Tempat wisata yang bagus di jakarta?

tempat wisata yang bagus di jakarta
1. Taman Margasatwa Ragunan – Rekomendasi tempat wisata di Jakarta yang pertama adalah Taman Margasatwa Ragunan. Taman Margasatwa Ragunan adalah salah satu rekomendasi tujuan wisata menarik yang terletak di Jakarta Selatan. Di dalam Taman Margasatwa Ragunan, kamu akan diajak melihat berbagai satwa.

  • Mulai dari spesies unggas, reptil, mamalia dan lain sebagainya.
  • Tidak hanya itu, untuk masuk dan menikmati keindahannya tidak perlu merogoh kocek dalam.
  • Tidak sampai Rp.10.000 kamu sudah bisa berkeliling sepuasnya di Taman Margasatwa Ragunan.
  • Di dalamnya terdapat Schmutzer, Pusat Primata terbesar di dunia kebanggaan Indonesia.

Berbagai jenis primata disini. Berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan adalah salah satu tujuan terbaik, terlebih jika mengajak anak kecil.

Tempat Malam itu apa?

Sinar laser menerangi ruang tarian di acara Gatecrasher di Sheffield, Inggris, Kelab malam adalah tempat hiburan dewasa yang buka pada waktu larut malam, Walaupun berupa kedai minuman, tetapi klub malam berbeda dengan bar atau diskotek karena dilengkapi ruang tarian dan layanan DJ yang memainkan musik dengan iringan tarian yang biasanya erotis,

Kenapa disebut Jakarta?

Jakarta merupakan salah satu kota – kota besar yang ada di Indonesia dan merupakan pusat metropolitan. Jakarta juga merupakan ibukota Indonesia dan pusat ekonomi kota terbesar di Indonesia. Kota Jakarta atau secara resmi bernama Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan satu – satunya kota yang memiliki status setingkat provinsi, berdirinya kota Jakarta pada tanggal 22 Juni 1957, secara geografis kota Jakarta terletak diantara posisi 612′ Lintang Selatan dan 10648′ Bujur Timur.

  1. Berdasarkan ketinggiannya, Jakarta terdiri dari dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 7 meter di atas permukaan laut.
  2. Dilihat berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1227 Tahun 1989, luas wilayah Provinsi DKI Jakarta adalah 7.659,02 km2, terdiri dari daratan seluas 661,52 km2, termasuk 110 pulau di Kepulauan Seribu, dan lautan seluas 6.997,50 km2.

Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif, yakni:

  1. Kotamadya Jakarta Pusat dengan luas 47,90 km2,
  2. Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2,
  3. Jakarta Barat dengan luas 126,15 km2,
  4. Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2, dan
  5. Kotamadya Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, serta
  6. Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dengan luas 11,81 km2.

Berikut merupakan Sejarah pembentukan kota Jakarta, ialah : 1. Sunda Kelapa (397-1527) pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kalapa dan berlokasi dimuara sungai ciliwung. dengan Ibukota kerajaan sunda yang bernama Dayeuh Pakuan Padjadjaran atau Pajajaran (sekarang Bogor).

sebutan sunda kelapa ini hanya bertahan dari 397 sampai 1527.2. Jayakarta (1527-1619) Masa selanjutnya, Bangsa Portugis merupakan Bangsa Eropa yang pertama datang ke Jakarta. Pada abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda meminta bantuan Portugis mendirikan benteng di Sunda Kelapa sebagai perlindungan dari kemungkinan serangan Cirebon yang akan memisahkan diri dari Kerajaan Sunda.

dengan isi pejanjian adalah memberikan Portugis kebebasan untuk berdagang melalui Pelabuhan Sunda Kelapa. Namun sebelum berdirinya benteng tersebut terlaksana, Cirebon yang dibantu Demak langsung menyerang pelabuhan tersebut. Penetapan hari jadi Jakarta tanggal 22 Juni oleh Sudiro, wali kota Jakarta, pada tahun 1956 adalah berdasarkan pendudukan Pelabuhan Sunda Kalapa oleh Fatahillah pada tahun 1527.

Fatahillah mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti “kota kemenangan”. Selanjutnya Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon, menyerahkan pemerintahan di Jayakarta kepada putranya yaitu Maulana Hasanuddin dari Banten yang menjadi sultan di Kesultanan Banten. Nama Jayakarta hanya bertahan dari tahun 1527 – 1619.3.

Batavia (1619-1942) Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad ke-16 atau sekitar tahun 1596 di Banten. Jayakarta dipimpin oleh Pangeran Jayakarta salah seorang kerabat Kesultanan Banten. Pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menduduki Jayakarta setelah mengalahkan pasukan Kesultanan Banten dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia dan bertahan dari tahun 1619 sampai 1942.

See also:  Pengesahan uud 45 yang mengalami perubahan dari piagan jakarta terjadi pada?

Adakah kerajaan di Jakarta?

Tamansari, Wartakotalive.com Berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta, dijamin tidak akan pernah rugi. Di tempat ini, kita bisa banyak tahu mengenai sejarah kota Jakarta, dari masa prasejarah hingga masa sekarang. Jika berada di salah satu ruangan dalam museum itu, yakni ruang koleksi masa klasik, Anda akan menemukan informasi bahwa Jakarta dulunya merupakan wilayah kekuasaan kerajaan.

  1. Dalam catatan sejarah, Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia, pernah menjadi wilayah kekuasaan dua kerajaan besar, yakni Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda.
  2. Arena itu, jejak perjalanan Jakarta tak bisa terlepas dari kedua kerajaan itu.
  3. Jejak pertama masa sejarah berasal dari abad 5 Masehi.

Berdasarkan penjelasan sejarah, pada masa itu, di Jakarta sudah terdapat bentuk masyarakat yang teratur dengan bentuk pemerintahannya bercorak kerajaan Hindu. Kerajaan pertama ini bernama Tarumanegara. Rajanya: Purnawarman. Prasasti yang mendukung keberadaan Tarumanegara telah ditemukan di kawasan Bogor, Jakarta dan Pandeglang.

Nyaris semua prasasti ditulis menggunakan huruf Pallawa dalam bentuk puisi berirama Anustubh (sajak) dan berbahasa sansekerta. Prasasti tersebut kini bisa disaksikan di ruang pamer koleksi masa klasik di Museum Sejarah Jakarta. Tak hanya itu. Selain prasasti, bukti kehadiran Kerajaan Tarumanegara juga banyak diperoleh dari sumber berita asing yang pernah berkunjung ke kerajaan ini.

Berita pertama berasal dari Fahsien, ulama beragama Buddha yang terdampar di Tarumanegara pada tahun 414 Masehi. Saat itu, ia hendak pulang ke Cina dari perlawatannya tempat suci agama Buddha di India. Berita lain berasal dari Dinasti Soui yang menyebutkan pada 528 Masehi, 535 Masehi, 666 Masehi, ada utusan Tolomo datang ke negeri Cina.

Menurut Ir. JL Moens, yang dimaksud dengan Tolomo ialah Taruma. Akhir kekuasaan Kerajaan Tarumanegara diperkirakan pada abad ke-7, karena sejak saat itu tidak ada berita-berita yang bisa dihubungkan dengannya. Sekitar 900 tahun kemudian atau awal abad 16 Masehi, kawasan yang kini bernama Jakarta kembali muncul dalam literatur sejarah.

Pengelana asal Portugis, Tome Pires yang datang ke kawasan ini sekitar tahun 1512-1515, menyebutkan bahwa Calapa (Sunda Kelapa) merupakan pelabuhan yang ramai dan merupakan salah satu dari enam pelabuhan besar Kerajaan Qumda (Sunda). Lima pelabuhan lainnya adalah Bantam (Banten), Pomdam (Pontang), Chequede (Cigede), Tamgaram (Tangerang) dan Chimano (Cimanuk).

Pires juga melaporkan bahwa ibukota Kerajaan Sunda yang disebut “Dayo” (dayeuh) dapat ditempuh dalam dua hari perjalanan dari Calapa. Lokasi dayeuh yang dimaksud diyakini berada di wilayah Bogor. Apabila mengacu kepada prasasti Batutulis (1133 M), maka diprediksi Kerajaan Sunda sudah ada sejak abad 12.

Selain berupa prasasti dan catatan dari para nara sumber asing, pengaruh budaya India di Jakarta juga tampak pada bidang seni pahat, dengan bukti ditemukannya beberapa buah patung Wisnu Cibuaya 1 dan 2, patung Wisnu yang ditemukan di daerah Cikini, patung Ganesha di Mampang Prapatan, Durga Kali ditemukan di Tanjung Priok dan Rajarsi yang juga ditemukan di wilayah Jakarta.

See also:  Jakarta merupakan wilayah yang memiliki curah hujan tertinggi di indonesia?

Apa sejarah kota Jakarta?

1. Kota Pelabuhan – Sejarah Jakarta bermula dari kawasan pelabuhan Sunda Kelapa yang sibuk. Pada 22 Juni 1527, Pangeran Fatahillah datang dan mendirikan Kota Jayakarta untuk mengganti Sunda Kelapa. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai peristiwa berdirinya Kota Jakarta, seperti dikutip dari laman Pemprov DKI Jakarta.

Apakah Jakarta pernah dijajah Belanda?

tempat wisata yang bagus di jakarta Photo by ekoherwantoro on Unsplash Sebelum bernama Jakarta, ibu kota Indonesia ini sempat berganti nama hingga 13 kali. Bobo.id – Daerah Khusus Ibu kota Jakarta, atau yang juga disebut sebagai Jakarta adalah ibukota Indonesia. Tahukah teman-teman? Dulunya Jakarta adalah sebuah kota pelabuhan yang berada di daerah muara Sungai Ciliwung, lo.

  • Selain itu, sebelum ibu kota Indonesia ini bernama DKI Jakarta atau Jakarta, ternyata Jakarta sudah pernah 13 kali berganti nama.
  • Apakah teman-teman tahu apa saja nama Kota Jakarta sebelum menggunakan namanya saat ini? Ketahui apa saja nama Kota Jakarta sebelumnya, yuk! Baca Juga: Dari Menteng hingga Gandaria, Ini Nama Buah yang Dijadikan Nama Wilayah di Jakarta! Kamu Tinggal di Salah Satu Wilayahnya? 1.

Sunda Kelapa Pada abad ke-14 ketika menjadi daerah kekuasaan Pakuan Pajajaran yang berpusat di Bogor, kota pelabuhan ini dikenal dengan sebutan Sunda Kelapa oleh bangsa Eropa. Nah, pada 21 Agustus 1522, bangsa Portugis menjalin perjanjian dengan Kerajaan Pakuan Pajajaran untuk membangun perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng.2.

Jayakarta Perjanjian persahabatan antara Kerajaan Pakuan Pajajaran dan Portugis membuat Kesultanan Demak serta Kesultanan Cirebon tersinggung. Maka pada 22 Juni 1527, pasukan gabungan Demak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah menyerbu Portugis untuk menguasai Sunda Kelapa. Peristiwa 22 Juni ini yang kemudian dirayakan sebagai hari ulang tahun Jakarta setiap tahunnya.

See also:  Kota jakarta penulisan yang benar?

Nama Sunda Kelapa kemudian diganti menjadi Jayakarta oleh Fatahillah, yang artinya kota kejayaan.3. Stad Batavia Pada 30 Mei 1619, Jayakarta ditaklukkan oleh Belanda di bawah pimpinan Jan Pieterzoon Coen. Akibatnya, Kota Jayakarta dimusnahkan dan di atas puing-puingnya didirikan kota baru yang diberi nama Batavia, yang disebut sebagai Stad Batavia oleh Belanda.4.

Gemeente Batavia Setelah pemerintah Belanda membentuk Stad Batavia pada 4 Maret 1621, pemerintah Kolonial Belanda kembali mengubah namanya. Nama Stad Batavia diubah pada 1 April 1905 oleh pemerintah Kolonial belanda menjadi Gemeente Batavia atau Kotamadya Batavia.5. Stad Gemeente Batavia Pemerintah Kolonial Belanda kembali mengubah nama Kota Jakarta, nih, teman-teman.

Kali ini, pemerintah Kolonial belanda mengubah nama Gemeente Batavia menjadi Stad Gemeente Batavia pada 8 Januari 1935. Baca Juga: Jangan Salah Lagi, Ini 5 Kesalahan Menggunakan Setrika yang Bikin Pakaian Tetap Kusut 6. Jakarta Toko Betsu Shi Nama Stad Gemeente Batavia kemudian berubah lagi pada masa penjajahan Jepang.

Adblock
detector