Sampai kapan psbb jakarta berakhir?

sampai kapan psbb jakarta berakhir
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masa PSBB di Jakarta akan berakhir pada 23 April 2020. Seperti dilihat detikcom, Kepgub tersebut bernomor 380 tahun 2020.

  • Epgub tersebut ditandatangani Anies pada Kamis (9/4/2020).
  • Epgub tersebut menetapkan bahwa PSBB di DKI Jakarta dimulai pada tanggal 10 dan berakhir di 23 April 2020.
  • Berikut isi dari Kepgub tersebut: Kesatu: Menetapkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Selama 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal 10 April 2020 sampai dengan tanggal 23 April 2020.

Kedua: Masyarakat yang berdomisili/bertempat tinggal dan/atau melakukan aktivitas di wilayah Provinsi DKI Jakarta wajib mematuhi ketentuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19).

  1. Etiga: Pemberlakuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu dapat diperpanjang selama 14 (empat belas) hari berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
  2. Eempat: Keputusan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 10 April 2020.

(aik/aud)

Kapan masa PSBB di Jakarta berakhir?

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masa PSBB di Jakarta akan berakhir pada 23 April 2020. Seperti dilihat detikcom, Kepgub tersebut bernomor 380 tahun 2020.

Epgub tersebut ditandatangani Anies pada Kamis (9/4/2020). Kepgub tersebut menetapkan bahwa PSBB di DKI Jakarta dimulai pada tanggal 10 dan berakhir di 23 April 2020. Berikut isi dari Kepgub tersebut: Kesatu: Menetapkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Selama 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal 10 April 2020 sampai dengan tanggal 23 April 2020.

Kedua: Masyarakat yang berdomisili/bertempat tinggal dan/atau melakukan aktivitas di wilayah Provinsi DKI Jakarta wajib mematuhi ketentuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19).

  1. Etiga: Pemberlakuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu dapat diperpanjang selama 14 (empat belas) hari berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
  2. Eempat: Keputusan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 10 April 2020.
See also:  Sebutkan isi dari piagam jakarta yang disusun oleh panitia sembilan?

(aik/aud)

Kapan PSBB dimulai?

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masa PSBB di Jakarta akan berakhir pada 23 April 2020. Seperti dilihat detikcom, Kepgub tersebut bernomor 380 tahun 2020.

Epgub tersebut ditandatangani Anies pada Kamis (9/4/2020). Kepgub tersebut menetapkan bahwa PSBB di DKI Jakarta dimulai pada tanggal 10 dan berakhir di 23 April 2020. Berikut isi dari Kepgub tersebut: Kesatu: Menetapkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Selama 14 (empat belas) hari terhitung mulai tanggal 10 April 2020 sampai dengan tanggal 23 April 2020.

Kedua: Masyarakat yang berdomisili/bertempat tinggal dan/atau melakukan aktivitas di wilayah Provinsi DKI Jakarta wajib mematuhi ketentuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19).

  • Etiga: Pemberlakuan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu dapat diperpanjang selama 14 (empat belas) hari berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
  • Eempat: Keputusan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 10 April 2020.

(aik/aud)

Berapa lama pengetatan PSBB?

Jakarta – Pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) DKI Jakarta yang kembali diberlakukan secara ketat berakhir hari ini. Pengetatan PSBB DKI ini diberlakukan sejak 14 September 2020 dan sebelumnya telah diperpanjang. Pengetatan PSBB mulanya hanya diberlakukan selama 2 pekan, pada 14-27 September.

  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian memutuskan memperpanjangnya hingga 11 Oktober 2020 atau tepatnya hari ini dengan sejumlah pertimbangan.
  • Pertimbangan kala itu adalah masih meningkatnya grafik kasus COVID19 daerah penyangga DKI Jakarta.
  • Arena itu, penyelarasan langkah-langkah kebijakan harus dilakukan, sehingga pengetatan PSBB harus diperpanjang.
See also:  Mall yang sudah buka hari ini jakarta?

“Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan.

Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” kata Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020) lalu. Hari ini, sudah 4 pekan berlalu sejak pengetatan PSBB dilakukan. Namun, belum ada keputusan terkait apakah PSBB akan kembali diperpanjang atau dihentikan disampaikan ke masyarakat.

Pada 5 Oktober lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti, menyebut pihaknya masih mengkaji perihal perpanjangan PSBB. Apakah PSBB perlu diperpanjang atau tidak. “Lagi ditunggu, kan ada kajian. Kajiannya kan hari-harian sampai sepekan.

Pengkajian harian, kita laporkan mingguan di bahas di tim provinsi seminggu sekali, kecuali ada hal tertentu yang sangat emergency, tentunya bisa dipercepat. Jadi kita monitoring evaluasi, seminggu sekali minimal,” ujar Widyastuti saat ditemui di Balai Kota DKI. Pemprov DKI Jakarta pun telah membahas kelanjutan PSBB ketat pada Sabtu (10/10) kemarin.

Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi pelaksanaan PSBB selama ini. “Jam 11 siang ini kami ada rapat soal ini. Nanti (pengumumannya) sesudah itu. Tinggal finalisasi bahan komunikasinya,” kata Gubernur DKI Jakarta Baswedan di Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Anies, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait nasib PSBB di DKI. Anies juga mengaku telah mengevaluasi PSBB yang diperketat selama satu bulan terakhir, meski belum merinci. Dia mengatakan telah memiliki data-data tersebut, termasuk angka kepatuhan warga DKI terkait penerapan protokol kesehatan di PSBB.

“Nanti justru ketika kami menyampaikan pengumuman tentang status, kami akan tunjukkan datanya. Tentang efek PSBB selama empat minggu ini. Nanti kami tunjukkan apa langkah ke depan,” ujar Anies. Tonton juga ‘Hari Terakhir PSBB Ketat DKI, Bundaran HI Ramai Warga’:

Apakah perpanjangan otomatis PSB Jakarta akan dihentikan?

Jakarta – Pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) DKI Jakarta yang kembali diberlakukan secara ketat berakhir hari ini. Pengetatan PSBB DKI ini diberlakukan sejak 14 September 2020 dan sebelumnya telah diperpanjang. Pengetatan PSBB mulanya hanya diberlakukan selama 2 pekan, pada 14-27 September.

  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kemudian memutuskan memperpanjangnya hingga 11 Oktober 2020 atau tepatnya hari ini dengan sejumlah pertimbangan.
  • Pertimbangan kala itu adalah masih meningkatnya grafik kasus COVID19 daerah penyangga DKI Jakarta.
  • Arena itu, penyelarasan langkah-langkah kebijakan harus dilakukan, sehingga pengetatan PSBB harus diperpanjang.
See also:  Negara asean manakah yang memiliki luas wilayah seperti kota jakarta?

“Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan.

  • Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” kata Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020) lalu.
  • Hari ini, sudah 4 pekan berlalu sejak pengetatan PSBB dilakukan.
  • Namun, belum ada keputusan terkait apakah PSBB akan kembali diperpanjang atau dihentikan disampaikan ke masyarakat.

Pada 5 Oktober lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti, menyebut pihaknya masih mengkaji perihal perpanjangan PSBB. Apakah PSBB perlu diperpanjang atau tidak. “Lagi ditunggu, kan ada kajian. Kajiannya kan hari-harian sampai sepekan.

Pengkajian harian, kita laporkan mingguan di bahas di tim provinsi seminggu sekali, kecuali ada hal tertentu yang sangat emergency, tentunya bisa dipercepat. Jadi kita monitoring evaluasi, seminggu sekali minimal,” ujar Widyastuti saat ditemui di Balai Kota DKI. Pemprov DKI Jakarta pun telah membahas kelanjutan PSBB ketat pada Sabtu (10/10) kemarin.

Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi pelaksanaan PSBB selama ini. “Jam 11 siang ini kami ada rapat soal ini. Nanti (pengumumannya) sesudah itu. Tinggal finalisasi bahan komunikasinya,” kata Gubernur DKI Jakarta Baswedan di Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Anies, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait nasib PSBB di DKI. Anies juga mengaku telah mengevaluasi PSBB yang diperketat selama satu bulan terakhir, meski belum merinci. Dia mengatakan telah memiliki data-data tersebut, termasuk angka kepatuhan warga DKI terkait penerapan protokol kesehatan di PSBB.

“Nanti justru ketika kami menyampaikan pengumuman tentang status, kami akan tunjukkan datanya. Tentang efek PSBB selama empat minggu ini. Nanti kami tunjukkan apa langkah ke depan,” ujar Anies. Tonton juga ‘Hari Terakhir PSBB Ketat DKI, Bundaran HI Ramai Warga’: