Tugu yang menjadi ikon kota jakarta yaitu?

tugu yang menjadi ikon kota jakarta yaitu
Monas atau Monumen Nasional dikenal sebagai salah satu ikon Kota Jakarta. Dirancang oleh arsitek kenamaan Indonesia, Soedarsono, dan Prof. Dr. Ir. Roosseno sebagai penasihat konstruksi, arsitektur Monas mengandung banyak lambang khas budaya Indonesia seperti bentuk tugu yang menjulang tinggi melambangkan lingga dan pelataran cawan yang memiliki arti yoni. Selanjutnya ada Monumen Selamat Datang yang berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Jelang pelaksanaan Asian Games 1962 di Jakarta, Indonesia pun bersolek untuk menyambut para tamu undangan. Salah satu landmark yang dibangun di Ibu Kota saat itu adalah Monumen Selamat Datang yang dirancang oleh Henk Ngantung yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada saat itu. Proses pembuatan monumen ini pun dipimpin oleh pematung kebanggaan Indonesia yakni Edhi Sunarso dengan waktu pembuatan mencapai 1 tahun. Monumen Selamat Datang pun kemudian diresmikan Presiden Soekarno pada tahun 1962. Dok iStock.

Sukarno. Hanya saja setelah Sukarno tidak lagi berkuasa pada 1967, pembangunan Monas mengalami kelesuan bahkan sempat terhenti. Selain karena unsur politik, anggarannya pun semakin menipis. Baru pada 1969 pembangunan Monas mulai dilanjutkan kembali. Pembangunan tersebut terdapat dalam Kepres No.314 Tahun 1969 yang diketuai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Monumen Nasional diresmikan tahun 1975. Teknik pembuatan Monas juga mengikuti angka kemerdekaan yaitu 17-08-1945. Tinggi Monumen Nasional ini mencapai 132 meter dan berdiri di atas tanah seluas 80 hektar. Tujuan didirikannya tugu adalah untuk memperingati dan mengabadikan nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia serta membangun semangat juang Indonesia.

Tugu Monas memiliki emas lapisan seberat 32 kg. Penyumbang emas yang ada di Tugu Monas Jakarta ini adalah Teuku Markam yang berasal dari Desa Alue Caplie, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara. Sejarah Tugu Monas Jakarta juga melambangkan lidah api yang menyala dan tak kunjung padam. Arti dari Tugu Monas yang menjulang tinggi adalah falsafah Lingga Yoni yang berbentuk “alu” sehingga lingga dan an “lumpang” sebagai yoni.

Alu dan lumpang merupakan lambang kesuburan. Dalam proses pembangunan Monas ini terjun langsung dua arsitek yang ikut merancang desain Monas yaitu Soedarsono dan Ir. F Silaban. Selain bentuknya, keunikan Monas bagi wisatawan juga banyak memiliki daya tarik.