Tugu yang ada di jakarta?

tugu yang ada di jakarta

  • Patung Pahlawan/ Tugu Tani.
  • Patung Dirgantara/Patung Pancoran.
  • Monumen Selamat Datang.
  • Patung Pemuda Membangun.
  • Patung Jenderal Sudirman.
  • Patung Kuda Arjuna Wijaya.

Di manakah kita dapat melihat Tugu Pancoran?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Monumen Patung Dirgantara atau lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran adalah salah satu monumen patung yang terdapat di Jakarta, Letak monumen ini berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Tepat di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara,

  • Posisinya yang strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma,
  • Ide pertama pembuatan patung adalah dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuat sebuah patung mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan.

Patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa

Siapa pendesain Tugu Tani?

Patung ini dibuat oleh dua pematung Rusia kenamaan, Matvey Manizer dan Ossip Manizer, sebagai hadiah dari pemerintah Uni Soviet atas persahabatannya dengan Indonesia.

Berapa monumen di Jakarta?

Sejarah Berdirinya 5 Monumen di Jakarta.

Patung Pancoran lambang apa?

Selasa, 11 April 2017 16:52 WIB – Patung Dirgantara atau lebih dikenal sebagai Patung Pancoran di Jakarta karya Edhi Sunarso, Jakarta. TEMPO/Dian Triyuli Handoko TEMPO.CO, Jakarta – Apakah makna dibalik Patung Pancoran yang fotonya tengah menjadi viral di media sosial itu? Patung Dirgantara, demikian nama asli Patung Pancoran, adalah karya Edhi Sunarso yang meninggal pada 4 Januari 2016, pada usia 84 tahun di Jogja International Hospital karena infeksi pernapasan akut.

  1. Anggota veteran RI itu meninggalkan lima anak dan sebelas cucu.
  2. Patung Pancoran dibuat pada masa Presiden Sukarno.
  3. Baca: Patung Pancoran, Monumen Dirgantara Yang Diprakarsai,
  4. Menurut Satya Rasa Sunarso, anak Edhi, patung Pancoran itu menggambarkan cita-cita Angkatan Udara.
  5. Capailah cita-citamu setinggi langit,” kata dia.

Dalam wikipedia disebutkan patung ini menggambarkan manusia angkasa, yang berarti menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa Empu Ageng adalah julukan Edhi. Dia juga guru besar di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

  • Arena itu, dia dimakamkan di pemakaman seniman, di Imogiri, Bantul.
  • Seniman Yogyakarta, Godod Sutejo, menyatakan sosok Edhi menjadi panutan para seniman.
  • Ia menjadi idola,” katanya.
  • Godod pun mengingat pesan Edhi.
  • Jika ingin berkarya, tidak usah memikirkan yang lain.
  • Harus menurut kemauan, pasti ada jalan.

“Kerjalah semaksimal mungkin, pasti ada jalan,” kata dia. Patung diorama di Museum Jogja Kembali juga karya Edhi. “Kami punya 10 diorama, yang ukurannya life size. Sama seperti ukuran patung di Lubang Buaya,” kata Benny Sugito, Kepala Bagian Operasional Museum Jogja Kembali.

Djaduk Feriyanto pun menilai Edhi adalah bapak seniman dan guru yang sangat baik dalam seni apa pun.”Saya juga pernah diajar beliau,” katanya. Menurut Djaduk, Edhi selalu memberi inspirasi bagi seniman. Nilai-nilai nasionalismenya sangat lekat.”Hampir semua jurusan patung diajak proyek mematung bersamanya,” tuturnya.

MUH SYAIFULLAH ( Yogyakarta )

Kenapa Patung Pancoran menunjuk ke arah utara?

Liputan6.com, Jakarta Apabila Anda sering melewati jalan raya pancoran, Anda pasti tidak asing dengan kehadiran patung yang satu ini. Patung Dirgantara atau yang lebih dikenal dengan nama Patung Pancoran merupakan salah satu patung yang menjadi landmark atau simbol penanda kota di Jakarta yang terkenal.

  • Patung Pancoran di bangun pada masa pemerintahan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir.
  • Soekarno, patung ini memiliki tinggi 11 meter dengan tinggi kaki patung mencapai 27 meter.
  • Patung yang dirancang oleh pematung asal Yogyakarta bernama Edhi Sunarso ini dibangun atas permintaan Bung Karno dengan menghabiskan biaya Rp 12 juta.

Satu hal menarik dan selalu menjadi misteri dari patung ini adalah mengenai arah acungan tangan dari Patung Pancoran ini. Banyak spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai kemana arah sebenarnya Patung Pancoran ini menunjuk. Konon dikabarkan bahwa Patung Pancoran menunjuk ke tempat rahasia dimana Bung Karno meletakkan harta kekayaannya.

  1. Abar lain juga menceritakan bahwa patung ini menghadap ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa Indonesia selama di jajah Belanda.
  2. Akan tetapi ternyata, seperti dilansir dari jakarta.go.id pada Rabu (1/4/2015), tangan patung ini sebenarnya menunjuk ke arah utara tempat Bandar Udara Internasional Kemayoran berada.

Bandar Udara Internasional Kemayoran merupakan bandara internasional pertama yang dimiliki Jakarta. Bandar Udara tersebut berfungsi melayani seluruh rute penerbangan domestik dan internasional pada masanya, sebelum akhirnya dipindah ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Selain menunjuk ke arah utara, patung ini juga dibangun di depan kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara. Posisinya juga sangat strategis karena merupakan monumen penyambut bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Lebih lanjut, Patung Dirgantara dibangun dengan maksud untuk menunjukkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat jujur, berani dan bersemangat.

Apa fungsi dari Patung Pancoran?

PATUNG PANCORAN, Hari ini, bisa jadi tak banyak orang yang tahu bahwa nama asli patung ini adalah Patung Dirgantara, Fungsinya sebagai “gerbang” Bandara Halim Perdanakusuma pun sepertinya sudah tak lagi kelihatan. Kaitan erat patung tersebut dengan visi besar Soekarno soal dunia kedirgantaraan Indonesia makin redup pula gaungnya.

  • Ini, peluang untuk menghidupkan lagi seluruh rerangkaian kisah dan asa kedirgantaraan Indonesia menyeruak lagi, yaitu lewat proyek pesawat R80 yang diinisiasi BJ Habibie,
  • Bagaimana ceritanya? “Butuh waktu 30 tahun untuk melahirkan satu generasi dirgantara yang benar-benar bisa merancang dan membuat sendiri sebuah pesawat.
See also:  Apa nama pelabuhan yang berada di jakarta?

Tak hanya membuat, tapi juga memiliki industri pesawat,” ujar Deputi Direktur Keuangan Urusan Pendanaan PT Regio Aviasi Industri (RAI) Desra Firza Ghazfan, saat berbincang dengan Kompas.com lewat saluran telepon, akhir Agustus 2017. (Baca juga: Melihat Lebih Dekat Pesawat R80 Rancangan BJ Habibie ) Salah, kata Desra, bila sosok BJ Habibie dilekatkan dengan kepemimpinan Soeharto dan Orde Baru.

  • Menurut dia, Habibie adalah salah satu saja dari angkatan pertama generasi dirgantara yang dikirimkan Soekarno ke berbagai negara untuk belajar membuat pesawat.
  • Pengiriman pelajar-pelajar Indonesia ke luar negeri terkait teknologi dirgantara sudah dimulai pada 1950-an.
  • Baru pada 1980-an, kita benar-benar bisa membuat sendiri pesawat terbang (dalam skala ekonomi),” ujar Desra.

Namun, perjalanan panjang mencetak generasi dirgantara yang bisa membuat sendiri pesawat terbang tersebut kandas sejalan dengan hantaman krisis moneter pada 1997-1998. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Pesawat N250 buatan BJ Habibie, di pabrik PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (14/2/2014). Pesawat N-250 yang sudah jadi pun teronggok beku di hanggar PT Dirgantara Indonesia. Penerusnya pun, pesawat bermesin jet dan berbadan lebar N-2130, tinggal rencana di atas kertas.

Patung Dirgantara Visi Soekarno soal kedirgantaraan juga masih meninggalkan jejak nyata berupa Patung Dirgantara alias Patung Pancoran tadi. Peristiwa Gerakan 30 September pada 1965 mewarnai sejarah patung ini, berimbas pada pembuatan yang disebut tak tuntas. Soekarno memerintahkan pembuatan Patung Dirgantara pada 1964.

Sang pematung, Edhi Sunarso, sempat janjian dengan Soekarno pada 30 September 1965 di Istana Negara. Janji ketemu tak pernah berwujud meski Edhi sudah menanti selama berjam-jam. Baca juga: Mengapa Pesawat Rancangan BJ Habibie R80 Gunakan Mesin Baling-baling? Pada hari itu, Soekarno berada di luar kota dan sekembali ke Jakarta pun tak pulang ke Istana Negara.

Apa patung terbesar di Indonesia?

1. Garuda Wisnu Kencana, Bali – Patung tertinggi di Indonesia yang pertama yaitu Garuda Wisnu Kencana (GWK) dengan ketinggian 121 meter dan sayap yang melebar 64 meter. Patung ini merupakan perwujudan dari Dewa Wisnu sedang mengendarai burung garuda, Maka dari itu, patung ini bernama Garuda Wisnu Kencanya.

Letak patung ini ada di Bukit Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Patung digagas oleh I Nyoman Nuarta ini dibangun selama 28 tahun. Di kurun waktu tersebut, pembangunan GWK sempat terhenti saat krisis moneter di tahun 1998. Pembangunan tersebut juga sempat mengalami kendala karena sebagian besar pemuka agama Hinda di Bali menolak patung besar ini.

Mereka menganggap bahwa patung ini bisa mengganggu keseimbangan spiritual pulau Bali dan kurang etis untuk tempat wisata. Walaupun demikian pembangaun tetap dilanjutkan hingga akhirnya masyarakat Bali beranggapan bahwa kehadiran GWK bisa membuat semakin banyak orang yang datang ke daerah mereka.

Apa bunyi plakat pada Tugu Tani?

Diresmikan Presiden Soekarno tahun 1963, dengan menempelkan plakat pada vootstuk-nya berbunyi ‘Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar’.

Berapa tinggi patung Tugu Tani?

Sejarah Berdirinya Patung Tugu Tani – Patung Tugu Tani memiliki tinggi 11 meter yang berdiri di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Patung ini bernama Monumen Pahlawan, namun lebih populer dengan nama Patung Tugu Tani hingga hari ini. Patung perunggu ini dibuat oleh dua pematung Rusia atas permintaan Soekarno, dan diangkut ke Indonesia menggunakan kapal laut pada tahun 1963.

Narasi seputar Monumen Pahlawan atau Patung Tugu Tani tersebut tersaji lengkap dalam Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional #: POROS, yang digelar Galeri Nasional. Pameran virtual ini menghadirkan potret-potret patung secara mendetail dan dari berbagai sudut pandang. Termasuk, menyertakan narasi sejarah hingga informasi-informasi spesifik mengenai puluhan seni rupa monumen dan relief yang ada di ruang-ruang publik Kota Jakarta, serta ada juga monumen di sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Ada Monumen Selamat Datang di Bundaran HI, yang dibuat dalam rangka persiapan Asian Games di Jakarta tahun 1962. Monumen dibuat oleh Edhi Sunarso bersama tim Pematung keluarga Arca Yogyakarta, namun dengan kontribusi Henk Ngantung hingga Soekarno pada ide awalnya.

Baca juga: Malas Mudik? Ini Dia Tujuh Destinasi Seru Di Jabodetabek Patung yang menjulang hingga 17 meter ini menangkap rupa pemuda dan pemudi, yang memberi ucapan selamat datang bagi para tamu negara. Kenapa Monumen Selamat Datang diposisikan di Bundaran HI? Karena di masa itu jalan ini merupakan pintu gerbang masuk kota Jakarta, sekaligus gerbang menuju gelanggang olahraga, tempat berlangsungnya kompetisi.

See also:  Apa perbedaan rumusan dasar negara dalam piagam jakarta?

Di samping itu, di lokasi ini berdiri Hotel Indonesia, yang dijadikan sebagai penginapan para tamu negara. Agak ke selatan, tepatnya di Bundaran Air Mancur Senayan, adalah Patung Pemuda Membangun yang dibuat pada tahun 1971. Monumen setinggi 24 meter ini dibuat oleh seniman Munir Pamuncak dan Imam Supardi.

  1. Patung Pemuda Membangun menggambarkan figur pemuda gagah dan kuat yang sedang menjunjung obor, simbolisasi atas semangat pembangunan yang tidak pernah mati, dalam konteks pencanangan program Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I.
  2. Dan pesannya adalah, pemuda hendaknya mengambil peran aktif dalam pembangunan tersebut.

Baca juga: Puluhan Situs Rusak Akibat Invasi Rusia Ada banyak lagi monumen-monumen patung ataupun relief yang ada di penjuru Jakarta yang dihadirkan dalam pameran Galeri Nasional kali ini. Monumen Pahlawan Proklamator Soekarno-Hatta di Taman Proklamasi, Monumen Dirgantara di Pancoran, Monumen Perjuangan Senen, monumen Ikatan di depan Kompleks DPR/MPR/DPD RI, Patung Jenderal Sudirman di Dukuh Atas, Relief di eks.

Dibuat dari negara manakah Patung Tugu Tani?

Bisnis.com, JAKARTA-Tugu Tani merupakan nama patung dan sekaligus kawasan di wilayah kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Patung seorang petani sedang berdiri lengkap dengan capingnya, dan istrinya yang tampak memberikan makanan, itu berada di taman segitiga Menteng.

  1. Menurut Zaenuddin HM, dalam buku karyanya berjudul “212 Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe,” setebal 377 halaman diterbitkan Ufuk Press pada 2012, patung itu dibuat oleh pematung kenamaan Rusia bernama Matvel Manizer dan Otto Manizer.
  2. Pemerintah Uni Soviet, pada masa itu, menghadiahkan patung tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia sebagai manifestasi dari persahabatan kedua negara.

Patung dibuat di Uni Soviet dengan bahan dari perunggu yang kemudian didatangkan ke Jakarta dengan menggunakan kapal laut. Diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1963 dengan menempelkan plakat pada voetstuk berbunyi “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar.” Alasan penempatan patung pahlawan di taman segitiga Menteng karen tempatnya yang luas, memenuhi syarat untuk sebuah patung yang besar ditempatkan.

Patung Pancoran itu siapa?

JAKARTA,KOMPAS.com – Sosok patung lelaki berotot kekar dengan tangan terulur ke depan terlihat jelas ketika pengendara melintasi jembatan layang di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Patung yang menjulang setinggi 11 meter dengan tiang penyangga menjulang 27 meter tersebut, menjadi pemandangan yang sejenak mengalihkan perhatian dari sesaknya jalanan di kawasan ini.

  • Orang-orang biasa menyebut patung yang bernama “Dirgantara” ini dengan sebutan Patung Pancoran,
  • Baca juga: Mengenal Makna dan Keunikan 5 Patung di Area Monas Patung ini dibuat pada masa pemerintahan Presiden Soekarno oleh salah satu pematung handal Indonesia asal Jogjakarta.
  • Edhi Sunarso adalah sosok pematung yang mengerjakan patung tersebut dalam rentan waktu 1964-1965.

Patung ini dibangun untuk menunjukkan kekuatan, kepemimpinan, dan kemegahan Indonesia di udara, di dirgantara.

Apa fungsi dari Patung Pancoran?

PATUNG PANCORAN, Hari ini, bisa jadi tak banyak orang yang tahu bahwa nama asli patung ini adalah Patung Dirgantara, Fungsinya sebagai “gerbang” Bandara Halim Perdanakusuma pun sepertinya sudah tak lagi kelihatan. Kaitan erat patung tersebut dengan visi besar Soekarno soal dunia kedirgantaraan Indonesia makin redup pula gaungnya.

Kini, peluang untuk menghidupkan lagi seluruh rerangkaian kisah dan asa kedirgantaraan Indonesia menyeruak lagi, yaitu lewat proyek pesawat R80 yang diinisiasi BJ Habibie, Bagaimana ceritanya? “Butuh waktu 30 tahun untuk melahirkan satu generasi dirgantara yang benar-benar bisa merancang dan membuat sendiri sebuah pesawat.

Monumen/Tugu Yang ada di DKI Jakarta/ PLBJ

Tak hanya membuat, tapi juga memiliki industri pesawat,” ujar Deputi Direktur Keuangan Urusan Pendanaan PT Regio Aviasi Industri (RAI) Desra Firza Ghazfan, saat berbincang dengan Kompas.com lewat saluran telepon, akhir Agustus 2017. (Baca juga: Melihat Lebih Dekat Pesawat R80 Rancangan BJ Habibie ) Salah, kata Desra, bila sosok BJ Habibie dilekatkan dengan kepemimpinan Soeharto dan Orde Baru.

  • Menurut dia, Habibie adalah salah satu saja dari angkatan pertama generasi dirgantara yang dikirimkan Soekarno ke berbagai negara untuk belajar membuat pesawat.
  • Pengiriman pelajar-pelajar Indonesia ke luar negeri terkait teknologi dirgantara sudah dimulai pada 1950-an.
  • Baru pada 1980-an, kita benar-benar bisa membuat sendiri pesawat terbang (dalam skala ekonomi),” ujar Desra.

Namun, perjalanan panjang mencetak generasi dirgantara yang bisa membuat sendiri pesawat terbang tersebut kandas sejalan dengan hantaman krisis moneter pada 1997-1998. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Pesawat N250 buatan BJ Habibie, di pabrik PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (14/2/2014). Pesawat N-250 yang sudah jadi pun teronggok beku di hanggar PT Dirgantara Indonesia. Penerusnya pun, pesawat bermesin jet dan berbadan lebar N-2130, tinggal rencana di atas kertas.

  • Patung Dirgantara Visi Soekarno soal kedirgantaraan juga masih meninggalkan jejak nyata berupa Patung Dirgantara alias Patung Pancoran tadi.
  • Peristiwa Gerakan 30 September pada 1965 mewarnai sejarah patung ini, berimbas pada pembuatan yang disebut tak tuntas.
  • Soekarno memerintahkan pembuatan Patung Dirgantara pada 1964.

Sang pematung, Edhi Sunarso, sempat janjian dengan Soekarno pada 30 September 1965 di Istana Negara. Janji ketemu tak pernah berwujud meski Edhi sudah menanti selama berjam-jam. Baca juga: Mengapa Pesawat Rancangan BJ Habibie R80 Gunakan Mesin Baling-baling? Pada hari itu, Soekarno berada di luar kota dan sekembali ke Jakarta pun tak pulang ke Istana Negara.

See also:  Upacara adat yang dilakukan oleh suku asli dki jakarta adalah?

Patung Dirgantara terbuat dari apa?

JAKARTA, KOMPAS.com – Padatnya jalanan dan bunyi klakson yang bersahut-sahutan menjadi kondisi sehari-hari di simpang Pancoran, Jakarta Selatan. Proyek pembangunan infrastruktur menambah sesak kawasan tersebut. Patung setinggi 11 meter dengan tiang penyangga 27 meter menjadi saksi bisu sesaknya jalanan di sana.

Mungkin, tak banyak orang mengetahui nama asli patung tersebut. Kebanyakan orang menyebutnya Patung Pancoran. Padahal, nama aslinya adalah Patung Dirgantara, “Disebut Patung Pancoran karena nama daerahnya Pancoran. Namanya penduduk, lebih gampang menyebut Patung Pancoran,” ujar Sukardi, konservator dari Pusat Konservasi Cagar Budaya DKI Jakarta kepada Kompas.com, Senin (28/5/2018).

Baca juga: Patung Pancoran, Visi Dirgantara, dan Proyek R80 Habibie (Bagian I) Visi dirgantara Soekarno Pembuatan Patung Dirgantara pada 1964-1965 berkaitan erat dengan visi Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno soal dunia kedirgantaraan Indonesia.

  1. Soekarno meminta sang pematung, Edhi Sunarso, membuat Patung Dirgantara untuk menghormati para pahlawan penerbang Indonesia.
  2. Ita memang belum bisa membuat pesawat terbang, tetapi kita punya pahlawan kedirgantaraan Indonesia yang gagah berani.
  3. Alau Amerika dan Soviet bisa membanggakan dirinya karena punya industri pesawat, kita juga harus punya kebanggaan,” ujar Soekarno kepada Edhi tahun 1964.

Ucapan Soekarno kepada Edhi itu ditulis dalam buku Konservasi Patung Dirgantara yang diterbitkan Pusat Konservasi Cagar Budaya DKI Jakarta pada 2015. Edhi yang menyanggupi permintaan itu kemudian membuat dan mempresentasikan rancangan patung yang akan dibuatnya kepada Soekarno.

  1. Patung Dirgantara rancangan Edhi menampilkan figur seorang lelaki berotot dengan sehelai kain terjuntai di bagian bahu yang seolah tertiup angin.
  2. Ekspresi wajahnya keras, mulut mengatup, dan tatapan mata tajam menatap lurus ke depan.
  3. Gestur tubuhnya digambarkan melaju dan akan melesat menuju angkasa.
  4. Soekarno menyetujui rancangan patung tersebut.

Namun, saat Edhi ingin menambah pesawat yang digenggam sosok tersebut, Soekarno menolaknya karena pesawat itu seperti mainan anak-anak. “Yang ingin dibangun oleh Pak Soekarno itu bukan fisik si pesawat, tapi justru ingin mengekspresikan jiwa-jiwa bangsa kita,” kata Sukardi. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Patung Dirgantara di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2015). Patung dari bahan perunggu dengan bobot 11 ton tersebut dirancang Edhi Sunarso tahun 1964. Uang pribadi Soekarno Pembuatan Patung Dirgantara melibatkan keluarga Arca Yogyakarta, perusahaan Pengecoran Patung Perunggu Artistik Dekoratif Yogyakarta pimpinan I Gardono, dan PN Hutama Karya dengan Soetami sebagai artitek pelaksana.

Tugu Pancoran tahun berapa?

Monumen Dirgantara atau ang populer disebut Patung Pancoran atau Tugu Pancoran. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI) Jakarta, CNN Indonesia – Hari ini musisi kesayangan Indonesia, Iwan Fals, berulang tahun yang ke-59. Sepanjang hayatnya, karya-karya pria bernama asli Virgiawan Listanto ini telah menggugah hati banyak orang dari beragam kalangan.

  • ‘Bento’ ialah karyanya yang bisa dibilang fenomenal, kadang dinyanyikan dalam suasana santai di bar, kadang digemakan sebagai lagu perjuangan saat demo.
  • Memaknai lagu-lagu Iwan Fals bukan sekadar hitam dan putih.
  • Namun jika rajin membaca tiap bait syair lagunya, ayah dari almarhum musisi muda Galang Rambu Anarki ini seperti punya kenangan tersendiri tentang suatu tempat pada masanya.

“Si Budi kecil kuyup menggigil Menahan dingin tanpa jas hujan Di simpang jalan Tugu Pancoran Tunggu pembeli jajakan koran” Membaca lirik lagu bertajuk ‘Sore di Tugu Pancoran’ seakan mengajak romantisme ke arah simpang jalanan di Tugu Pancoran yang semakin ruwet dan macet.

Walau di sampingnya telah dibangun banyak gedung perkantoran dan apartemen seharga miliaran rupiah, namun rakyat kecil yang mencari makan lewat berjualan koran, seperti Si Budi Kecil, masih ada. Tugu Pancoran sejatinya ialah Monumen Patung Dirgantara atau yang populer disebut Patung Pancoran. Lokasinya di seberang Wisma Aldiron Dirgantara, yang dulunya merupakan Markas Besar TNI Angkatan Udara.

Patung berupa pemuda yang sedang menunjuk ke depan ini bisa dilihat oleh orang-orang yang baru datang ke Jakarta setelah mendarat dari Bandara Halim Perdanakusuma. Pematung Edhi Sunarso yang sekaligus sahabat Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno, diberi keistimewaan untuk merancang patung ini pada tahun 1964-1965, dengan bantuan dari Keluarga Arca Yogyakarta.

Bung Karno memberi mandat kepada Edhi Sunarso untuk merancang patung dengan tema keperkasaan, karena saat itu Indonesia sedang mengembangkan sektor dirgantaranya. Kartika Desma, salah satu pemandu Jakarta Good Guide, mengatakan kalau Bung Karno ingin pemuda dan pemudi Indonesia bisa seperkasa Yuri Gargarin, astronout Rusia, dalam hal kedirgantaraan.

“Bung Karno sampai menjual salah satu mobil pribadinya untuk membantu Edhi Sunarso memasang Tugu Pancoran di Jakarta,” kata Kartika dalam tur virtual yang diselenggarakan oleh Jakarta Good Guide pada Mei kemarin. Foto udara lalu lintas kendaraan di tol dalam kota kawasan Pancoran, Jakarta, MInggu (12/4/2020). Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari dimulai pada 10 April hingga 23 April 2020.


<div class=

Adblock
detector