKI mengesahkan UUD 1945 dimana terdapat rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara pada Alinea keempat pemukaan UUD 1945. (wwn)

Mengapa rumusan dasar negara Pancasila yang sah dan benar?

PORTAL PURWOKERTO – Rumusan Pancasila yang sah dan benar terdapat dalam alenia keempat pembukaan UUD 1945, Rumusan Pancasila yang sah dan benar terdapat dalam UUD 1945 ini wajid diamalkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Karena Pancasila merupakan lima dasar negara Indonesia, sebagai pandangan hidup yang sesuai dengan jati diri bangsa.

  1. Rumusan Pancasila yang sah dan benar yang bisa ditemukan dalam alenia keempat pembukaan UUD 1945,
  2. Selanjutnya berdasarkan pengertian pokok Pancasila tersebut, Pancasila berfungsi sebagai dasar yang statis dan fundamental, tuntunan yang dinamis dan ikatan yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia.
  3. Baca Juga: Alasan Mengapa Kita Harus Berbuat Baik Kepada Semua Makhluk Hidup Khususnya Kepada Tanaman, Tema 2 Kelas 3 Selain itu Pancasila juga memiliki fungsi yuridis ketatanegaraan yang merupakan fungsi pokok dan fungsi utama sebagai dasar negara, fungsi sosiologis dan fungsi etis dan filosofis.

Kedudukan hukum Pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai sumber dari segala sumber hukum negara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. Rumusan Pancasila yang sah dan benar dalam hubungannya dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Bagaimana rumusan Pancasila yang ada dalam alinea ke 4 UUD 1945?

Rumusan pancasila menurut UUD 1945 alinea ke 4 itu sesuai dengan yang kita kenal sekarang, karena telah mengalami perubahan pada sila yang ke, menjadi: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yangdipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.5.

Siapa yg pertama kali memberi nama Pancasila sebagai dasar negara?

Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakannya ‘Pancasila’.

Bagaimana rumusan Pancasila yang sah dan benar seperti dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4?

Pancasila merupakan ideologi bangsa dan negara Indonesia. Dalam kelima sila yang terdapat Pancasila, kita menemukan jati diri dan tujuan kita sebagai bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa kita telah berjuang untuk merumuskan kelima dasar hidup bangsa Indonesia, terutama dengan tetap menempatkan diri sebagai umat Allah yang Maha Pengasih.

  • Arena sifatnya yang amat penting, para pendiri bangsa menempatkan rumusan Pancasila dalam pembukaan dasar negara kita, yaitu Undang-undang Dasar 1945.
  • Berikut rumusan Pancasila yang sah dan benar sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya paragraf ke-4.
  • Emudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Contoh lain yang bisa kamu pelajari tentang rumusan Pancasila dapat kamu temukan pada halaman berikut: brainly.co.id/tugas/9914041 Simpulan: Rumusan Pancasila yang sah terdapat pada pembukaan Undang-undang Dasar 1945 pada alinea keempat.

Kelas: SMP Mata pelajaran: PPKn Kategori: Dasar negara Kata kunci: Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, UUD 1945, paragraf keempat,

Bagaimana bunyi Pancasila yang di sahkan PPKI?

Jakarta – Naskah Pancasila disahkan pada 18 Agustus 1945. Isi naskah Pancasila yang disahkan sama dengan yang digunakan sekarang adalah 1) Ketuhanan Yang Maha Esa, 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3) Persatuan Indonesia, 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan 5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

  • Pancasila merupakan falsafah dan dasar negara Republik Indonesia.
  • Ide, gagasan, serta kandungan Pancasila berisi kearifan lokal yang digali dari berbagai perspektif ilmu, termasuk sudut pandang budaya, seperti dikutip dari laman Universitas Padjadjaran (Unpad).
  • Perumusan naskah Pancasila semula dilakukan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI pertama tentang calon dasar negara pada 29 Mei-1 Juni 1945.
See also:  Tuliskan bunyi sila pertama yang tertulis di dalam piagam jakarta?

BPUPKI diketuai dr. Radjiman Wedyodiningrat, seperti dikutip dari buku Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Salah satu pengusul calon dasar negara dalam sidang BPUPKI adalah Soekarno yang berpidato pada 1 Juni 1945.

Hari itu, ia menyampaikan lima butir gagasan tentang dasar negara, cikal bakal naskah Proklamasi. Lima butir gagasan dasar negara dari Soekarno adalah 1) Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia, 2) Internasionalisme atau peri kemanusiaan, 3) Mufakat atau demokrasi, 4) Kesejahteraan sosial, 5) Ketuhanan yang berkebudayaan.

Berdasarkan catatan sejarah, kelima butur gagasan itu oleh Soekarno diberi nama Pancasila. Selanjutnya, Soekarno juga mengusulkan jika seandainya peserta sidang tidak menyukai angka 5, maka ia menawarkan angka 3 atau Trisila, yang terdiri atas 1) Sosio-Nasionalisme, 2) Sosio-Demokrasi, 3) Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ia juga menawarkan angka 1, yaitu Ekasila yang berisi asas Gotong-Royong. Setelah pidato Soekarno, sidang menerima usulan nama Pancasila bagi dasar filsafat negara (Philosofische grondslag) yang diusulkan oleh Soekarno. Kemudian, dibentuk panitia kecil berisi 8 orang, yakni Ki Bagus Hadi Kusumo, K.H. Wahid Hasyim, Muh.

Yamin, Sutarjo, A.A. Maramis, Otto Iskandar Dinata, dan Moh. Hatta yang bertugas menampung usul-usul seputar calon dasar negara. Sidang pertama BPUPKI ini lalu berhenti untuk sementara. Dalam sidang BPUPKI kedua pada 10-16 Juli 1945, disetujui naskah awal “Pembukaan Hukum Dasar” yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta.

Piagam Jakarta merupakan naskah awal pernyataan kemerdekaan Indonesia. Pada alinea ke-empat Piagam Jakarta itulah terdapat rumusan Pancasila dengan naskah Pancasila sebagai berikut: 1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.3. Persatuan Indonesia 4.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Naskah awal “Pembukaan Hukum Dasar” yang dijuluki “Piagam Jakarta” ini di kemudian hari dijadikan “Pembukaan” UUD 1945, dengan sejumlah perubahan.

Apa yang dimaksud Pancasila menurut Muhammad Yamin?

Beberapa pengertian Pancasila yang dikemukakan oleh para ahli : – Muhammad Yamin, Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.

-Ir. Soekarno, Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia. – Notonegoro, Pancasila adalah Dasar Falsafah Negara Indonesia.

Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan Pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan Ideologi negara yang diharapkan menjadi pendangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Teacher: Soebagio Boerhan

The course is designed as a project based learning, wherein students are required to compose a research proposal as a final project. The research proposal is a product of independent learning through a series of structured assignments from the choosing of a topic to the final draft of a research proposal.

Teacher: Kusuma Wijaya

This course offers students at an elementary level an opportunity to enhance their reading skills utilizing Extensive Reading method. Students are guided to read as many pages as possible without using dictionaries while the lecturer carefully monitors their reading behavior and gives advice and suggestions to improve their reading skills.

In this course, the emphasis is put on acquiring the skill to enjoy the contents without translation. Gradually shifting to the materials of higher levels, students will find themselves absorbing the contents without translating each word or sentence into English. Combined with other activities such as small group discussion, shadowing, presenting and writing book reports, students will develop general language competence, knowledge of vocabulary, prediction skills, as well as writing and speaking skills.

The main part of the class will be reading lab and student- lecturer consultations.

Teacher: Kusuma Wijaya

This course offers students at an elementary level an opportunity to enhance their reading skills utilizing Extensive Reading method. Students are guided to read as many pages as possible without using dictionaries while the lecturer carefully monitors their reading behavior and gives advice and suggestions to improve their reading skills.