Wilayah jakarta selatan yang terkena banjir?

wilayah jakarta selatan yang terkena banjir
JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi merendam 22 RT di delapan kelurahan wilayah Jakarta Selatan pada Sabtu (16/7/2022) pagi. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir yang merendam 22 RT di Jakarta Selatan dengan ketinggian berbeda-beda.

  • Informasi genangan saat ini 71 RT dengan ketinggian lebih dari 40 sentimeter.
  • Jakarta Selatan terdapat 22 RT,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf dalam keterangannya, Sabtu.
  • Baca juga: Banjir hingga 1,5 Meter Rendam Perumahan di Ciledug, Sejumlah Warga Mengungsi Sebanyak 22 RT yang terendam banjir itu berada di Kelurahan Pondok Labu, Pondok Pinang, Bangka, Petogogan, Tanjung Barat, Cilandak Timur, Pejaten Timur, dan Rawajati.

Dari beberapa titik banjir, paling parah terjadi pada 2 RT di Kelurahan Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Ketinggian air banjir di wilayah mencapai lebih dari 1 meter. Berikut titik-titik banjir yang berada di wilayah Jakarta Selatan, hari ini 1. Kelurahan Pondok Labu – Jumlah: 1 RT – Ketinggian: 55 cm – Penyebab: luapan air Kali Krukut dan curah hujan tinggi 2.

  • Elurahan Pondok Pinang – Jumlah: 5 RT – Ketinggian: 40 cm – Penyebab: Luapan air Kali Pesanggrahan dan curah hujan tinggi Baca juga: Penampakan Tol BSD yang Macet Parah Imbas Terendam Banjir 3.
  • Elurahan Bangka – Jumlah: 1 RT – Ketinggian: 40–60 cm – Pengungsi : 5 Jiwa – Lokasi Pengungsi : Musholla Al Muhajirin – Penyebab: luapan air Kali Krukut dan curah hujan tinggi 4.

Kelurahan Petogogan – Jumlah: 3 RT – Ketinggian: 45 sentimeter – Penyebab: Luapan air Kali Krukut dan curah hujan tinggi 5. Kelurahan Tanjung Barat – Jumlah: 2 RT – Ketinggian: 40 sampai dengan 80 sentimeter – Penyebab: luapan Kali Ciliwung 6. Kelurahan Cilandak Timur – Jumlah: 2 RT – Ketinggian: 50 sampai dengan 125 Cm – Pengungsi : 4 Jiwa – Lokasi Pengungsi : Musholla Al Mamuriah – Penyebab: luapan Kali Pesanggrahan dan curah hujan tinggi Baca juga: Ruas Tol BSD Sempat Terendam Banjir Jumat Malam, Kini Telah Surut 7.

See also:  Stadion jakarta international milik siapa?

Elurahan Pejaten Timur – Jumlah: 4 RT – Ketinggian: 90 sentimeter – Penyebab: luapan Kali Ciliwung 8. Keluarahan Rawajati – Jumlah: 4 RT – Ketinggian: 90 sentimeter – Penyebab: luapan Kali Ciliwung Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join.

Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Bagaimana proses terjadinya bencana banjir?

Jakarta – Pernahkah bertanya bagaimana proses terjadinya banjir ? Mungkin anak menjelang sekolah atau siswa sekolah dasar sering penasaran. Dalam Panduan Edukasi Bencana Banjir Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB, dijelaskan bahwa banjir adalah bencana yang paling sering dan rutin melanda Indonesia.

Secara umum, penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi atau karena air laut yang pasang. Penyebab lainnya bisa karena kondisi permukaan tanah yang lebih rendah dari laut, atau letak wilayah dengan pengaliran air keluar yang sempit. Selain itu, penyebab banjir juga sering dikarenakan ulah manusia. Misalnya, penggunaan lahan yang tidak tepat, membuang sampah ke sungai, pemukiman di daerah bantaran sungai, dan sebagainya.

Adapun untuk banjir terdiri dari tiga jenis, yakni banjir, banjir bandang, dan banjir rob yang diakibatkan naiknya permukaan laut. Namun, untuk banjir yang sering terjadi dan memiliki dampak sangat merugikan adalah banjir bandang. Berikut penjelasannya.

Apa manfaat dari banjir?

Keuntungan – Ada berbagai dampak negatif banjir terhadap permukiman manusia dan aktivitas ekonomi. Namun, banjir (khususnya banjir rutin/kecil) juga dapat membawa banyak keuntungan, seperti mengisi kembali air tanah, menyuburkan serta memberikan nutrisi kepada tanah.

  1. Air banjir menyediakan air yang cukup di kawasan kering dan semi-kering yang curah hujannya tidak menentu sepanjang tahun.
  2. Air banjir tawar memainkan peran penting dalam menyeimbangkan ekosistem di koridor sungai dan merupakan faktor utama dalam penyeimbangan keragaman makhluk hidup di dataran banjir.
See also:  Studio foto di jakarta yang bagus?

Banjir menambahkan banyak sekali nutrisi untuk danau dan sungai yang semakin memajukan industri perikanan pada tahun-tahun mendatang, selain itu juga karena kecocokan dataran banjir untuk pengembangbiakan ikan (sedikit predasi dan banyak nutrisi). Ikan seperti ikan cuaca memanfaatkan banjir untuk berenang mencari habitat baru.

Adblock
detector